Ilustrasi penculikan bayi. Foto: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Ini 5 Kasus Penculikan Bayi, dari Wanita Bercadar Hingga Ajakan ke Mal

Estimasi Baca:
Sabtu, 5 Mei 2018 20:05:16 WIB

Kriminologi.id - Peristiwa penculikan bayi Aditya Mamizan Purnomo yang terjadi pada Jumat, 27 April 2017, sempat menggegerkan warga Depok dan sekitarnya. Bayi berusia 20 hari itu hilang saat ditinggal Marlina (33), ibu kandungnya, belanja sayuran ke warung dekat rumah.

Sebenarnya kasus penculikan bayi ini sering terjadi dengan modus pelaku yang beragam. Mulai dari menyamar sebagai petugas pengantar paket, wanita bercadar menawarkan paket obat gratis hingga ajakan jalan-jalan ke mal. 

Ini 5 kasus penculikan bayi yang dirangkum Kriminologi.id  dengan modus yang sangat unik;

1. Bayi Hanum di Makassar, Nyamar Antarkan Paket

Seorang bayi bernama Hanum atau Raihanum Malika diculik oleh orang tak dikenal di rumahnya, di Jalan Raya Pendidikan Blok F II No. 12, Makassar, pada Selasa, 9 Januari 2018. Penculikan bayi berusia 14 bulan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WITA, saat rumah dalam keadaan sepi. 

Pelaku masuk dengan menyamar sebagai pengantar paket dari Kabupaten Bone. Keluarga yang membuka pintu kemudian kaget lantaran pelaku membawa senjata tajam dan menyekap seorang keluarga yang ada di rumah.

Pelaku yang berjumlah 4 orang berhasil diringkus oleh kepolisian sehari setelahnya. Keempat pelaku adalah Risal (28), Yusfikar Majid (34), Ayu Yuliasri (30) dan Anwar. Otak pelaku penculikan ini adalah Yusfikar yang tak lain saudara ipar dari Umar, ayah Hanum. Motif penculikan diketahui karena adanya rasa benci pelaku kepada orang tua korban.

Hal yang membuat semakin geger adalah fakta mengenai Yusfikar yang ternyata seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Sekretariat Dewan DPRD Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

2. Penculikan Bayi Dari Batam Ke Bogor, Ditukar Uang Rp 500 ribu

Tim Busur Macan Barelang dari unsur Satuan Reskrim Polresta Barelang dan Polsek Batam Kota berhasil mengungkap kasus penculikan terhadap bayi yang berusia 1,5 bulan. Sang bayi dibawa kabur oleh penculik bernama Yuli dari Batam hingga ke Bogor, Jawa Barat.

Bayi tersebut diculik dari tangan ibunya bernama Nurdiana di Perumahan Marcelia, Batam Centre, pada Rabu, 16 Agustus 2017. Pelaku pun langsung membawa sang bayi ke pulau Jawa menaiki KM Kelud dari Pelabuhan Batuampar menuju Tajungpriok, Jakarta.

Pelaku penculikan diketahui saling kenal dengan korban. Saat terakhir bertemu, pelaku memberi korban uang Rp 500 ribu untuk membeli susu dan popok. Saat korban pergi membeli kebutuhan bayi, pelaku kemudian melarikan sang bayi.

Adapun penculik sang bayi berhasil ditangkap di Desa Jonggor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu malam, 20 Agustus 2017.

3. di Batam, Ditinggal ke Kamar Mandi

Warga Perumahan Hang Kesturi, Batam Centre, digegerkan oleh penculikan seorang bayi berusia 15 hari pada Selasa siang, 27 Juni 2017. Anak dari Rhianna itu dibawa kabur oleh seorang perempuan dari tempat kosnya.

Dalam kasus ini, pelaku ternyata merupakan kenalan korban di media sosial Facebook. Pelaku berkunjung ke rumah korban lantaran mengetahui korban yang baru saja melahirkan seorang bayi. Saat berkunjung itulah penculikan terjadi.

Karena merasa sudah akrab, korban menitipkan anaknya ke pelaku, sementara dirinya mandi. Namun, alangkah terkejutnya korban yang mendapati pelaku sudah menghilang beserta dengan bayinya saat dirinya selesai mandi.

Berkat kesigapan pihak kepolisian, pelaku berinisial I (28) berhasil ditangkap di rumahnya di Rusun Kabil, Nongsa, pada Kamis malam, 29 Juni 2017.

4. Bayi di Serpong, Diajak ke Mal 

Penculikan bayi berusia 13 hari terjadi di sebuah mal di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat, 16 Juni 2017. Aksi penculikan itu terekam CCTV mal.

Kasus ini diketahui bermula dari pertemanan di grup Facebook. Pelaku bernama Nur (31), warga Rawamangun, Jakarta Timur, mendekati pengasuh bayi bernama Upik Tilani untuk mendapatkan kepercayaannya.

Setelah akrab, pelaku yang diketahui belum memiliki anak ini datang ke rumah korban di kawasan Serpong, lalu mengajak korban untuk berbelanja di Mal ITC BSD Serpong. Setibanya di mal, pelaku meminta korban untuk membelikan makanan di lantai dua, sambil bayi dititipkan pada pelaku.

Korban pun terkejut saat mengetahui pelaku beserta bayi yang dititipkan menghilang setelah dirinya kembali. Beruntung, empat hari kemudian polisi berhasil menangkap pelaku di rumah kontrakannya di Ciracas, Jakarta Timur.

5. Bayi di Medan, Wanita Bercadar Tawarkan Obat

Rabu 12 Oktober 2016, warga Medan digegerkan dengan kasus penculikan bayi berusia dua minggu oleh seorang wanita di rumahnya, di Jalan Benteng, Pasar IV, Medan Helvetia.

Peristiwa penculikan itu terjadi ketika Alisah (20), ibu sang bayi, sedang menjaga bayinya yang belum lama lahir tersebut bersama anak pertamanya di ruang tamu rumahnya. Tak lama kemudian, datang seorang wanita bercadar menawarkan obat gratis kepada Alisah.

Setelah berbincang-bincang, Alisah diminta untuk menyerahkan fotokopi KTP, akte lahir anaknya dan Kartu Keluarga agar didaftarkan sebagai penerima obat gratis.

Alisah pun pergi ke tukang fotokopi yang tak jauh dari rumahnya, dan menitipkan anaknya kepada pelaku. Namun, setelah kembali ke rumah untuk menyerahkan berkas yang sudah difotokopi, Alisah sudah tidak lagi melihat pelaku.

Begitu pun bayinya yang berusia dua minggu yang tadinya tertidur pulas di ruang tamu sudah hilang.

Infografik 5 Kasus Penculikan bayi Terheboh di Indonesia. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500