Ilustrasi gantung diri. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Kisah 5 Pemain Sepak Bola Tewas Gantung Diri, Karier Redup Hingga Anak

Estimasi Baca:
Minggu, 24 Jun 2018 07:05:29 WIB

Kriminologi.id - Jiwa sportifitas dan fair play pemain sepak bola profesional ternyata diabaikan saat berada di luar lapangan hijau. Pesepak bola seperti yang tangguh saat bertarung dalam mengolah si kulit bundar, namun lemah menghadapi masalah di luar pertandingan.

Perjuangan mereka demi mengantarkan kemenangan tim tercintanya idak diragukan lagi. Lihat saja Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia ini, para bintang berjibaku mencari tiga poin. Tapi di luar arena, banyak pemain sepak bola dunia yang justru lemah dan mengambil jalan pintas dalam mengatasi persoalan.

Dalam sejarahnya, ada beberapa nama pemain sepak bola yang tak sanggup menghadapi kerasnya kehidupan hingga mengakhirinya dengan gantung diri. Salah satu metode bunuh diri yang cukup banyak dilakukan adalah dengan gantung diri.

Infografik pesepakbola tewas gantung diri. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, ada beberapa nama pemain sepak bola yang mengakhiri hidup di tiang gantungan. Mirisnya, dari beberapa nama tersebut masih berada dalam usia emas mereka dalam karier sepak bolanya.

Berikut pemain sepak bola yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri:

1. Luther Boateng, Krisis Ekonomi

Akhir 2017, jagat sepak bola Ghana dikejutkan dengan kabar bunuh dirinya Luther Boateng. Mantan pemain Eleven Wonders dan Bofoakwa Tano itu ditemukan tergantung di atas tempat tidur rumahnya.

Jasad Luther yang tergantung di atas tempat tidurnya itu ditemukan pada Kamis sore, 7 Desember 2017, di Kota Techiman, Ghana.

Keputusan nekat yang diambil Luther menimbulkan banyak spekulasi terkait penyebab dirinya memutuskan bunuh diri. Berbagai sumber media lokal menyebutkan bahwa bek asal Ghana tersebut memiliki permasalahan pribadi, termasuk krisis ekonomi, sehingga membuatnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

2. Fransitek Rajtoral, Absen Latihan

Di tahun yang sama, kabar bunuh diri juga menimpa salah satu mantan pemain tim nasional Ceko, Fransitek Rajtoral. Gelandang yang saat itu bermain bersama tim Turki bernama Gaziantepspor itu ditemukan mati gantung diri di rumahnya pada Minggu sore, 23 April 2017.

Dalam karier sepak bolanya, Rajtoral memiliki prestasi yang baik. Bahkan, oleh para jurnalis, dirinya disebut sebagai salah satu gelandang serang terbaik di Republik Ceko. Selain masuk ke dalam tim nasional Ceko, dirinya pernah mempersembahkan beberapa piala untuk klub yang dibelanya.

Pada tahun 2010, dia memenangkan Piala Ceko bersama FC Viktoria Plzen. Selain itu, ia juga mempersembahkan piala Gambrinus Liga sebanyak dua kali dan piala Czech Supercup.

Namun, Rajtoral ditemukan tewas di rumahnya di Gaziantep, Turki, pada 23 April 2017 setelah tidak muncul pada sesi latihan bersama rekan setimnya pada Minggu pagi. Kejadian itu pertama kali terungkap saat tetangganya khawatir karena mendapati pintu apartemen Rajtoral terkunci dan dalam dan tidak ada aktivitas apa pun dari Rajtoral saat itu.

Tidak diketahui alasan dibalik bunuh dirinya pemain berusia 31 tahun tersebut. Namun, berbagai pihak menilai dirinya mengalami serangan sakit mental yang cukup banyak terjadi di kalangan pemain sepak bola profesional.

3. Dale Roberts, Korban Selingkuh 

Dale Roberts adalah salah satu pemain yang mengakhiri hidupnya saat karier sepak bolanya tengah menanjak. Kiper Inggris kelahiran 22 Oktober 1986 tersebut memulai karier sepak bolanya di Sunderland dan Middlesbrough.

Kepiawaiannya dalam menjaga gawang membuatnya mendapatkan kontrak profesional pertamanya bersama Nottingham Forest pada tahun 2006. Mulai saat itu, karier sepak bola Dale terus memperlihatkan perkembangan positif, hingga ia menjalankan debutnya bersama tim nasional Inggris C pada tahun 2010.

Namun, di usia matangnya dalam sepak bola yakni 24 tahun, Dale memilih bunuh diri dengan menggantung dirinya di kediamannya. Peristiwa memilukan yang terjadi pada tahun 2010 ini dikabarkan karena Dale mengalami depresi akibat cedera yang dideritanya, serta terungkapnya di media lokal bahwa tunangannya berselingkuh dengan salah satu rekan setimnya di Rushden & Diamond, yaitu Paul Terry, yang adalah saudara dari bek kondang asal Inggris John Terry.

4. Gary Speed, Masih Misteri

Gary Andrew Speed merupakan salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola divisi satu Inggris. Namun tidak ada yang menyangka setelah berbagai kesuksesan dalam sepak bola yang telah diraihnya, Speed memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Pemain kelahiran Wales, 8 September 1969, ini menjalani karier terbaiknya pada tahun 1988 hingga 1996 di Leeds United di mana dirinya mempersembahkan piala divisi satu Inggris ketiga untuk klub tersebut. 

Speed juga sudah pernah bermain di sejumlah klub divisi utama seperti Everton, Newcastle United, Bolton Wanderers, dan Sheffield United. Tidak hanya sukses di tingkat klub, Speed juga pernah menjadi kapten tim nasional Wales dan menjadi pemain dengan jumlah bermain terbanyak kedua sepanjang sejarah tim nasional.

Sayangnya, pada 27 November 2011, hanya berselang sehari setelah dirinya muncul di sebuah acara televisi, Speed ditemukan tergantung di garasi rumahnya. Hingga kini, tidak diketahui penyebab utama dari aksi nekat yang diambil oleh Speed untuk mengakhiri hidupnya tersebut.

5. Timothy Douglas Carter, Depresi karena Anak

Pemain yang telah lama malang melintang di dunia persepakbolaan yang bunuh diri lainnya adalah Timothy Douglas Carter. Tim sebenarnya memiliki karier sepak bola yang cukup mentereng. Pemain kelahiran 5 Oktober 1967 ini selalu menjadi andalan saat dirinya bergabung dalam berbagai klub sepak bola, seperti Sunderland, Millwall, Oxford United, dan Birmingham City. 

Puncak karier Tim adalah saat mampu membawa Sunderland mencapai laga final Piala FA, yang kemudian memutuskan mengakhiri kariernya sebagai pemain Millwall pada tahun 1998. Kemudian, Tim melanjutkan karier dalam sepak bolanya sebagai pelatih paruh waktu untuk tim nasional Estonia.

Kabar mengejutkan datang pada 19 Juni 2008. Saat itu Tim ditemukan tewas dengan leher terjerat tali, tergantung di rumahnya. Orang-orang terdekatnya menilai Tim nekat mengakhiri hidupnya sendiri lantaran mengalami depresi dan tidak bisa menerima kenyataan anaknya yang lahir dengan kondisi tidak sempurna.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500