Ilustrasi Kapal Tenggelam. Foto: Pixabay.com

Kapal Tenggelam Saat Mudik Hampir Setiap Tahun, Jolloro Paling Ngeri

Estimasi Baca:
Minggu, 17 Jun 2018 20:05:45 WIB

Kriminologi.id - Peristiwa tenggelamnya kapal angkutan Lebaran hampir setiap tahun terjadi sejak tahun 2016. Kasus yang paling mengerikan pada Kapal Jolloro yang tenggelam di perairan Makassar, Sulawesi Selatan, pada 13 Juni 2018. 

Tercatat 13 penumpang meninggal dunia dan sisanya belum ditemukan. Kapal rakyat yang berangkat dari Pulau Barrang Lompo menuju Pelabuhan Paotere karam karena kelebihan muatan. Kapal itu mengangkut 73 penumpang. 

Kapal yang sebenarnya diperuntukkan membawa belasan penumpang saja namun dipaksakan mengangkut penumpang sebanyak itu. Momen mudik hari raya memang mengakibatkan lonjakan penumpang kapal. 

Momentum ini dianggap sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghapus angka kecelakaan laut itu?

Karamnya kapal Jolloro menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya masih belum ditemukan. Berdasarkan penelusuran kriminologi.id sejak 2016 hampir setiap tahunnya ada kapal yang tenggelam saat mengangkut penumpang yang mudik.

Pada tahun 2017, Kapal Express Bahari C-9 mengangkut 360 orang penumpang tenggelam di Perairan Pulau Kalosot, Sumenep, Jawa Timur.

Kapal yang digunakan sebagai kendaraan dalam program mudik gratis yang bertolak dari Jangkar, Situbondo menuju Raas Sumenep tersebut tenggelam diduga karena tersangkut karang.

Insiden yang terjadi pada 17 Juni 2017 tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa. Sebab posisi tenggelamnya kapal mendekati pelabuhan tujuan sehingga evakuasi dapat segera dilakukan menggunakan kapal-kapal nelayan setempat.

Seluruh penumpang dapat diselamatkan. Pada tahun 2016 kapal penumpang dengan rute Toboali, Bangka Belitung tujuan Sibur, Sumatera Selatan tenggelam di Perairan Maspari Palembang pada 4 Juli 2016.

Kapal tersebut tenggelam karena dihantam gelombang sangat tinggi sehingga kapal bermuatan 11 orang penumpang tersebut mengalami kebocoran sehingga air masuk ke dalam kapal.

Insiden tenggelamnya kapal tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan beberapa orang sempat hilang. Penumpang sisanya dilarikan ke rumah sakit karena membutuhkan perawatan medis.

Peristiwa kecelakaan moda transportasi laut, khususnya kapal pengangkut penumpang mudik yang berulang setiap tahunnya harus menjadi catatan bagi pemerintah dan pihak swasta pengelola angkutan laut.

Perlu dilakukan pemeriksaan dan pengawasan secara ketat terhadap jumlah penumpang dan kapasitas kapal. Selain itu, pemeriksaan terhadap kelayakan kapal untuk berlayar dan mengangkut penumpang juga perlu dilakukan agar tidak ada kecelakaan kapal yang disebabkan tidak berfungsinya mesin atau peralatan kapal dengan baik.

Sehingga peristiwa tenggelamnya kapal yang mengangkut penumpang mudik tidak terulang lahi di tahun mendatang.

KOMENTAR
500/500