Ilustrasi Aksi Demonstrasi, Foto: Pixabay.com

May Day 2001, Ini Catatan Tindak Kriminal pada Aksi Buruh di 5 Negara

Estimasi Baca:
Selasa, 1 Mei 2018 15:40:03 WIB

Kriminologi.id - Tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari buruh internasional. Setiap tahunnya di tanggal pembukaan bulan Mei itu tersebut hampir semua buruh memperingatinya dengan beragam cara untuk menyuarakan hak-haknya.

Demo buruh pernah dilakukan serentak di 5 negara pada tanggal 1 Mei tahun 2001, termasuk Indonesia. 

Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) mencatat pada tahun 2016 terdapat 24,9 juta orang di seluruh dunia melakukan pekerjaan yang dikategorikan sebagai kerja paksa. Hal ini disebabkan munculnya ketidakadilan antara hak dan kewajiban yang dirasakan oleh para pekerja.

Misalnya saja masalah upah yang seringkali berada jauh di bawah kebutuhan standar hidup sehari-hari. Padahal pekerjaan yang mereka lakukan begitu berat. Belum lagi masalah jaminan kesehatan dan asuransi hari tua yang seringkali juga diabaikan oleh perusahaan.

Persoalan perjanjian kontrak sepihak, yang banyak merugikan buruh pun menjadi tema utama yang kerap berulang disuarakan di Hari Buruh. Inilah yang kemudian mendorong para buruh bergerak turun ke jalan untuk menyuarakan keluh kesahnya.

Kembali ke tahun 2001, para buruh hampir di seluruh dunia serentak melakukan demonstrasi besar-besaran, termasuk buruh di Indonesia. Demonstrasi di beberapa negara berakhir dengan kericuhan dan bentrokan dengan aparat penegak hukum. Seperti yang dilansir dalam theguardian.com, buruh di 5 negara ini melakukan aksinya di Hari Buruh atau yang dikenal May Day.

Berikut deretan tindak kriminal yang dilakukan pada Hari Buruh di 5 negara sebagai berikut;

1. London, Rusak Kantor Bank Scotland

Gerakan demonstrasi yang dilakukan oleh 1.500 orang yang menyatakan diri anti terhadap kapitalisme. Mereka menggelar aksinya di pusat perbelanjaan Oxford Street, London, Inggris.

Pada awalnya demonstrasi berjalan damai hingga akhirnya menjadi ricuh. Massa yang berkumpul di daerah Tottenham Court Road mulai bertindak anarkistis dengan melempari 20 toko dan bangunan yang ada di daerah tersebut termasuk Bank of Scotland, Barclays Bank, dan Abbey National.

Hampir 6.000 personel kepolisian diturunkan hingga akhirnya bentrokan tidak dapat dihindarkan. Ada 40 orang pendemo yang ditangkap dan 15 orang terluka baik dari kepolisian maupun dari masyarakat. Hal ini seperti yang dilansir cnn.com.

2. Jerman, Blokade Jalan 

Ratusan orang pendemo berkumpul di Berlin dalam rangka merayakan May Day pada tahun 2001. Keadaan semakin lama semakin memanas hingga akhirnya kepolisian menurunkan 9.000 personil untuk mengawal aksi demonstrasi tersebut.

Aksi turun ke jalan semakin lama tak karuan, hingga massa sempat memblokade jalanan dan melakukan pembakaran. Pihak kepolisian akhirnya mengambil tindakan dengan menyemprotkan wáter canon untuk membuka blokade tersebut.

Polisi pun menangkap beberapa orang yang diduga bertanggung jawab terhadap kericuhan tersebut.

3. Perancis, Protes Danone Group

Ribuan pekerja dari beberapa anggota serikat pekerja memadati jalan-jalan di Perancis. Mereka memanfaatkan Hari Buruh dengan menyampaikan keluhannya terkait perkara Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak yang banyak terjadi di Perancis saat itu.

Dua perusahaan yang menjadi target utama dari protes tersebut adalah Danone Group dan Marks & Spencer. Banyak mantan pekerja Marks & Spencer yang datang dengan mengenakan kaos berwarna hitam yang bertuliskan “Saya adalah 1 dari 4.000 pekerja yang disia-siakan melalui email.”

Pasalnya setelah dilakukan restrukturisasi, Marks & Spencer memberhentikan secara sepihak alias memecat 4.000 pekerjanya melalui surat elektronik atau email.

Kegiatan turun ke jalan ini dilakukan di 70 kota yang ada di Perancis. Walaupun begitu banyak massa yang turun ke jalan namun aksi ini berjalan secara damai.

4. Indonesia, Mobil Depan DPRD Jabar Dibakar

Ribuan buruh juga mengadakan aksi demonstrasi di beberapa kota di Indonesia. Aksi demonstrasi ini merupakan respons dari Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.78 tahun 2001.

Salah satu poin dalam keputusan ini dinilai merugikan buruh karena hilangnya uang penghargaan masa kerja jika buruh terkena Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.

Demonstrasi terjadi di beberapa kota besar. Awalnya aksi turun ke jalan ini berjalan damai namun di daerah Bandung, massa sempat ricuh dan melakukan tindakan anarkis dengan melakukan perusakan dan pembakaran.

Setidaknya ada 18 mobil dan 10 sepeda motor yang dibakar massa saat berdemo di depan gedung DPRD Jawa Barat.

5. Australia, Kepung Gedung Bursa Efek

Sekitar 1.000 orang melakukan pengepungan atau blokade terhadap beberapa gedung bursa efek di Sidney, Australia. Pengepungan ini terus berlangsung hingga akhirnya massa berhadapan dengan polisi.

Kelompok yang berdemo ini merupakan kelompok yang anti terhadap globalisasi sehingga mereka menargetkan gedung-gedung bursa efek yang menjadi simbol berkembangnya globalisasi di negara tersebut.

Bentrokan antara polisi dengan massa mengakibatkan 28 orang pendemo terluka, 2 orang polisi terluka, dan 30 pendemo diamankan oleh polisi.

Demonstrasi tidak hanya berlangsung di Sidney tetapi juga di Brisbane. Ada sekitar 35 aktivis yang ditangkap oleh kepolisian. Serupa seperti di Sidney, massa aksi demonstrasi menargetkan gedung bursa efek.

Bentrokan tidak dapat dihindari saat massa berusaha menyerbu gedung-gedung tersebut, polisi pun akhinya harus menggunakan kekerasan untuk menghentikan serangan massa.

KOMENTAR
500/500