Jejak Narkoba Polisi, dari Pangkat Brigadir hingga Ajun Komisaris

Estimasi Baca :

Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi Anggota Polisi, Foto: pixabay.com

Kriminologi.id - Penangkapan Kepala Pos Polisi Sub Sektor Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Ipda MS pada 18 November 2017 lalu membuka tabir keterlibatan aparat dalam peredaran narkoba.

Ipda MS ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di rumah kosnya di kawasan Jakarta Pusat. Selain sebagai pengguna narkoba, ia diduga bersekongkol dengan tersangka pengedar narkoba.

Infografik Daftar Polisi Nyambi jadi Pengedar Narkoba. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Sebenarnya tidak hanya Ipda MS saja yang terlibat masalah narkoba. Menurut penelusuran Kriminologi, ada 13 anggota kepolisian di Indonesia yang ternyata juga nyambi jadi pengedar narkoba selama 2017. Berikut informasinya;

Baca: Miliki Sabu-sabu, Kapospol Ditangkap dari Hasil Pengembangan

Sumatera

Khairiza Reza anggota Polres Tebing Tinggi akhirnya ditangkap oleh anggota dari Sat Narkoba dan Propam. Penyebabnya, Reza menjadi pemasok sabu-sabu bagi salah satu penjual narkoba di Kota Tebing Tinggi.

Salah satu anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ilir II Timur, Palembang berpangkat Bripka akhirnya diringkus Ditres Narkoba Polda Sumatera Selatan. Anggota ini ditangkap lantaran menjual sabu-sabu kepada petugas kepolisian yang sedang menyamar.

Anggota Polres Pakpak Barat berpangkat Brigadir sempat buron. Pasalnya dia terlibat dalam perdagangan narkoba jenis sabe-sabu. Propam sendiri telah melakukan pemeriksaan dan memang  Brigadir ini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kepulauan Riau

Perwira Polres Bintan yang berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) dan tiga orang anggotanya diamankan oleh Propam. Mereka diduga menggelapkan barang bukti sabu-sabu hasil penangkapan Maret 2017. AKP DA yang diamankan ini menduduki jabatan sebagai Kasat Narkoba dan anggotanya berhasil mengungkap transaksi besar yang melibatkan dua bandar narkoba.

Saat itu barang bukti yang disita adalah sabu-sabu seberat 16 kilogram dan ekstasi. Namun dalam prosesnya, barang bukti itu berkurang hingga 1 kilogram sehingga muncul dugaan barang tersebut dijual kembali ke sindikat narkoba lainnya.

Baca: Oknum Kapospol Tanah Tinggi Sudah Dua Kali Transaksi Narkoba

Kalimantan

Anggota  Satres Narkoba Polresta Samarinda ditangkap oleh personil gabungan dari Polda Kalimantan Timur dan Polresta Samarinda. Barang bukti yang didapatkan dari anggota ini adalah 45 gram sabu-sabu, 3 timbangan digital, sendok penakar, 15 buku tabungan, dan uang tunai Rp 63 juta.

Papua

Seorang anggota Polres Keerom yang berpangkat Brigadir ditangkap oleh Sat Narkoba Polres Jayapura Kota karena menjual sabu-sabu pada dua orang pembeli. Sabu-sabu seberat 1 gram dijual seharga Rp 3 juta oleh pelaku.

Sulawesi

Seorang anggota Polres Toujo Unauna (Touna) berpangkat Brigadir akhirnya ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Touna. Anggota kepolisian ini telah menjual sabu-sabu selama 2 tahun. Ketika ditangkap, pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas BNNK pun harus melepaskan tembakan.

Baca: Sosok Ipda MS, Kapospol Pemilik Sabu Ternyata Jarang di Kantor

Jawa

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat menjadi pengguna sekaligus pengedar sabu-sabu ke rekan sejawatnya. Ada 8 anggota Polsek Rengasdengklok lainnya yang positif mengonsumsi narkoba.

Anggota berpangkat Aiptu ini diketahui informasinya dari hasil pengembangan ditangkapnya bandar narkoba di Bekasi yang mengaku disuplai barang oleh anggota polisi di Rengasdengklok.

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Jejak Narkoba Polisi, dari Pangkat Brigadir hingga Ajun Komisaris

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu