Jejak Peredaran Uang Palsu Sepanjang 2017

Estimasi Baca :

Dok. uang palsu. Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Dok. uang palsu. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri berhasil mengungkap pabrik uang palsu rumahan di Desa Padaulun, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Di pabrik itu ditemukan seribu lembar uang palsu siap edar pecahan Rp 100 ribu. 

Pengungkapan pabrik uang palsu rumahan ini berawal dari tertangkapnya pengedar uang palsu di halaman Rumah Sakit Mandaya Karawang pada 3 Desember 2017. Barang bukti yang turut diamankan dalam penangkapan tersebut adalah 500 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu emisi 2016.

Baca: Kronologi Pengungkapan Sindikat Uang Palsu di Jawa Barat

Begitu mudahnya mencetak dan menggandakan uang palsu, Kriminologi mencoba menelusuri pabrik dan produsen uang palsu rumahan yang terungkap selama tahun 2017. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, faktanya menunjukkan pabrik dan produsen uang palsu ada hampir di seluruh wilayah Indonesia seperti yang dapat dilihat sebagai berikut;

1. Jabodetabek

Polsek Bojonggede menangkap Achmad di rumahnya yang terletak di daerah Tajur Halang, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, Polsek Bojonggede telah menangkap dua orang pengedar uang palsu dan menurut keterangan keduanya, mereka mendapatkan uang palsu dari Achmad.

Ahmad inilah yang ditengarai sebagai produsen uang palsu dan dari tangannya diamankan 13 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu, 10 lembar uang palsu mata uang Euro, dan 5 lembar uang palsu mata uang Dollar Singapura.

Baca: Transaksi di Halaman Rumah Sakit, Pengedar Upal Diciduk

Selain itu di Bekasi, polisi mengamankan uang palsu siap edar pecahan Rp 100 ribu emisi 2016 senilai Rp 270 juta dari sebuah rumah di daerah Tambun, Bekasi. Kelima pelaku yang ditangkap polisi, tiga diantaranya adalah residivis kasus-kasus pemalsuan.

Selain menyita uang palsu siap edar, polisi juga turut mengamankan tiga unit mobil, dua dus uang palsu yang belum dipotong, satu karung surat-surat kendaraan palsu yang belum dijilid, faktur, BPKB palsu, STNK palsu, Visa palsu, SIM palsu, KTP palsu, dan surat KK palsu.

2. Jawa Tengah

Anggota Polres Rembang secara tidak sengaja menemukan seperangkat mesin cetak dan lembaran uang palsu yang belum dipotong di lantai bawah tanah sebuah rumah. Yang terletak di Desa Jurang Jero, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang. Penemuan ini terjadi saat proses pengosongan rumah milik Tasripah dan Sumani pada 31 Mei 2017. Rumah ini dieksekusi karena pemiliknya menunggak sejumlah hutang. Menurut pengakuan pelaku, mereka baru memproduksi 250 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Baca: Jelang Pilkada, Peredaran Uang Palsu Berpotensi Marak

Selain di Rembang, polisi juga menemukan sebuah pabrik uang palsu rumahan di Kawasan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang pada 17 April 2017. Sebelumnya, Polrestabes Semarang membekuk komplotan pengedar uang palsu dengan barang bukti uang palsu senilai Rp 600 juta dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Kemudian berdasarkan keterangan pelaku, polisi melakukan penggerebekan di rumah tersebut dan mendapati uang palsu siap edar senilai Rp 200 juta.

3. Jawa Timur

Tim Bandit Polrestabes Surabaya bersama dengan Polsek Karang Pilang mengungkap produksi dan perdagangan uang palsu di daerah Pasar Balongsari dan Pasar Kaputran Surabaya. Produksi uang palsu ini dilakukan dengan memfotokopi uang asli dengan menggunakan printer. Setelah itu uang tersebut ditempeli kertas kado warna ungu dan memasang pita sehingga menyerupai yang asli. Selain itu, pelaku menjual uang palsu ini ke pengedar lainnya dengan harga Rp 500 ribu untuk uang palsu senilai Rp 1,5 juta.

