Ilustrasi penembakan polisi. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Enam Penembakan Terhadap Polisi, Dari Kawal Pilkada hingga Antar Anak

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 06:35:58 WIB

Kriminologi.id - Pada Jumat malam, 24 Agustus 2018, sekitar pukul 21.25 WIB, dua anggota polisi Unit PJR Tol Kanci-Pejagan Jabar 15 ditembak orang tidak dikenal saat sedang berpatroli di KM 224.400 A (arah Jawa Tengah).

Insiden itu bermula ketika Aiptu Widi Harjana dan Aiptu Dodon Kusgianto menegur tiga orang yang duduk-duduk di pembatas jalan. Namun, ketiganya justru merespons dengan tembakan. Salah satu dari tiga orang tersebut tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah dua polisi itu.

Akibatnya Aiptu Widi mengalami luka pada bagian tangan, sementara Aiptu Dodon mengalami luka robek pada bagian mulut. Keduanya dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Kabupaten Cirebon. Nahas, Aiptu Dodon meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.

Pihak kepolisian mengklaim telah mengantongi identitas ketiga pelaku penembakan. Hingga saat ini, tim gabungan Polda Jabar dan Polres Cirebon masih melakukan pengejaran.

Sebagai petugas pengamanan masyarakat, polisi memang rentan menjadi sasaran kejahatan dari kelompok-kelompok tertentu. Peristiwa nahas yang menimpa Aiptu Widi dan Aiptu Dodon adalah satu dari sekian penembakan terhadap polisi.

Infografik deretan penembakan terhadap polisi. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id
Infografik deretan penembakan terhadap polisi. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Menelusuri dari berbagai sumber, Kriminologi.id merangkum enam insiden penembakan terhadap polisi yang pernah terjadi di beberapa daerah.

1. Dua Polisi Pengamanan Pilkada di Papua Tewas Ditembak KKB

Rabu, 27 Juni 2018, terjadi penembakan terhadap dua anggota kepolisian yang bertugas melakukan pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Penembakan yang terjadi setelah proses pemungutan suara itu diketahui dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Selain dua polisi, penembakan itu juga menewaskan seorang kepala Distrik. Masing-masing korban adalah kepala Distrik Toere Obaha Froaro, Ipda Jesayas dan Brigadir Sinton Kabarek.

Insiden penembakan berawal saat kepala Distrik Torere bersama sembilan anggota kepolisian yang dipimpin Ipda Jesayas Nusi membawa kotak berisi surat suara Pilkada menggunakan perahu motor. Ketika di tengah perjalanan, rombongan mereka dihadang dan ditembaki sekelompok orang bersenjata.

Akibat insiden itu, tiga orang tewas di tempat sementara tujuh anggota kepolisian lainnya selamat.

2. Polisi di Jambi Tewas Ditembak Pelaku Curanmor

Penembakan polisi juga pernah terjadi di Jambi pada Februari 2018. Saat dilakukan penggerebekan rumah pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) pada Selasa, 13 Februari 2018 dini hari, Bripka Fajar, anggota Polsek Jelutung, Kota Jambi, tewas ditembak pelaku.

Peristiwa nahas itu bermula dari penyelidikan kasus curanmor yang masuk ke wilayah hukum Polsek Jelutung, Kota Jambi. Berdasarkan informasi yang terkumpul, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi pelaku dan kediamannya.

Penggerebekan berlangsung di salah satu perumahan di kawasan Mendalo, Kabupaten Muarojambi. Namun, saat penggerebekan Bripka Fajar ditembak salah seorang pelaku di bagian dada kiri. Nyawa Bripka Fajar tak tertolong meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit.

3. Dua Polisi di Bima Ditembak OTK Saat Antar Anak Sekolah

Dua anggota kepolisian di Bima, Nusa Tenggara Barat, ditembak orang tidak dikenal (OTK) saat sedang mengantar anak sekolah pada Senin, 11 September 2017 pagi.

Bripka Jainal, anggota Sat Sabhara Bima Kota, ditembak saat perjalanan pulang ke rumahnya sekitar pukul 07.00 WITA, setelah mengantar anaknya sekolah di SDN 10 Kota Bima. Diketahui Bripka Jainal dibuntuti sebelumnya dan ditembak pada bagian bahu kanan belakang di depan SMK Kobi.

