Ilustrasi pembunuhan pasutri. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Lima Pelaku Pembunuhan yang Bunuh Diri

Estimasi Baca:
Minggu, 5 Ags 2018 15:05:43 WIB

Kriminologi.id - Penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi terkait pasangan suami istri di Cirebon, Elang Johar (68) dan Ratu Sureni (65), yang ditemukan tewas di rumahnya mengungkap temuan yang tak terduga. Polisi menyebutkan itu adalah kasus tindak pembunuhan sekaligus bunuh diri.

Sebelumnya, pasangan suami istri yang masih keluarga Kreaton Kasepuhan itu ditemukan tewas di kediamannya di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Selasa, 31 Juli 2018. Keduanya ditemukan tewas dengan bersimbah darah oleh anaknya yang masuk melalui pintu belakang.

Hasil dari keterangan para saksi dan beberapa bukti yang diamankan, polisi menyimpulkan Elang merupakan pelaku sekaligus korban di balik peristiwa tersebut. Elang membacok istrinya dengan sebilah golok hingga tewas saat berada di ruang tengah. 

Elang kemudian ke kamar belakang dan bunuh diri dengan menyayatkan silet ke tangan kirinya.

Kasus pelaku pembunuhan yang kemudian memutuskan bunuh diri ternyata bukan kali ini saja terungkap. Tidak hanya di Cirebon, kasus-kasus serupa juga pernah ditemukan di daerah lainnya.

Berikut Kriminologi.id rangkum beberapa pengungkapan kasus pembunuhan yang berujung pada bunuh diri si pelaku.

Aceh Barat

Temuan mayat perempuan di Desa Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, pada Senin, 27 November 2017, menggegerkan warga sekitar. Korban bernama Armida (25) ditemukan di tewas terkubur di depan rumahnya. Saat ditemukan, terdapat luka bacok di bagian leher dan bahu pada korban.

Setelah polisi melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi, diketahui pelaku pembunuhan adalah sang suami bernama Samsiba (32), yang juga tewas karena menenggak racun. Dugaan motifnya karena cemburu. 

Sepupu korban, Jasman (42), mengaku sempat berkunjung ke rumah korban sehari sebelum jasadnya ditemukan. Saat itu, dirinya hanya bertemu Samsiba, yang mengatakan istrinya sedang keluar rumah. Tidak ada kecurigaan yang timbul saat itu.

Namun, ternyata diketahui saat itu pelaku telah membunuh istrinya. Setelah membunuh, pelaku bunuh diri dengan cara menenggak racun. Sebelum meninggal, pelaku sempat dilarikan ke RSU Cut Nyak Dien Meulaboh, pada Minggu malam. Polisi menduga pelaku bunuh diri karena panik setelah membunuh sang istri.

Berastagi, Sumatera Utara

Julianto Ginting (30), pelaku pembunuhan perempuan bernama Reh Litna Sitepu (40), ditemukan tewas gantung diri di perladangan di Desa Raya, Berastagi, Jumat, 16 Maret 2018. Sehari sebelumnya, Reh Litna Sitepu terlebih dahulu ditemukan tewas di salah satu kamar Hotel Arihta di Desa Jaranguda, Berastagi, Kecamatan Simpang Empat. 

Barang bukti yang didapat dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh jajaran Polres Tanah Karo bersama Polsek Simpang Empat mengarah pada dugaan pembunuhan dilakukan teman dekan korban bernama Julianto Ginting.

Setelah itu, polisi terus berupaya mencari keberadaan tersangka hingga Jumat, 16 Maret 2018. Namun, tak lama kemudian keluarga korban memberi kabar terduga pelaku telah ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di perladangan masyarakat di Desa Raya, Berastagi.

Sukabumi, Jawa Barat

Rabu, 26 Juli 2017, Andy Renaldi (53) alia Ano pelaku pembunuhan seorang perempuan bernama Yayan (49) di Sukabumi diketahui bunuh diri. Ano nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah gubuk di Kampung Cijumbre, Desa Citanglar, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebelumnya, jasad Yayan ditemukan membusuk di perkebunan pohon jati di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, pada Minggu, 16 Juli 2017. Polisi mendapati alibi Ano adalah pembunuh Yayan, setelah menemukan barang bukti milik koban di rumah pelaku.

Barang bukti yang ditemukan semakin menguatkan dugaan polisi. Saat penemuan jasad Ano, ditemukan pula surat wasiat di dalam kantong celana pelaku. Surat tersebut berisi permintaan maaf dan menyinggung soal pembunuhan, serta penjelasan terkait utang piutang.

Bogor, Jawa Barat

Kasus pembunuh yang bunuh diri juga pernah ditemukan di Bogor, Jawa Barat, pada Februari 2018. Satu keluarga menjadi korban penganiayaan disertai pembakaran rumah di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Senin, 12 Februari 2018. 

Pelaku yang merupakan mantan suami korban, berinisial TS, kemudian diketahui bunuh diri tidak lama setelah melakukan kejahatannya.

Berdasarkan kesaksian anak korban, TS yang membawa senjata tajam masuk ke rumah pada pukul 23.30 WIB dan langsung menusuk para penghuni rumah. Tidak hanya itu, pelaku juga membakar rumahnya dengan bensin. Akibatnya, suami baru dan orang tua korban tewas karena tak sempat dibawa keluar rumah yang terlanjur terbakar hebat.

Setengah jam setelah kejadian, warga menemukan pelaku dalam keadaan tewas dengan cara gantung diri di sebuah penangkaran cacing. 

Manado, Sulawesi Utara

Pada tahun 2007 silam, kasus serupa juga terjadi di Manado, Sulawesi Utara. Bahkan, kasus ini melibatkan seorang anggota TNI AD. Diberitakan, Prada Merdi Arunda (23), anggota TNI AD Yonif 405 Kodam IV Diponegoro, diduga telah membunuh mahasiswi sebuah politeknik kesehatan di Manado pada Senin, 10 September 2007.

Saat itu, pembunuhan terjadi di sekitar kampus Politeknik Kesehatan Malalayang, Manado. Korban bernama Dina Ngala ditemukan menderita sejumlah luka tikaman benda tajam di tubuhnya hingga tewas.

Hasil penyelidikan polisi mengarahkan pada Prada Merdi sebagai pelaku pembunuhan, yang melarikan diri. Selasa, 11 September 2007, pelaku yang masih dalam pengejaran aparat polisi militer itu bunuh diri dengan melompat dari menara stasiun TVRI di Kelurahan Banjer, Manado, yang berketinggian sekitar 40 meter.

Akibatnya, tentara berpangkat prajurit dua itu tewas di tempat dengan luka di sejumlah tubuh, seperti di bagian wajah, kepala, tangan dan kaki.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500