Kecelakaan Lalu Lintas Saat Ramadan Meningkat, Waspada Jelang Berbuka

Estimasi Baca :

Ilustrasi kecelakaan. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi kecelakaan. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Kecelakaan maut yang terjadi di jalur Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah pada 20 Mei 2018 menjadi kecelakaan maut pertama yang terjadi saat umat Islam melaksanakan ibadah puasa. Truk pengangkut gula yang melaju dari arah Purwekerto menuju Jakarta menabrak 13 sepeda motor, 1 mobil, dan 5 bangunan. Kecelakaan maut itu menyebabkan 12 orang tewas.

Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 15.50 WIB dan penyebabnya adalah rem blong sehingga truk tidak dapat dikendalikan. Supir truk tersebut akhirnya panik dan justru menabrakkan truk ke arah rumah-rumah penduduk di mana saat itu masyarakat sekitar sedang ngabuburit.

Selama 3 tahun terakhir, Kepolisian Dubai seperti yang dilansir dari khaleejtimes.com  menyatakan bahwa kecelakan lalu lintas yang paling sering terjadi selama Ramadan adalah saat menjelang berbuka puasa.

Seringkali para pengendara kendaraan bermotor tergesa-gesa pulang agar bisa sampai tepat waktu dan berbuka puasa dengan keluarga maupun kerabatnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Edward J Langford dkk melihat pasien yang masuk karena kecelakaan baik yang beragama Islam maupun non-Islam mulai dari 15 hari sebelum bulan Ramadan hingga 15 hari setelah bulan Ramadan.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan jumlah pasien muslim yang masuk ke rumah sakit karena kecelakaan selama Ramadan.

Tulisan Langford dkk berjudul The Effect of the Fast Ramadan on Accident and Emergency Attendances yang dipublikasikan dalam Journal of the Royal Society of Medicine Volume 87 tahun 1994 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kedatangan pasien muslim akibat kecelakaan selama bulan Ramadhan.

Puncaknya terjadi saat 15 hari pertama di bulan Ramadan yaitu meningkat hingga 17 persen.

Kecelakaan lalu lintas yang meningkat selama bulan Ramadan juga dipengaruhi oleh kondisi tubuh manusia yang sedang menjalankan puasa. Menjalankan ibadah puasa memang akan mempengaruhi kondisi organ-organ tubuh seseorang apalagi ketika menjalankan puasa di musim panas atau kemarau.

Menjalankan puasa di musim panas atau musim kemarau dapat menyebabkan tubuh manusia lebih mudah mengalami dehidrasi atau kekurangan kandungan air di dalam tubuh.

Seperti yang dilansir dari roadsafetyUAE.com berpuasa di musim panas atau kemarau juga akan lebih mudah menyebabkan kandungan gula darah menjadi rendah. Dampak gula darah yang rendah akan berpengaruh pada menurunnya perhatian, konsentrasi, dan reaksi menjadi lebih lamban.

Selain itu, Nur Adilah Masismadi dkk menyatakan bahwa pola aktivitas yang berubah selama bulan Ramadhan juga mempengaruhi turunnya tingkat konsentrasi sesorang. Tulisan Masismadi yang dipublikasikan dengan judul Ramadan Fasting and the Prospensity for Learning Is There a Cause for Concern menyebutkan selain turunnya tekanan gula darah di dalam tubuh, ada beberapa aktivitas selama Ramadan yang berpengaruh pada turunnya konsentrasi seseorang saat berpuasa.

Misalnya berkurangnya waktu tidur karena digunakan untuk sahur dan menjalankan ibadah lainnya, perubahan mood yang cepat, dan terbatasnya asupan makanan maupun minuman yang masuk juga dapat menyebabkan perasaan mudah lelah.

Oleh karena itu, saat mengendarai kendaraan bermotor tidak perlu tergesa-gesa karena pada dasarnya konsentrasi orang yang menjalankan puasa sedang menurun.

Sehingga selama berkendara di jalan raya sebaiknya orang yang sedang menjalankan puasa berusaha untuk selalu fokus, meningkatkan kewaspadaan, dan menghindari hal-hal yang mengganggu konsentrasi seperti bermain ponsel saat menyetir. Hal ini akan meminimalisir kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama Ramadan.

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Kecelakaan Lalu Lintas Saat Ramadan Meningkat, Waspada Jelang Berbuka

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu