Pixabay.com

Kekerasan Terhadap Perempuan di Aceh Meningkat, Ada 1,791 Kasus

Estimasi Baca:
Jumat, 4 Mei 2018 07:00:50 WIB

Kriminologi.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh menyebutkan kasus kekerasan terhadap perempuan anak mengalami peningkatan setiap tahunnya di daerah setempat. Dari 939 kasus pada 2015, menjadi 1.791 pada 2017.

"Peningkatan jumlah kasus ini sesuai dengan kasus yang dilaporkan dan tercatat di lembaga pemberi layanan seperti P2TP2A, unit PPA Polda, Polres se-Aceh dan lembaga layanan lainnya," kata Sekretaris DP3A, T Syarbaini di Banda Aceh, Kamis, 3 Mei 2018, seperti dilansir Antara.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela membuka pelatihan jurnalisme sensitif gender bagi sumber daya manusia media cetak di Provinsi Aceh. Kegiatan tersebut diikuti puluhan wartawan dari berbagai media yang ada di Banda Aceh.

Syarbaini menyebutkan kasus kekerasan perempuan dan anak pada tahun 2015 tercatat 939 kasus, tahun 2016 1.648 kasus dan pada tahun 2017 sebanyak 1.791 kasus.

Lebih rinci ia menyebutkan kasus yang paling dominan pada tahun 2017 terkait kekerasan psikis terhadap perempuan dengan laporan 359 kasus, KDRT 316 kasus dan kekerasan fisik 255 kasus.

Sementara untuk kasus kekerasan terhadap anak didominasi kasus psikis 399 kasus, pelecehan seksual 240 kasus dan kekerasan fisik 165 kasus.

"Kami meyakini kasus kekerasan perempuan dan anak ini lebih banyak dibanding yang dilaporkan sebab banyak pelaku merupakan orang terdekat, sehingga kelurga tidak melaporkan kejadian tersebut" katanya.

Pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat agar dapat melaporkan terhadap kasus kekerasan yang terjadi kepada perempuan dan anak dalam upaya memberikan perlindungan hukum dan pemulihan korban.

"Kami juga terus berupaya meningkatkan kemampuan pendamping dan merangkul berbagai komunitas dalam meningkatkan sosialiasi dan pemahaman hukum kepada masyarakat," katanya.

Kepala Bidang Fasilitasi, partisipasi media elektronik dan sosial, Budi Hartono mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membantu para pekerja media untuk memahami dan mengenali serta mampu menganalisis antara perempuan dan laki-laki secara lebih seimbang.

KOMENTAR
500/500