Korban Tewas Miras Oplosan 2017-2018, Jabar Tertinggi, DKI Nomor ke-3

Estimasi Baca :

Ilustrasi minuman keras. Foto: unsplash.com - Kriminologi.id
Ilustrasi minuman keras. Foto: unsplash.com

Kriminologi.id - Pemberitaan terkait korban tewas maupun kritis akibat meminum minuman keras (miras) oplosan, santer didengar beberapa hari terakhir DKI Jakarta. Kawasan Jawa Barat justru menempati posisi tertinggi korban tewas akibat miras oplosan. Sedangkan Provinsi DKI Jakarta berada di nomor ke-3 setelah Jawa Tengah yang menempati posisi runner-up.

Penyebutan miras oplosan biasanya untuk minuman beralkohol yang dicampur dengan minuman ataupun bahan-bahan lainnya.

Contohnya miras oplosan yang dijual di Jakarta Timur. Pelaku membuat miras oplosan tersebut dengan mencampurkan alkohol 90 persen, sirup, suplemen, dan minuman bersoda Coca cola. Sedangkan pabrik miras oplosan di Bekasi mencampur air mentah dengan suplemen, ekstrak caramel, sirup ABC, obat sakit gigi, alkohol 70 persen, dan ekstrak Whiskey.

Pelaku yang mencampur seluruh bahan tersebut tanpa memiliki pengetahuan terkait farmasi ataupun kimiawi. Semuanya dilakukan dengan kira-kira. Sehingga para pelaku tidak mengetahui efek dan bahaya yang dapat ditimbulkan dari miras oplosan yang mereka produksi. Oplosan bahan-bahan tersebut tidak hanya menyebabkan para peminumnya mabuk, namun resiko kematian akan lebih mudah menghampiri. 

Berdasarkan riset yang dilakukan Kriminologi.id, ditemukan bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan korban tewas gara-gara miras oplosan terbanyak di Indonesia selama 2017-2018.

Terdapat 55 orang korban tewas akibat miras oplosan di Jawa Barat. Angka ini menempatkan Jawa Barat pada posisi teratas dengan korban tewas paling banyak. Posisi kedua adalah provinsi Jawa Tengah dengan 22 orang korban tewas akibat meminum miras oplosan.

Sementara posisi ketiga adalah Provinsi DKI Jakarta dengan korban tewas berjumlah 13 orang dan kemudian pada posisi keempat adalah Provinsi Jawa Timur dengan korban tewas berjumlah 12 orang.

Selanjutnya pada posisi kelima ada tiga provinsi yang mendudukinya dengan jumlah korban tewas yang sama yaitu 3 orang. Provinsi tersebut adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Banten.

Infografik data korban tewas akibat miras oplosan. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Selama setahun ini memang Jawa Barat menjadi provinsi dengan korban tewas tertinggi akibat miras oplosan. Kota Depok mendapatkan sorotan terkait masalah miras oplosan ini. Ada 9 orang korban tewas akibat menenggak miras oplosan, namun ternyata bukan Kota Depok yang menempati posisi pertama sebagai daerah dengan korban tewas akibat miras oplosan terbanyak di Jawa Barat.

Karawang justru menjadi daerah dengan korban tewas terbanyak akibat miras oplosan. Selama setahun saja sudah ada 21 orang tewas akibat menenggak miras oplosan. Posisi kedua adalah daerah Depok dan Bekasi dengan korban tewas masing-masing 9 orang.

Selanjutnya di posisi ketiga ada 3 daerah yaitu Cianjur, Ciamis, dan Subang dengan korban tewas di masing-masing daerah adalah 4 orang. Kemudian daerah Purwakarta dengan 3 orang korban tewas akibat miras oplosan dan terakhir adalah daerah Bandung dengan 1 orang korban tewas selama 2017-2018 akibat konsumsi miras oplosan.

	Infografik data korban tewas akibat miras oplosan. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Bahaya miras atau minuman beralkohol sebenarnya sudah sering disosialisasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Seperti yang dilansir dari depkes.go.id, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Danardi S.Sp.J(K) menyatakan kebiasaan terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol  sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dampaknya yang paling ringan adalah menyebabkan penurunan kemampuan berpikir, hilangnya kesadaran, kejang, tukak lambung, kerusakan fungsi hati, komplikasi gangguan psikiatri berat dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI yaitu dr. Eka Viora, Sp.J(K) pada tahun 2014 telah menjelaskan bahwa jenis miras oplosan memiliki perbedaan kandungan yang jauh berbeda dengan minuman beralkohol yang umum dikonsumsi oleh manusia.

Kandungan yang ada di dalam minuman beralkohol yang sering dikonsumsi oleh masyarakat adalah zat Etil alkohol atau biasa disebut dengan Etanol. Etanol dapat diperoleh dari hasil fermentasi ubi-ubian, gula, madu, dan sari buah-buahan.

Sedangkan kandungan yang ada di dalam miras oplosan biasanya adalah metyl alkohol atau yang biasa disebut dengan Metanol. Metanol adalah zat yang biasa digunakan untuk bahan industri seperti bahan pembersih, bahan menghapus cat (tiner), ataupun bahan untuk menghapus cat kuku (aseton).

Bahaya zat metanol yang tercerna oleh tubuh manusia maka zat metanol akan berubah menjadi zat formalin yang berbahaya bagi tubuh. Formalin dikategorikan sebagai zat beracun bagi tubuh manusia karena dapat menyebabkan rusaknya jaringan saraf pusat, merusak otak, merusak sistem pencernaan dapat menyebabkan kebutaan.

Infografik dampak miras oplosan bagi tubuh. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Berdasar pengamatan yang dilakukan kriminologi.id para korban tewas akibat menenggak miras oplosan adalah masyarakat kelas menengah ke bawah. Harga miras oplosan ini memang dapat dikatakan jauh berbeda dengan minuman-minuman beralkohol yang didatangkan dari luar Indonesia.

Sebut saja jenis minuman Whiskey yang dijual di situs berbelanja online harganya mencapai jutaan rupiah per botolnya, sedangkan miras oplosan hanya dijual seharga Rp 15 ribu saja per liternya.

Harga yang murah tentu saja menjadi daya tarik yang sangat tinggi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk membeli dan mengkonsumsinya dengan harapan efek yang didapatkan tidak jauh berbeda dengan minuman beralkohol yang asli.

Sayangnya seringkali masyarakat yang membeli miras oplosan ini tidak mengetahui apa saja bahan yang dicampurkan di dalam minuman tersebut sehingga mereka tidak mengetahui bahaya yang mengancam kesehatan mereka ketika meminumnya. MSA

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Korban Tewas Miras Oplosan 2017-2018, Jabar Tertinggi, DKI Nomor ke-3

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu