Ilustrasi kapal terbakar, foto: pixabay

Kelalaian Manusia Dominasi Rentetan Kecelakaan Transportasi Laut

Estimasi Baca:
Rabu, 20 Jun 2018 06:05:40 WIB

Kriminologi.id - Insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin, 18 Juni 2018, kemarin memperpanjang catatan buruk transportasi laut di Indonesia.

Kapal yang diketahui mengangkut 80 penumpang itu dilaporkan tenggelam setelah kapal oleng akibat pengaruh cuaca buruk angin kencang dan ombak yang besar. Per tanggal 19 Juni 2018, setidaknya 29 penumpang dilaporkan selamat. Hingga kini upaya pencarian penumpang yang hilang masih terus dilakukan.

Sebelumnya, insiden kapal tenggelam juga menimpa KM Arista yang mengangkut 73 penumpang di perairan Makassar, Selat, Gusung, Sulawesi Selatan, pada Rabu 13 Juni 2018. Dalam peristiwa ini, sebanyak 16 penumpang dilaporkan meninggal dunia.

Sebagai negara kepulauan, transportasi laut memang menjadi salah satu sarana andalan untuk melakukan mobilisasi massal masyarakat Indonesia. Namun demikian, insiden kecelakaan transportasi laut masih terus berulang.

Infografik Penyebab Utama Kecelakaan Transportasi Laut. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Menelusuri dari berbagai kasus kecelakaan transportasi laut yang pernah terjadi, Kriminologi.id merangkum tiga penyebab utama kecelakaan transportasi laut. Dari berbagai kasus, faktor kesalahan atau kelalaian manusia menjadi penyebab yang paling signifikan.

1. Kapasitas Berlebih

Jumlah penumpang yang melebihi kapasitas kapal menjadi salah satu penyebab terbesar insiden tenggelamnya kapal laut di Indonesia. Hampir sebagian besar kecelakaan laut yang terjadi, kapal yang terlibat kecelakaan tercatat mengalami kelebihan kapasitas penumpang. Kapasitas muatan berlebih bisa terjadi karena adanya kelalaian nahkoda kapal dan juga pihak pengawas pelabuhan.

Yang terbaru adalah pada insiden tenggelamnya KM Arista di perairan Makassar beberapa waktu yang lalu. Selain KM Arista, masalah kelebihan muatan juga menjadi penyebab dari beberapa insiden kecelakaan kapal laut lainnya.

Sebagai contoh, tenggelamnya KM Teratai Prima yang menewaskan 334 penumpangnya di perairan Tanjung Baro, Sulawesi Barat, pada 11 Januari 2009 dan KM Digoel yang menyebabkan 84 penumpang meninggal dan 100 lainnya menghilang di perarian Arafuru pada 8 Juli 2005.

2. Kebakaran Kapal

Kebakaran kapal juga tercatat menjadi penyebab kecelakaan transportasi laut. Salah satu insiden kecelakaan yang memilukan dialami KM Levina I saat melakukan pelayaran dari Jakarta menuju Pulau Bangka pada 22 Februari 2007. KM Levina I mengalami kebakaran hebat saat berjarak sekitar 110 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Priok. Dari insiden ini, setidaknya sebanyak 89 penumpang meninggal dunia.

Dari hasil penyelidikan, kebakaran dimulai dari sebuah truk yang diyakini membawa bahan kimia di dek mobil. Insiden ini juga disimpulkan akibat dari kelalaian operator pelabuhan, yakni tidak adanya pemeriksaan dokumen kapal sebelum keberangkatan.

Kebakaran juga pernah dialami KM Zahro Express di perairan Teluk Jakarta pada 1 Januari 2017. Tercatat sebanyak 23 meninggal dunia, 17 lainnya dinyatakan hilang. Sementara 194 penumpang lainnya selamat. Sejumlah laporan menyebutkan api berasal dari hubungan arus pendek pada generator. 

3. Cuaca Buruk

Cuaca buruk juga sering kali menjadi penyebab terjadinya kecelakaan laut. Badai, gelombang yang tinggi, arus yang besar, serta kabut yang membatasi jarak pandang adalah beragam penyebab kecelakaan akibat faktor cuaca.

Tenggelamnya KM Sinar Baru di perairan Danau Toba beberapa waktu yang lalu dipengaruhi cuaca buruk. Kapal oleng karena diterjang angin kencang dan ombak yang besar.

Cuaca buruk juga menjadi penyebab tenggelamnya KM Teratai Prima di perairan Tanjung Baro, Sulawesi Barat, pada 11 Januari 2009 silam. Angin puting beliung menyebabkan gelombang setinggi 2 meter sehingga menerjang kapal hingga karam.

Pada kasus tenggelamnya KM Teratai Prima, nahkoda kapal sebetulnya sudah mendapat peringatan terkait cuaca yang buruk, namun tetap memutuskan berlayar.

Di tahun yang sama, KM Damai Express 10 juga tenggelam di perairan Riau akibat pengaruh cuaca buruk. Gelombang yang tinggi dan arus yang besar menyebabkan kapal rusak. Sebanyak 28 penumpang meninggal dari insiden tersebut. Sementara 12 penumpang lainnya dinyatakan hilang dan puluhan lainnya luka-luka.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500