Ilustrasi Perkelahian. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Deretan Aksi Sok Jagoan di Jalan, Rem Mendadak Hingga Hindari Tilang

Estimasi Baca:
Minggu, 2 Sep 2018 08:05:09 WIB

Kriminologi.id - Arogansi pengguna jalan kembali terjadi beberapa waktu lalu. Kali ini justru menimpa perwira yang bertugas di Mabes Polri yang dikeroyok sopir truk dan temannya di Jalan Cakung-Cilincing, Jakarta Utara. Akibatnya korban mengalami luka-luka di bagian bibir dan wajah.

Insiden yang terjadi pada Rabu malam, 29 Agustus 2018, itu bermula ketika kendaraan yang ditumpangi para pelaku tiba-tiba disalip oleh kendaraan lain yang dikendarai Ipda Arif Fadil (26). Sopir truk merasa terkejut dan terpaksa menginjak rem untuk menghindari tabrakan dengan mobil yang mendahuluinya itu. 

Lantaran emosi pelaku membalas dengan melempar barang ke mobil Ipda Arif. Perwira pertama polisi itu kemudian menegur pelaku. Namun para pelaku yang tidak senang malah menghampiri mobilnya, lalu mengeroyok korban.

Beberapa hari sebelumnya, aksi sok jagoan di jalan pun menimpa pengguna jalan bernama Rayhan Achmad (14). ABG ini  menjadi korban pemukulan Misvanul Andri yang merupakan oknum tni arogan di Tol Jagorawi arah Jakarta pada Rabu, 22 Agustus 2018. Insiden tersebut dipicu oleh sang kakak, pengendara mobil menginjak rem mendadak karena mengikuti mobil di depannya yang tiba-tiba berhenti.  

Usai melakukan pembayaran di pintu masuk tol, pelaku langsung mengejar dan menghadang mobil korban. Setelah turun dari mobil pelaku langsung menganiaya korban dan kakaknya hingga korban mengalami luka yang cukup serius. 

Infografik Deretan Aksi Sok Jagoan di Jalanan

Aksi-aksi arogan para pengguna jalan sudah berulang kali terjadi. Menelusuri dari berbagai sumber, berikut Kriminologi.id rangkum lima kasus arogansi pengguna jalan lainnya yang pernah terjadi.

 

1. Sopir Ojek Online Pukul Pejalan Kaki

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pejalan kaki yang dipukul pengendara ojek online viral di dunia maya. Video tersebut diunggah oleh akun Youtube Koalisi Pejalan Kaki pada Senin, 6 Agustus 2018.

Dalam video berdurasi sekitar dua menit itu terlihat situasi lalu lintas di Jalan Jatiwaringin, Jakarta Timur yang macet. Akibat kemacetan tersebut beberapa pengendara sepeda motor naik ke atas trotoar. Seorang pejalan kaki bernama Alif yang juga merekam video tersebut menegur para pengendara motor yang menggunakan akses pejalan kaki untuk segera turun ke jalan.

Saat Alif menegur seorang perempuan sopir ojek online yang tengah membonceng penumpangnya melintas di trotoar, sopir itu malah merasa tidak terima. Sopir itu menganggap Alif tidak sopan dan bukanlah petugas yang berhak menegurnya. Setelah itu, sopir pun pergi dan Alif melanjutkan berjalan kaki.

Namun, tiba-tiba dari arah belakang sopir tersebut kembali menghampiri Alif tanpa membawa kendaraannya sambil menenteng helmnya. Kemudian langsung memukul Alif dengan tangan dan helmnya, lalu membanting helmnya hingga terpental ke jalan. Atas perbuatannya, sopir tersebut diberhentikan oleh manajemen Grab dan dilaporkan ke pihak kepolisian. 

 

2. Pengendara Mobil Pukul Petugas Transjakarta di Blok M

Seorang petugas Transjakarta benama Nafizh Sibrol Malitsi menjadi korban pemukulan oleh dua pengendara mobil yang memasuki jalur bus TransJakarta di dekat Halte Blok M Jakarta Selatan. Insiden tersebut terjadi pada Senin dinihari, 25 Juni 2018, sekitar pukul 02.45 WIB.

Pemukulan tersebut berawal ketika pengemudi mobil Daihatsu Grand Max memasuki jalur bus TransJakarta. Sebenarnya mobil tersebut berniat mundur namun terhalang bus Transjakarta yang berada persis di belakangnya. Seorang penumpang busway bernama Hafizh pun turun dari bus dan mengimbau agar pengendara tersebut tidak maju.

