Deretan Kecelakaan Maut di Danau Toba, Geger Tragedi KM Peldatari I

Estimasi Baca :

Pesona Danau Toba. Foto: maritim.go.id - Kriminologi.id
Pesona Danau Toba. Foto: maritim.go.id

Kriminologi.id - Danau Toba menjadi destinasi wisata terpopuler di Sumatera Utara. Namun, kepopuleran Danau Toba juga diwarnai dengan berbagai insiden kecelakaan yang terjadi di sana. Danau air tawar terbesar di Asia Tenggara itu tercatat beberapa kali pernah memakan korban. Tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun beberapa waktu yang lalu pun menambah panjang daftar kecelakaan yang terjadi di Danau Toba. 

Penelusuran Kriminologi.id dari berbagai sumber mendapati bahwa berbagai kecelakaan pernah terjadi di Danau Toba, melibatkan alat transportasi air, darat, bahkan udara. Namun demikian, Danau Toba seolah menjadi momok tersendiri bagi transportasi air, mengingat banyaknya korban yang berjatuhan dari insiden kecelakaan kapal di danau tersebut.

Pada insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun, hingga pencarian hari ketiga, tercatat 190 orang hilang, satu orang meninggal dunia dan 18 lainnya selamat.

Sebelum KM Sinar Bangun, kecelakaan kapal di Danau Toba juga pernah terjadi pada tahun 2016. Sebuah speedboat menabrak kapal kayu di perairan Ajibata Parapat, Danau Toba, pada Sabtu siang, 7 Mei 2016. Insiden itu menyebabkan puluhan penumpang di kedua kapal terlempar ke danau dan luka-luka. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Lalu di tahun 2013, kecelakaan kapal antara Kapal Feri Tao Toba I dan KM Yola terjadi pada hari pembukaan festival Danau Toba oleh Menko Perekonomian saat itu, Hatta Rajasa, pada Minggu, 8 September 2013. Dari insiden tabrakan itu, sebanyak 81 penumpang selamat dan belasan lainnya luka-luka. Sementara empat penumpang dinyatakan hilang.

Tahun 1997 menjadi catatan kecelakaan kapal terburuk yang pernah terjadi di Danau Toba. Yakni tragedi tenggelamnya KM Peldatari I yang memakan banyak korban jiwa. Kapal tenggelam karena mengangkut penumpang melebihi daya angkutnya, yakni diduga mengangkut sekitar 200 penumpang.

Dalam insiden maut itu, sebanyak 83 korban ditemukan tewas dan puluhan penumpang lainnya hilang. Sementara 85 korban ditemukan selamat.

Lebih jauh lagi, insiden kecelakaan kapal di Danau Toba yang merenggut banyak korban juga terjadi di tahun 1987 dan 1955. Tahun 1987, sebuah kapal penyeberangan tenggelam dan mengakibatkan 23 penumpang tewas. Sementara pada tahun 1955 terjadi tabrakan antara dua kapal di perairan Danau Toba. Kecelakaan tersebut memakan korban jiwa sebanyak 56 orang.

Tidak hanya menimpa transportasi air, insiden kecelakaan juga pernah dialami oleh jenis transportasi lainnya. Bersamaan dengan insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun, dilaporkan ada insiden lainnya yakni terdapat satu unit mobil Fortuner yang terperosok dan tenggelam ke dasar Danau Toba, ketika melintas di tepian Desa Paropo, Kecamatan Silalahi Sabungan, Kabupaten Dairi. Beruntung tidak ada korban jiwa dari kecelakaan itu.

Pada tahun 2015, sebuah helikopter didapati terjatuh di Danau Toba. Helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta itu hilang kontak pada hari Minggu, 11 Oktober 2015, sekitar pukul 11.30 WIB saat menuju Bandara Kualanamu setelah terbang dari Siparmahan atau pantai barat Danau Toba melintasi Pematangsiantar. 

Salah satu penumpang helikopter berhasil ditemukan selamat, yakni Fransiskus Subihardyan, setelah hampir tiga hari terombang-ambing di perairan Danau Toba pada Selasa 13 Oktober 2015. Sementara pilot Teguh Muyatno, teknisi Hari Purwantono, dan dua penumpang lainnya, Nurhayati dan Gianto, hilang.

Berdasarkan kesaksian Fransiskus, helikopter yang ditumpanginya diadang oleh kabut tebal sesaat setelah lepas landas dari Bandara Kualanamu. Tebalnya kabut membuat pilot menghindar ke sisi kiri, namun langkah tersebut justru membuat helikopter jatuh. MSA

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Deretan Kecelakaan Maut di Danau Toba, Geger Tragedi KM Peldatari I

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu