logo Bandung. Ilustrasi: Dwiangga Perwira

Kejahatan di Bandung dalam 2 Pekan, Begal dan Penembakan

Estimasi Baca:
Minggu, 9 Sep 2018 07:00:57 WIB

Kriminologi.id - Beberapa waktu belakangan ini, aksi kejahatan jalanan terhitung sudah berkali-kali terjadi di Bandung dalam jangka waktu yang relatif singkat. Hal ini membuat Bandung menjadi sorotan pemberitaan, terutama terkait kejahatan jalanannya.

Sebagai upaya pencegahan, jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung sempat melakukan Operasi Tiga Hari guna menjaring pelaku kejahatan jalanan. Dalam operasi yang dilaksanakan dari tanggal 16 hingga 18 Juli 2018 itu, jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil meringkus lima pelaku begal, berdasarkan lima laporan yang diterima polisi. 

Mereka yang terjaring masing-masing berinisial AD (28), IDP (18), DB (27), AA (28) dan JB (26). Kelima pelaku yang terjaring itu terpaksa ditembak kakinya karena mencoba melawan saat akan ditangkap.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kelima pelaku merupakan orang-orang lama yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat dan kerap membuat onar di wilayah Bandung Raya. Dari lima pelaku, sebanyak dua pelaku telah melakukan aksi begal 10 kali. Sedangkan lainnya telah beraksi 15 kali.

Sebelumnya, pada 14 Juli 2018, jajaran Polres Cimahi juga berhasil menangkap pelaku begal berinisial AH yang sebelumnya telah beraksi sebanyak 50 kali. Selama menjalankan aksinya, AH kerap berkeliling mencari sasaran dengan bersenjatakan beberapa bilah pisau. Sebelum ditangkap, AH sempat buron selama beberapa bulan.

Melihat fenomena kejahatan jalanan di Bandung, Kriminologi.id mencatat ada lima kasus terjadi di beberapa wilayah di Bandung selama kurun waktu dua pekan terakhir. Empat di antaranya adalah kasus begal, sementara satu lainnya adalah kasus penembakan misterius.

1. Begal di Jalan Jakarta, 22 Agustus 2018

Kristoforus Jedikson (23) dan temannya Irwan, menjadi korban pembegalan saat hendak membeli nasi goreng di depan Biliar Jakarta yang terletak di Jalan Jakarta no. 21 Kacapiring, Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat. Insiden itu terjadi pada Rabu dini hari, 22 Agustus 2018, sekitar pukul 01.30 WIB.

Beruntung kedua korban bisa melarikan diri dengan beberapa luka setelah sempat melakukan perlawanan. Namun, satu unit motor Supra X milik korban berhasil dirampas oleh para pelaku yang berjumlah empat orang.

Aksi kejar-kerjaran sempat terjadi antara korban dan pelaku. Korban Kris mengaku ketika itu kabur ke Jalan Anyer yang berjarak sekitar 200 meter dari Biliar Jakarta. Sembari lari, Kris berteriak-teriak meminta pertolongan.

2. Begal di Kawasan Arcamanik, 22 Agustus 2018

Aksi begal terjadi di kawasan Arcamanik, Bandung, dan sempat viral di media sosial dari akun instagram @seputarbandungdotcom. Berdasarkan unggahan dari akun @abndulazizmaulana, terdapat potongan video dengan judul 'BAHAYA BEGAL Terjadi di Kawasan Arcamanik'. Keterangan dalam video menyebutkan aksi begal tersebut terjadi di kawasan Arcamanik pada malam Takbiran pada Rabu, 22 Agustus 2018, sekitar pukul 02.30 WIB.

Berdasarkan informasi dari @abndulazizmaulana yang ikut menolong korban, ia menceritakan, saat itu motor korban Satria FU melaju dalam keadaan kencang. Korban sudah merasa janggal seperti diintai enam orang menggunakan empat motor.

Saat di TKP, korban dihadang salah satu pelaku dan ban depannya ditendang hingga korban tersungkur. Tak berhenti di sana, korban pun dipukul pelaku menggunakan balok dan motornya direbut lalu dibawa kabur pelaku.

3. Begal di Depan Mapolrestabes Bandung, 22 Agustus 2018

Dua pelaku begal nekat beraksi saat Idul Adha pada Rabu, 22 Agustus 2018, di depan taman Vanda yang jaraknya berada dalam radius 10 meter dari Markas Polrestabes Bandung. 

Dua pelaku bernama Ricardo Ferino alias Rino dan Fadhil Ihza Maulana tertangkap anggota Reskrim Polsek Lengkong, 10 jam setelah kejadian.

Para pelaku yang melakukan aksinya pukul 05.00 dini hari itu mengaku tak berniat mengambil motor korban bernama Adhi Maulana Rafli. Pelaku Rino mengaku tengah gelap mata saat melakukan aksinya lantaran kesal korban menghalangi jalannya. Pelaku mengejar, menendang, lalu mengambil motor korban.

4. Begal di Jalan Layang Pasupati, 30 Agustus 2018

Shanda Puti, seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Bandung menjadi korban begal di jalan layang Pasupati, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis dini hari, 30 Agustus 2018. Saat itu, Shanda dibonceng temannya berinisial E. 

Korban terlempar dari motor dan mengguling di aspal usai mempertahankan tas yang ditarik begal saat kendaraan yang ditumpanginya melintasi turunan jalan layang. Sedangkan, temannya yang mengendarai motor hanya mengalami luka ringan.

Akibat terjatuh di jalan layang, korban mengalami kritis karena pendarahan di bagian kepala belakang. Pendarahan itu disebabkan benturan keras dengan aspla. Setelah sempat dirawat di RS Boromeus Bandung, korban akhirnya meninggal pada Jumat dini hari, 31 Agustus 2018.

5. Penembakan Misterius di Tol Pasteur, 31 Juli 2018

Peristiwa penembakan terjadi tidak jauh dari Pintu Tol Pasteur pada Jumat malam, 31 Agustus 2018. Penembakan yang dilakukan pria tak dikenal itu mengakibatkan Hani, salah seorang penumpang rombongan dalam mobil Toyota Avanza dengan nopol B 1963 PYZ, mengalami luka tembak.

Sebelum peristiwa penembakan, mobil rombongan Hani tiba di Shelter Café dan Bar Jalan Sulanjana Nomor 14, Tamansari, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat, pukul 22.30 WIB. Tak berapa lama, dua rekan Hani, yakni Salim dan Mahmudi, terlibat pertengkaran dengan dua orang tak dikenal di parkiran. Namun berhasil dilerai oleh penjara parkir.

Saat rombongan Hani meninggalkan kafe dan hendak pulang ke Purwakarta pada pukul 03.40 WIB, baru beberapa meter di Pintu Tol Pasteur, orang tidak dikenal menembak dari arah belakang.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500