Jejak Peredaran Obat PCC di Indonesia

Estimasi Baca :

Ilustrasi Pil PCC, Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Pil PCC, Foto: Ist/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Peredaran obat PCC atau paracetamol, caffeine, dan carisoprodol di Indonesia mulai terkuak saat banyaknya korban jatuh di Kendari, Sulawesi Tenggara. Dalam kasus ini, korban penyalahgunaan obat PCC total berjumlah 50 orang dam 1 orang meninggal dunia.

Obat PCC sebenarnya tidak termasuk dalam golongan narkotika, namun salah satu bahan kandungannya adalah jenis obat keras yang peredarannya sudah dilarang sejak 2013. Kandungan obat carisoprodol inilah yang telah dilarang peredarannya.

Bahan baku pembuatan obat PCC yang saat ini beredar di Indonesia kebanyakan didatangkan dari India. Ini di dasarkan pada temuan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau yang berhasil menggagalkan pengiriman 12 ton zat obat-obatan yang sering disalahgunakan seperti dextromethorphan, trihexyphenidyl, dan carisoprodol.

Berdasarkan penelusuran juga diketahui bahwa zat carisoprodol tidak dilarang di India. Siapa saja dapat membelinya di apotek tanpa harus menunjukkan resep dokter. Untuk mendapatkan zat carisoprodol di India sangat mudah.

Setelah bahan baku dibeli di India akan dikirim ke Singapura dan kemudian baru dikirim ke Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Pulau Bintan sendiri sebenarnya adalah tempat transit saja, bahan obat PCC itu akan dikirim ke Jakarta dengan menggunakan truk-truk.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sulawesi Selatan, Muhammad Guntur menyatakan bahwa pada 2016 di daerah Tangerang, Banten memang pernah ada pabrik pembuatan obat ilegal namun telah ditutup.

Hingga tulisan ini dibuat, belum ditemukan adanya pabrik pembuatan obat PCC di Jakarta. Kemungkinan besar Jakarta menjadi tempat trasit bagi bahan pembuatan obat ilegal ini. Salah satu tempat yang diduga sebagai pabrik obat PCC adalah di Cimahi.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penggerebekan sebuah gudang di daerah Leuwigajah, Cimahi dan menemukan 4 ton bahan-bahan yang diduga akan digunakan untuk obat PCC dan obat ilegal lainnya. Namun ternyata Cimahi bukanlah pabrik pembuatan, tetapi hanya tempat penyimpanan.

“Mesin pembuatannya tidak ada, hanya tempat penyimpanan” ujar Wakil Kepala Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri Komisari Besar John Turman di Cimahi, 18 September 2017.

Pabrik pembuatan obat PCC justru ditemukan di daerah Purwokerto. Pabrik ini menggunakan kedok kios air minum isi ulang untuk menutupi kegiatan ilegal yang dilakukannya. Berdasarkan temuan penyidik Polri, terdapat 3 unit mesin pencetak, 1 unit mesin boiler, dan 1 unit mesin pengering.

“Bahan baku yang kami sita 4 ton di Cimahi itu dikirim ke Purwokerto untuk diproses dan dikirim ke Surabaya untuk pengemasan dan distribusi ke wilayah timur,” ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Eko Daniyanto.

Kepolisian sebelumnya juga telah melakukan penggerebekan di sebuah rumah di daerah Mulyorejo, Surabaya. Hasil temuan kepolisian, rumah ini menyimpan obat PCC dalam bentuk pil yang sudah siap edar.

Terdapat 29 ribu butir obat PCC yang ditemukan di Makassar pada 15 September 2017 dinyatakan oleh Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sulawesi Selatan, Muhammad Guntur berasal dari Jakarta.

Sehingga dapat diduga bahwa setelah dikemas di gudang Surabaya, obat PCC akan dikirim kembali ke Jakarta. Dari Jakarta kemudian dikirim ke Makassar. Setelah dari Makassar, obat PCC ini dikirim ke Papua.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar pada 18 Sepetember 2017 menyatakan dari pemeriksaan tersangka diketahui pil PCC yang masuk ke Papua berasal dari Makassar. Pengiriman pil dari Makassar ke Papua dilakukan melalui salah satu penyedia layanan pengiriman barang.

“Tersangka pengedar pil PCC di Papua sudah 3 kali menerima kiriman paket PCC dari Makassar,” jelas Irjen Boy Rafli Amar.

 

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Jejak Peredaran Obat PCC di Indonesia

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu