Pixabay

Kejahatan Jalanan di Sukabumi Meningkat, Didominasi Pengeroyokan

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 11:55:33 WIB

Kriminologi.id - Kasus kejahatan jalanan di Kota Sukabumi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal itu terlihat dari pelimpahan kasus dari Polres Sukabumi Kota.

"Dari Januari hingga Juli 2018 ada 18 kasus kejahatan jalanan yang seluruhnya sudah berkekuatan hukum tetap. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 ada peningkatan sekitar lima persen," kata Kepala Kejari Kota Sukabumi Ganora Zarina di Sukabumi, Senin, 3 September 2018.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat kasus kejahatan jalanan di Sukabumi mengalami peningkatan.
Beberapa di antaranya adalah pergaulan dan peredatan obat keras ilegal serta narkoba.

Tidak hanya itu, banyak juga pelaku kejahatan jalanan masih berstatus pelajar, yang tergabung dalam geng motor. Dari kasus kejahatan tersebut, yang mendominasi adalah pengeroyokan dan penganiayaan.

Zarina mengungkapkan, pihaknya tak lupa memberikan apresiasi kepada Polres Sukabumi Kota yang mengungkap dan menangkap para pelaku kejahatan karena aksinya meresahkan masyarakat.

Mayoritas pelaku, yang ditangkap kemudian kasusnya dilimpahkan hingga diputus hakim di Pengadilan Negeri, Ia menjelaskan, usianya masih muda. Bahkan cukup banyak usianya di bawah 30 tahun ini. 

Mengenai motifnya pun berbeda. Menurut dia, ada yang dikarenakan permusuhan antargeng motor, balas dendam, salah paham hingga ada juga permasalahan sepele.

"Kasus kejahatan jalanan ini juga ada kaitannya dengan peredaran obat keras dan narkoba, ternyata sebelum melakukan penyerangan maupun penganiayaan pelakunya mengonsumsi terlebih dahulu barang haram tersebut," ujar Zarina.

Sementara Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, dalam penanganan kasus kejahatan jalanan pihaknya tidak main-main. Bahkan pelaku yang ditangkap akan terus dilanjut perkara hukumnya sampai ke pengadilan.

"Tindakan tegas ini kami lakukan untuk memberikan efek jera dan siapa pun yang akan melakukan sekecil apa pun kejahatan akan berpikir ulang. Tujuan akhirnya untuk membuat masyarakat tidak resah dan tetap merasa aman dalam melakukan aktivitas kapan pun," katanya. 

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500