Sementara Bripka Gafur, anggota Polsek Langgadu Bima Kota, ditembak setelah mengantar anaknya sekolah di SMP 4 Kelurahan Penatoi, Kota Bima. Akibatnya, Bripka Gafur menderita luka tembak pada bagian pinggang kanan.

Keduanya segera dievakuasi ke rumah sakit setempat guna mendapatkan perawatan intensif. Sementara pihak kepolisian memburu para pelaku.

4. Anggota Polisi di Pekanbaru Tewas Ditembak Perampok

Anggota Buser Polsek Senepelan, Bripka Harianto Bahari, tewas ditembak perampok di Jalan Kulim, tepatnya di simpang Jalan Kuras, Pekanbaru, Riau, pada Minggu, 9 November 2014 malam.

Insiden penembakan itu terjadi saat dilakukan penggerebekan kediaman kawanan rampok antarprovinsi di jalan tersebut. Penggerebekan yang dilakukan memang diwarnai aksi tembak menembak.

Ketika dilakukan penggerebekan, dua pelaku berhasil diringkus. Sementara dua pelaku lainnya melarikan diri. Saat dilakukan pengejaran, salah seorang pelaku perampok mengeluarkan senjata laras panjang dan menembakkannya ke arah korban. 

Bripka Harianto yang tertembak di bagian dada sebelah kiri langsung dilarikan ke rumah sakit tentara terdekat dari lokasi kejadian. Selanjutnya dirujuk ke RS Polda Riau. Namun, korban menghembuskan nafas terakhirnya ketika sampai di rumah sakit.

5. Dua Anggota Polsek Pondok Aren Tewas Ditembak OTK

Dua anggota Kepolisian Sektor Pondok Aren menjadi korban penembakan orang tidak dikenal hingga tewas pada Jumat, 16 Agustus 2013 malam, sekitar pukul 21.30 WIB. Penembakan terjadi di Jalan Graha Raya Pondok Aren, Tangerang. Bripka Maulana dan Aipda Kus Hendratma tewas dengan luka tembak di kepala.

Keduanya ditembak dua pelaku yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mo berwarna hitam. Awalnya, pelaku memepet motor yang dikendarai Aipda Kus saat hendak menuju Mapolsek Pondok Aren untuk apel, lalu menembakkan senjata api ke kepalanya.

Saat itu, di belakang motor Aipda Kus terdapat sebuah mobil Avanza yang digunakan tim buser Polsek Pondok Aren. Melihat Aipda Kus terjatuh, tim buser langsung mengejar dan berusaha menabrak sepeda motor pelaku. Namun, mobil tim buser malah terporosok ke got tanggul jalan.

Melihat hal itu, salah seorang pelaku turun dari sepeda motor dan menembak Bripka Maulana yang mengendarai mobil Avanza tersebut. Pelaku berhasil melarikan diri dengan merampas sepeda motor milik warga.

6. Tiga Anggota Polisi di Palu Ditembak OTK Saat Berjaga di BCA

Penembakan terhadap anggota polisi lainnya juga pernah terjadi di Palu pada 2011. Sebanyak tiga anggota Sabhara Polresta Palu dan Polda Sulawesi Tengah ditembak sekelompok orang tidak dikenal.

Dalam insiden itu, dua anggota polisi tewas sementara satu lainnya kritis. Dua anggota polisi yang tewas antara lain Bripa Yudistira dan Bripda Irbar.

Peristiwa itu terjadi di pos penjagaan kantor BCA di Jalan Emy Saelan, Palu Tengah, pada Rabu, 25 Mei 2011, sekitar pukul 11.30 WITA. Saat itu, empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor datang ke kantor BCA membawa senjata laras panjang otomatis.

Setiba di tempat, keempat pelaku langsung memberondong tembakan kepada tiga polisi yang tengah berjaga. Keempat pelaku pun langsung melarikan diri. Diketahui mereka memacu sepeda motornya ke arah selatan Palu.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500