Ilustrasi taksi online. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kejahatan di Taksi Online, Sopir dan Penumpang Bisa Jadi Korban

Estimasi Baca:
Minggu, 29 Apr 2018 09:00:42 WIB
Penggunaan akun palsu menjadi modus yang paling sering terjadi.

Kriminologi.id - Aksi kejahatan yang melibatkan taksi online kembali terjadi. Dalam kasus ini, pelakunya bisa sang sopir maupun penumpang. Namun, biasanya modus yang digunakan memiliki kesamaan. Modus yang kerap digunakan adalah dengan menggunakan akun palsu. Dengan kata lain, identitas sopir atau penumpang berbeda dengan identitas yang tertera di akun aplikasi.

Kasus terbaru menimpa seorang penumpang bernama Sansan (24) yang menjadi korban aksi perampokan sekaligus penyekapan oleh sopir taksi online pada Senin, 23 April 2018, sekitar pukul 06.30 WIB.  Aksi perampokan dan penyekapan itu bermula saat Sansan memesan taksi online dari Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, menuju Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Berdasarkan proses penyelidikan kepolisian, diketahui aksi para pelaku, yakni Lidi (27), Suherman (24) dan Apriandi (24), menggunakan modus berpura-pura menjadi sopir taksi online Grabcar memakai akun milik ayah tiri Lidi.

Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, pengungkapan aksi kejahatan yang melibatkan taksi online dengan modus akun palsu tidak hanya kali ini saja terjadi. Setidaknya ada 3 kasus modus akun palsu lainnya yang pernah terungkap.

1. Pembunuhan Sopir Tri Widyantoro

Pada kasus perampokan dan pembunuhan terhadap sopir taksi online Go Car Tri Widyantoro (43), modus akun palsu digunakan oleh para pelaku. Korban mendapat pesanan dari seseorang dengan akun atas nama Ali Suhendra pada 15 Februari 2018. Namun ternyata diketahui nama tersebut bukanlah nama sebenarnya.

Pada kasus ini, pelaku berjumlah 4 orang yang masih berusia 19-22 tahun. Seorang mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Sumatera Selatan, Tyas Dryantama, menjadi otak dalam aksi kejahatan ini. Pelaku lainnya adalah Bayu, Poniman dan Hengky yang ditembak mati karena melawan polisi saat ditangkap.

Pengungkapan kasus ini berawal dari ditemukannya jasad Tri Widyantoro di rawa-rawa di kawasan Tanjung Api-api, Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Jumat, 30 Maret 2018, sekitar pukul 13.00 WIB. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengerikan, yakni berupa tulang belulang setelah satu bulan menghilang.

2. Perampokan Karyawati Bank BRI

Modus menggunakan akun palsu dilakukan oknum sopir taksi Uber bernama Aldy Erlangga saat melakukan aksi kejahatannya. Aldy merampok karyawati Bank BRI Cabang Setia Budi, Bandung, dengan menggunakan akun rekannya bernama Helmi.

Akun milik Aldy diketahui telah dibekukan (suspend) oleh perusahaan sehingga dia menggunakan akun rekannya. Aldy merampok Mega Anisa, penumpangnya sendiri, pada Rabu malam, 17 Januari 2018. Pelaku memborgol kedua tangan Mega agartidak bisa kabur dan terus memberikan ancaman. 

Beruntung Mega berhasil lolos saat kendaraan yang ditumpanginya menunggu antrian di pintu keluar Gerbang Tol CIleunyi, Bandung, Jawa Barat. Ia loncat keluar mobil dengan borgol yang masih melingkar di tangan. Mega ditolong petugas penjaga pintu tol yang mengantarkannya ke kantor Patroli Jalan Raya (PJR).

3. Pembunuhan Sopir Mulud

Modus kejahatan pada sopir taksi online dengan akun palsu juga menimpa Mulud (63). Sopir taksi online Grab itu dibunuh enam orang yang berpura-pura menjadi penumpang. Korban menerima pesanan sejauh 52 KM dari akun bernama Vino pada Sabtu, 16 Desember 2017.

Peristiwa yang menimpa pensiunan pegawai negeri sipil itu berawal dari masuknya pesanan dari akun bernama Vino, yang berlokasi di Villa Asia Bojonggede dengan tujuan ke kebun teh Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat. Ternyata akun atas nama Vino itu merupakan akun palsu yang digunakan YA dan rekan-rekannya untuk melancarkan aksi kejahatannya tersebut.

Saat tiba di kawasan Leuwiliang, pelaku meminta korban untuk istirahat. Korban pun kemudian tertidur di jok sopir mobil merek Datsun GO. Pelaku De kemudian menusukkan pisau badik ke tubuh korban.

Mayat Mulud dibuang di wilayah perkebunan di Jalan Raya Cisolok Lampungharja, Sukabumi, Jawa Barat, dan ditemukan warga pada Senin, 25 Desember 2017.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500