Suasana pemakaman mantan Wakapolda Sumut Agus Samad. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kasus Mantan Wakapolda Sumut Mirip Kematian Direktur CIA dan Agen KGB

Estimasi Baca:
Rabu, 7 Mar 2018 12:05:00 WIB

Kriminologi.id - Seorang mantan agen intelijen Rusia Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) Oleg Erovinkin ditemukan tewas tak wajar di dalam mobilnya. Begitu juga dengan mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat, William E. Colby meninggal tidak biasa. 

Kedua kasus kematian dua petinggi intelijen Rusia dan Amerika Serikat ini mirip dengan tewasnya mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara atau Wakapolda Sumut Kombes Pol Agus Samad yang tidak wajar dan motifnya masih misterius. Purnawiran berpangkat tiga kembang melati emas ini juga kariernya lebih banyak di bidang intelijen kepolisian. 

Polisi masih belum memutuskan motif tewasnya mantan Irwasda Polda Jawa timur yang ditemukan di rumahnya Perumahan Bukit Dieng Permai Blok MB 9, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur dengan kondisi mengkhawatirkan pada Sabtu, 24 Februari 2018.    

Kembali ke Oleg Erovinkin yang bergabung dengan badan intelijen Rusia (KGB)  sejak tahun 1976.  Erovkin ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir di jalanan Moskow, Rusia pada 26 Desember 2016 lalu. Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) terlalu lama merilis penyebab kematian Erovinkin yang menyebutnya karena serangan jantung.

Durasi yang terlampau lama saat mengumumkan hasil investigasi  kematian Erovinkin dan penyebab kematian yang menimbulkan kejanggalan masyarakat. Publik tidak percaya dan menolak mentah-mentah hasil tersebut. Justru publik percaya bahwa Erovinkin dibunuh karena diduga telah membocorkan dokumen-dokumen penting Rusia kepada seorang mantan agen intelijen Inggris MI6 yang bernama Cristopher Steel. 

Baca: Sosok Misterius Mantan Wakapolda Sumut, Bermula dari Intelijen Negara

Seperti yang disebut dalam telegraph.co.uk Erovinkin disebut-sebut sebagai penghubung antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Perdana Menteri Igor Sechin. Posisi strategis ini membuat Erovinkin banyak menyimpan rahasia negara.

Pada tahun 1990, Erovinkin bekerja di bawah staf kepresidenan Rusia atau Russian Presidential Administration yang bertugas untuk mengawasi prosedur keamanan. Selanjutnya Erovinkin bekerja melayani Perdana Menteri Igor Sechin.

Setelah selesai menjabat sebagai perdana menteri, Sechin yang menjabat sebagai CEO sebuah perusahaan minyak raksasa menarik Erovinkin di perusahaan raksasa tersebut.

Soal kecurigaan publik yang menduga Erovinkin dibunuh karena membocorkan rahasia penting kepada intelijen Inggris M16, Cristopher Steel itu bukan pepesan kosong. Dugaan ini muncul karena Steel pernah menulis bahwa pada Juli 2016 terjadi pertemuan rahasia antara Igor Sechin dengan penasihat kebijakan luar negeri Donald Trump yaitu Carter Page di Moskow.

Seperti dilansir thedailybeast.com keduanya diduga membahas kerjasama bilateral di bidang energi antara Amerika Serikat dan Rusia. Bersamaan dengan itu juga dibahas jika Trump terpilih maka sanksi ekonomi Ukraina terhadap Rusia akan dicabut.

Baca: Prasangka Buruk Istri Mantan Wakapolda Sumut, Suara Aneh dari Telepon

Tidak hanya itu, Sechin juga menawarkan diri sebagai broker untuk saham perusahaan minyak Rosneft sebesar 19 persen. Dugaan Erovinkin dibunuh semakin menguat sebab Steel mempublikasikan tulisannya pada awal Desember 2016 dan mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi dari orang dekat Sechin.

Tak lama informasi itu beredar luas di publik, Oleg Erovinkin ditemukan tewas. Serupa dengan kematian mantan agen KGB yang masih misterius, tewasnya mantan Direktur Badan Intelijen Pusat  CIA (Central Intelligence Agency)  William E Colby juga memunculkan begitu banyak pertanyaan.