Baca: Pegawai Percetakan Diciduk, Terlibat Edarkan Upal di Pasaman

Pada Oktober 2017, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil membongkar sidikat uang palsu asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Uang palsu dari sindikat ini diduga telah beredar di 6 Provinsi seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Bali. Sindikat ini menjual uang palsu dengan perbandingan 1:8. Maksudnya selembar uang asli akan ditukarkan dengan 8 lembar uang palsu.

Salah satu pelaku ditangkap saat sedang bersembunyi di Gua yang terletak di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Berdasarkan hasil penangkapan ditemukan juga 313 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Menurut penuturan polisi, pelaku telah memproduksi 400 ribu lembar uang palsu namun sebelum polisi tiba dia sudah membakar uang tersebut.

Baca: Polisi Desersi Otaki Pembuatan Uang Palsu

Selain itu, Seorang pelajar sekolah menengah atas di Kabupaten Sidoarjo dibekuk karena memproduksi uang palsu pada 22 Mei 2017. Warga Desa Mirip Rowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo tertangkap saat sedang mencetak uang palsu di rumahnya.

Pelaku mengetahui cara-cara mencetak uang palsu dari tayangan video di youtube. Bermodalkan kertas HVS dan printer biasa, pelaku sudah berhasil mencetak dan mengedarkan uang palsu senilai Rp 3 juta dalam pecahan Rp 100 ribu.

4. Lampung

Rumah seorang warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan digerebek oleh anggota Dittipideksus Bareskrim Polri pada 14 Juni 2017. Pelaku yang bernama Muhammad Amin ini kedapatan memproduksi uang palsu dengan barang bukti seribu lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dan printer merek Epson L 360.

Baca: Penyuplai Uang Palsu di Pasar Pesing Berhasil Kabur Saat akan Diciduk

Amin sebenarnya adalah mantan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Salemba yang baru bebas pada April 2017. Tak jera mendekam di dalam Lapas, Amin kembali menekuni pekerjaan lamanya memproduksi uang palsu.

5. Kalimantan

Polres Sintang menggeledah rumah warga  Dusun Keburau, Desa Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang. Penggeledahan dilakukan setelah ditangkapnya dua orang warga yang kedapatan mengedarkan uang palsu. Barang bukti yang diamankan dari hasil penggeledahan tersebut adalah printer merek Canon, 30 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan 4 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu.

6. Riau

Sebuah rumah yang terletak di Simpang Puncak Jalan Lintas Duri-Dumai KM 18 Kulim, Bengkalis, Riau didatangi polisi. Polisi menangkap Juri Hamdani yang memproduksi dan mengedarkan uang palsu. Polisi menyita uang palsu senilai Rp 23 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dari tangan pelaku. Pelaku telah melakoni profesi ini sejak Mei 2017 dan tertangkap pada Juni 2017.

7. Sulawesi

Seorang anggota kepolisian berinisial AA yang bertugas di Polres Mamasa dibekuk oleh Tim Resmob Polres Pinrang, Sulawesi Selatan. Memang AA sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Sulawesi Barat karena selalu mangkir dari tugasnya. Rupanya AA memproduksi uang palsu di rumahnya yang terletak di Kampung Bulu, Kecamatan Matiro Bulu, Kabupaten Pinrang. Di rumah tersebut ditemukan satu unit printer, kertas HVS, dan sejumlah uang kertas asli.

Baca: Jaringan Pengedar Uang Palsu Beroperasi di Jabar dan Jatim

Oknum polisi ini ditangkap karena diduga menjadi otak pembuatan uang palsu yang beredar di wilayah Sulawesi Selatan. Dugaan muncul setelah ditangkapnya pengedar uang palsu dan informasi mengarah pada AA.

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Jejak Peredaran Uang Palsu Sepanjang 2017

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu