Ilustrasi buronan koruptor. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Empat Buron Koruptor Berakhir di Mall, Jalan-jalan hingga Dagang Kopi

Estimasi Baca:
Sabtu, 21 Jul 2018 18:00:20 WIB

Kriminologi.id - Kejaksaan Agung menunjukkan keseriusannya dalam program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 yang menargetkan penangkapan buronan tiap Kejaksaan Tinggi satu buronan tiap bulan. Keseriusan kejaksaan ditunjukkan dengan mengejar para buronan tindak pidana kasus korupsi ke berbagai wilayah, dan bahkan pada beberapa kasus, mereka melakukan penangkapan di tempat-tempat publik seperti pusat perbelanjaan atau mall.

Infografik 4 Buronan Korupsi Ditangkap saat Belanja di Mal. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id terdapat 4 orang buronan kejaksaan yang ditangkap di pusat perbelanjaan atau mall selama tahun 2018.

1. Ichwan Yunus di Mall Arion

Mantan Bupati Mukomuko Ichwan Yunus yang menjadi buronan kasus korupsi akhirnya ditangkap pada 17 Juli 2018. Saat ditangkap, Ichwan sedang berjalan-jalan di Mall Arion yang terletak di daerah Rawamangun, Jakarta Timur.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Tim Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan Kejaksaan Negeri Mukomuko atas dasar Surat Permintaan Kejati Bengkulu Nomor R-775/N.7.1/Dsp.1/11/2017.

Ichwan telah buron selama setahun usai ditetapkan menjadi korupsi penyalahgunaan anggaran bantuan keuangan khusus tahun 2012 senilai Rp 1,8 miliar pada 2016 oleh Kejari Mukomuko.

2. Thamrin Tanjung di Cilandak Towns Square

Buronan kasus korupsi pengelolaan jalan Tol JORR ini ditangkap tim kejaksaan saat sedang berada di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan pada 10 Juli 2018.  

Thamrin merupakan terpidana dalam kasus tindak pidana korupsi terkait penerbitan CP-MTN PT Hutama Karya senilai Rp 1,05 milliar dan US$ 471 ribu.

Pada 2001 Thamrin terbukti bersalah di pengadilan. Majelis hakim menjatuhkan vonis penjara selama 2 tahun, denda sebesar Rp 25 juta subsider hukuman penjara 6 bulan dan wajib membayar uang pengganti sebesar Rp 8 miliar.

3. Abdul Hakim di Epicentrum Walk

Abdul Hakim merupakan buronan kejaksaan setelah dirinya tiga kali mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri Siak untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus korupsi pengadaan paket program sistem keuangan desa. Kasus korupsi yang melibatkan Abdul Hakim diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar.

Sejak buron pada November 2017, Abdul Hakim justru ditangkap di pusat perbelanjaan Epicentrum Walk di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Saat ditangkap oleh tim gabungan intelijen Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Siak pada 3 Mei 2018, Abdul Hakim sedang berjualan kopi. Setelah ditangkap, Abdul Hakim segera dibawa kembali ke Pekanbaru dan kemudian dititipkan sementara di Rutan Sialang Bungkuk.

4. Dora Djunita Pohan di Metropolitan Mall

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Komering Ulu (Oku) Timur, dr. Dora Djunita Pohan ditangkap oleh petugas Kejaksaan Tinggi pada 22 Maret 2018. Saat ditangkap oleh petugas, Dora sedang berbelanja di pusat perbelanjaan Metropolitan Mall Banten.

Dora telah ditetapkan sebagai buronan sejak 18 Desember 2017 dengan dikeluarkannya surat penangkapan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Dora diduga terlibat dalam tindakan korupsi penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai Direktur RSUD Oku Timur yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 6,496 miliar. RZ

KOMENTAR
500/500