Seperti yang dilansir dari hufftingtonpost.com William E Colby adalah mantan Direktur CIA dan juga pionir dalam perang melawan pemberontakan atau counterinsurgency warfare. Colby menjalankan operasi rahasia pada antara tahun 1950-an hingga berakhirnya perang Vietnam tahun 1975.

Colby mendapatkan perintah Kongres untuk memberikan informasi sebagai hasil Komite Gereja pada tahun 1975. Namun, rekan kerja Colby menganggap sebagai bentuk pengkhianatan besar-besaran. Akhirnya pada tahun 1975, Colby dipecat dari CIA dan digantikan oleh George W. Bush yang belakangan menjadi Presiden Amerika.  

Pada tahun 1996, Colby melakukan perjalanan dengan Kano seorang diri dari Baltimore menuju Bali. Ketika keluarga kehilangan kontak dengan Colby, pencarian segera dilakukan. Colby hilang saat melintasi Sungai Potomac di Maryland, Amerika Serikat.

Baca: Jejak Suram Avanza Hitam di Depan Persemayaman Mantan Wakapolda Sumut

Polisi setempat menyatakan bahwa Colby tewas tenggelam yang menimbulkan kontroversial karena jasadnya belum ditemukan. Jasad korban ditemukan pada tanggal 27 April 2016 di aliran Sungai Potomac di Maryland. Muncul beragam dugaan soal kematian Colby tersebut. Ada yang menuduh kalau Colby melakukan bunuh diri karena penderitaan masa lalunya. Namun isu tersebut telah dibantah keluarganya.  

Infografik Daftar Peristiwa Kematian Mantan Agen Intelijen. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Saat itu hasil forensik memang menunjukkan bahwa Colby meninggal akibat tenggelam dan mengalami hipotermia. Sebelumnya Colby mengalami insiden saat bermain Kano.  

Tudingan bahwa Colby melakukan bunuh diri juga gencar terdengar, mereka menganggap bahwa Colby menderita karena masa lalunya. Tetapi hal tersebut dibantah oleh pihak keluarga Colby.

Teka-teki bagaimana cerita Colby tenggelam dalam air pun tidak terungkap. Hasil autopsi hanya menunjukan adanya gejala Aterosklerosis atau dikenal dengan Vaskuler Arteriosclerotic (ASVD) yang dapat menyebabkan serangan jantung.

Namun hasil autopsi tersebut tidak menjelaskan apakah Colby mengalami serangan jantung hingga akhirnya terjatuh dari Kano.

Kematian janggal mantan agen intelijen dunia ini ternyata memiliki kemiripan dengan kasus mantan Wakapolda Sumatera Utara, Agus Samad. Sebelum menjabat sebagai Wakapolda Sumut, Agus Samad banyak berkiprah di bidang intelijen kepolisian.

Baca: Kematian Mantan Wakapolda Sumut, Pembunuhan yang Direkayasa?

Agus Samad ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Kaki terikat tali rafia yang ujungnya terhubung ke pagar balkon lantai tiga. Polisi juga menemukan racun serangga dan silet di dekat lokasi kejadian.

Walaupun ditiemukan cairan racun di dalam tubuhnya dan sayatan pada pergelangan tangan, akan tetapi bukan menjadi penyebab kematian Agus Samad. Berdasarkan hasil autopsi dokter forensik menunjukkan bahwa penyebab kematian pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Utara itu karena tulang rusuk patah yang menusuk jantung.

Kejanggalan lain muncul dari kesaksian Suhartatik, istri Agus Samad yang mendengar suara aneh dari ujung telepon suaminya. Vokal suara berbeda terdengar dari telepon yang kemudian putus tiba-tiba. Setelah itu, telepon suaminya tidak bisa dihubungi. 

Kecurigaan berikutnya pada sebuah mobil Avanza berwarna hitam yang tertangkap kamera CCTV melintas menuju rumah Agus Samad malam sebelum ditemukan meninggal secara tidak biasa. Begitu banyak kejanggalan ditemukan dalam kasus Agus Samad hingga saat ini polisi belum berani memutuskan apakah motifnya bunuh diri atau pembunuhan.

Apakah mungkin karena kedekatan Agus Samad dengan dunia intelijen sehingga hidupnya berakhir tragis seperti mantan Direktur Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat, William E Colby dan mantan agen KGB intelijen Rusia Oleg Erovinkin? SM 

KOMENTAR
500/500