Pengemudi mobil tidak terima dengan imbauan Hafizh. Ia langsung menarik Hafizh dan melayangkan pukulan ke bagian wajah. Beruntung petugas Transjakarta lainnya datang untuk melerai pertengkaran tersebut. Si pengemudi mobil pun langsung meninggalkan lokasi begitu saja.

 

3. Terjebak Macet, Sekeluarga Keroyok Pengendara Mobil Lain 

Pengendara mobil bernama Hotnida Sirait bersama keluarganya menjadi korban pengeroyokan pengendara mobil lain di Jalan Nibung Raya, Medan Baru, Kota Medan pada hari Minggu, 10 Juni 2018.  Hotnida dan keluarganya terlibat perkelahian dengan Habibulloh S Harahap bersama istrinya Anita Triana dan anaknya.

Peristiwa ini berawal ketika mobil yang dikendarai Hotnida hendak menuju Plaza Medan Fair. Disaat yang bersamaan mobil yang dikendarai Habibulloh tepat berada di belakang mobil Hotnida hendak memutar arah. Karena situasi saat itu macet total hingga tidak bisa bergerak, maka mobil Habibulloh pun tidak bisa memutar arah karena terhalang oleh mobil Hotnida.

Karena merasa tak sabar, pelaku keluar dari mobilnya dan memukul bagian belakang mobil korban. Korban yang tak terima mobilnya dipukul pun keluar dan bertanya alasan pelaku memukul mobilnya. 

Namun, pelaku yang telah dirundung emosi langsung memukul korban sambil memaki-makinya. Istri pelaku dan anaknya pun ikut membantu memukuli korban. Perkelahian itu akhirnya berhenti setelah dilerai oleh warga sekitar yang menyaksikan. 

 

4. Tak Terima Ditilang, Pengendara Motor Pukul Polisi Dengan Balok

Seorang anggota Polantas Polsek Tanah Sareal bernama Aiptu Khusni menjadi korban pemukulan saat menilang pengendara motor di Jalan KH Abdulah Bin Nuh, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 8 Maret 2018. 

Aitpu Khusni yang sedang melintas di lokasi melakukan penindakan karena melihat banyak pengendara yang melawan arus. Saat itu, Aiptu Khusni mendapati seorang pengendara yang tidak memiliki kelengkapan surat. Ia pun mengambil kunci motor si pelanggar untuk dilakukan tindak penilangan. 

Pengendara itu merasa tidak terima dan malah mengajak Aiptu Khusni berkelahi, namun tidak diladeni. Namun beberapa saat kemudian, pelaku datang dari arah belakang dan memukul kepala Aiptu Khusni dengan balok. 

Kepala Aiptu Khusni mengalami luka akibat pukulan balok tersebut. Aiptu Khusni pun dievakuasi ke rumah sakit terdekat, sementara pengendara pelaku pemukulan langsung pergi meninggalkan lokasi.

Pihak kepolisian pun membentuk tim khusus untuk menangkap pengendara tersebut. Akhirnya pengendara tersebut dapat ditangkap pada Senin, 12 Maret 2018. Pengendara tersebut diketahui berinisial YD. Saat diperiksa YD mengaku melakukan pemukulan secara spontan lantaran tidak suka ada petugas yang gmelakukan penindakan tilang.

 

5. Pengemudi Moge Pukul Pengendara Mobil

Minggu, 21 Januari 2018, terjadi tabrakan antara pengemudi motor besar, atau biasa disebut moge, Harley Davidson dengan pengemudi mobil Mazda CX-5. Tabrakan tersebut terjadi di Jalan Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, mobil mengalami rusak di bagian bemper kanan. Sedangkan motor mengalami kerusakan yang cukup parah di bagian depan hingga roda depannya terlepas.

Insiden ini berawal ketika rombongan pengemudi moge melaju dari arah Jalan Pati Unus menuju Jalan Hang Lekir. Saat rombongan motor tersebut akan berbelok ke kanan, belakang terlihat mobil Mazda CX-5 yang tidak menurunkan kecepatannya dan terus melaju. Rombongan motor bagian depan sempat menghindar, namun rombongan yang berada di belakangnya tidak sempat menghindar hingga kecelakaan pun tak dapat dihindari.

Kecelakaan itu menimbulkan adu argumen antara pengemudi mobil dan salah satu pengemudi motor. Beberapa saat kemudian, sebenarnya keduanya terlihat sudah saling berangkulan. Namun tak disangka, pengemudi motor lain datang dan langsung menampar pengemudi mobil. Sontak pengemudi mobil membalasnya dengan pukulan. Lalu pengemudi mobil tersebut sempat menjadi bulan-bulanan para pengemudi motor sebelum dilerai oleh warga. (Muhammad Rizqi Ghiffari)

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500