Pembunuhan sopir taksi online. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Deretan Sopir Taksi Online Dibunuh Penumpang

Estimasi Baca:
Rabu, 7 Mar 2018 08:05:25 WIB

Kriminologi.id - Taksi online lagi-lagi menjadi sasaran aksi kejahatan. Persitiwa terbaru menimpa seorang sopir taksi online Go Car bernama Justinus  Sinaga (41), warga Depok, Jawa Barat, yang ditemukan tewas dengan kondisi tangan dan kaki terikat di lereng gunung Halimun Salak, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Senin, 5 Maret 2018.

Sebelumnya, Justinus diketahui mendapat order dari kawasan Sukaraja menuju Gunung Gede. Justinus diduga menjadi korban perampokan karena sejumlah harta benda miliknya tidak ditemukan di sekitar lokasi. 

Tidak hanya Justinus, berdasarkan penelusuran Kriminologi, setidaknya sudah terjadi lima peristiwa serupa yang menimpa sopir taksi online sejak Maret 2017. 

Baca: Jejak Sopir Taksi Online Sebelum Ditemukan Tewas di Gunung Salak

Munculnya inovasi angkutan umum secara online ini juga memunculkan modus baru bagi pelaku kejahatan.

Modus yang digunakan pelaku sering kali adalah pura-pura memesan taksi online melalui aplikasi. Saat perjalanan, pelaku kemudian menyerang sopir dan membawa kabur barang berharga miliknya.

Infografik Deretan Pembunuhan Sopir Taksi Online. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Berikut adalah deretan nama-nama sopir taksi online korban pembunuhan saat menjalankan tugasnya yang dirangkum Kriminologi:

1. Deny Setiawan

Sopir taksi online Go Car bernama Deny Setiawan menjadi korban perampokan dan pembunuhan sadis yang dilakukan oleh dua pelajar di Kota Semarang, Jawa Tengah. 

Kedua pelaku berinisial IB (15) dan TA (15) adalah pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Semarang. Kedua pelaku diketahui menunggak uang sekolah selama tiga bulan. Mereka nekat melakukan aksi kejahatan itu untuk melunasi tunggakan uang sekolah tersebut.

Deny ditemukan tewas di Perumahan Bukit Cendana 2 Jalan Cendana Selatan IV, Sambiroto, Tembalang pada Sabtu, 20 Januari 2018, pukul 22.00 WIB. Dua telepon seluler dan mobil milik korban dibawa kabur oleh kedua pelaku.

Baca: Sopir Go-Car Ditemukan Tewas Terikat, Terima Order ke Gunung Gede

2. Mulud

Mulud (63), sopir taksi online Grab yang juga seorang pensiunan PNS, ditemukan tewas membusuk di perkebunan milik warga di Jalan Cikelat, Desa Cikakak, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin, 25 Desember 2017, sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan pengungkapan polisi, Mulud menjadi korban perampokan disertai pembunuhan oleh empat penumpangnya ketika berada di dalam mobil saat dalam perjalanan. Keempat pelaku yakni YAS (21), IS (32), RM (30) dan UH. 

Polisi menetapkan YAS sebagai pelaku utama yang menjadi otak pembunuhan tersebut. Motifnya adalah ingin menguasai mobil Datsun Go milik korban.

3. Ali Gufron

Sopir taksi online Uber Ali Gufron (23), warga Kedinding Lor Gang Kemuning 7, Kenjerang, Surabaya, menjadi korban perampokan dan pembunuhan yang dilakukan oleh empat penumpangnya. Pelaku pembunuhan adalah Zainal Arifin (33), Febri Pratama (23), Rusdianto alias Uuk (44) dan Dewi Agustina (23).

Pada Minggu pagi, 26 November 2017, warga menemukan mayat Ali di desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Dari perampokan itu, barang berharga milik korban dibawa kabur seperti telepon seluler, dompet, dan mobil Avanza.

4. Edward Limba

Aksi pembunuhan keji dialami Edward Limba (35), yang baru sehari menjadi sopir taksi online Go Car. Jasadnya ditemukan tergeletak di Jalan Peternakan BPTU-HPT pada Senin malam, 21 Agustus 2017.

Edward menjadi korban pembunuhan oleh empat penumpangnya di wilayah Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Keempat pelaku ingin menguasai mobil milik korban, dan diketahui sudah merencanakan aksinya tersebut.

Korban meregang nyawa usai lehernya dijerat dengan kawat dan juga ditusuk sebanyak tujuh kali menggunakan samurai. Sementara mobil Avanza warna abu-abu milik korban dibawa kabur oleh pelaku.

Baca: Hati-hati, Begal Incar Taksi Online

5. Denny Ariessandi

Denny Ariessandi menjadi korban perampokan disertai pembunuhan saat melakoni pekerjaannya sebagai sopir taksi online. Denny ditemukan di pinggir jalan dekat kawasan wisatan Kenjeran Park Surabaya dengan 46 luka tusukan pada bagian punggung dan leher pada Kamis pagi, 23 Maret 2017. Sementara mobil Xenia milik korban dibawa kabur oleh pelaku.

Dari hasil pengungkapan polisi, pelaku adalah KMF (21) dan CRW (23) yang ingin menguasai mobil dan barang berharga milik korban. Mengejutkannya, pelaku KMF diketahui adalah seorang anggota aktif TNI AL.

Kedua pelaku diketahui sudah merencanakan aksi mereka tersebut sejak dua hari sebelum kejadian. Sasaran kedua pelaku memang ditujukan pada mobil yang digunakan taksi online dengan pura-pura memesan. RZ

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500