Miras Oplosan Berujung Maut, 14 Orang Tewas dalam 3 Hari

Estimasi Baca :

Ilustrasi botol miras jenis Cap Tikus, Ilustrasi: Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi botol miras, Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Miras oplosan bukan barang baru di Indonesia. Begitu banyak kasus kematian akibat miras oplosan dan hampir setiap tahun peristiwa ini berulang. Ancaman kematian rupanya tak juga membuat para peminum miras oplosan ini jera.

Pesta miras oplosan yang terjadi di beberapa wilayah Jakarta, Depok, dan Tangerang mengakibatkan 14 orang tewas dan 22 orang masih dalam keadaan kritis. Miras oplosan yang diminum berbeda-beda, namun semua pesta miras ini digelar antara tanggal 30 Maret 2018 hingga 1 April 2018.

Depok

Pesta miras yang digelar oleh belasan pemuda di daerah Beji, Depok ini berakhir petaka. Pasalnya dari 18 orang yang berpesta, 4 diantaranya harus meregang nyawa dan 14 lainnya dalam kondisi kritis.

Miras oplosan yang mereka minum pada Minggu malam, 1 April 2018 itu adalah minuman keras yang dicampur dengan minuman gingseng yang dibeli di kios jamu yang terletak di Jalan M. Yasin, Jagakarsa.

Mereka menggelar pesta miras pada hari Minggu malam, namun efeknya baru dirasakan pada hari Senin pagi. Belasan pemuda yang mengkonsumsi miras oplosan tersebut mengeluhkan mual-mual dan akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Duren Sawit

Pesta miras yang digelar di sebuah rumah di Jalan Raden Inten I Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur pada hari Minggu, 1 April 2018 mengakibatkan 6 orang tewas. Pesta tersebut dihadiri oleh 9 orang laki-laki usia 18 sampai dengan 37 tahun.

Keesokan harinya, para peserta pesta miras tersebut mengalami gejala keracunan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, 6  orang diantaranya meninggal dunia dan sisanya mangalami kondisi yang kritis.

Dugaan kuat mengarah pada keracunan miras oplosan yang diminum oleh para korban. Pesta tersebut memang menggunakan minuman keras yang dicampur dengan zat lainnya, namun hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan campuran yang digunakan maupun tempat penjualan miras tersebut.

Tangerang

Pesta miras yang digelar di Tempat Pemakaman Umum di Kampung Cikuya, Kabupaten Tangerang berakhir dengan 3 orang korban tewas. Setelah dua hari berturut-turut berpesta sejak hari Jumat, 30 Maret 2018 hingga Sabtu, 31 Maret 2018, rupanya tak juga cukup memuaskan para korban. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mencampur miras dengan obat sakit kepala dengan tujuan untuk meningkatkan efek yang dihasilkan.

Bukannya puas dengan efek yang dihasilkan, salah seorang korban yaitu Hamzah langsung muntah-muntah seperti menunjukkan gejala keracunan usai meminum miras oplosan tersebut. Walaupun sudah dibawa ke Puskesmas Maja dan sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawa Hamzah tidak dapat diselamatkan.

Sepulangnya mengantar Hamzah, seorang korban yang bernama Irfan mengeluh sakit perut dan muntah-muntah. Irfan segera dilarikan ke Puskesmas Tenjo dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mulia Insani. Sayangnya, Irfan mengehembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit tersebut.

Keesokan harinya, salah seorang peserta pesta miras yaitu Jaenudin juga mengeluhkan gejala yang sama dengan rekan-rekannya. Belum sempat sampai di RSUD Balaraja, Jaenudin telah meninggal dalam perjalanan.

Jatinegara

Bagi sebagian orang, menikmati pesta tanpa menenggak minuman keras rasanya ada yang kurang. Begitu juga yang dilakukan oleh Elang, Hafis, dan Rini. Ketiganya membeli miras oplosan secara patungan untuk diminum saat menghadiri pesta pernikahan sanak saudaranya di daerah Cipinang, Jatinegara.

Tidak jadi berpesta dan berbahagia, ketiganya justru tumbang setelah menenggak minuman oplosan tersebut. Ketiga korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Persahabatan yang terletak di Jala Persahabatan Raya No.1 Pisangan Timur, Jakarta Timur. Hingga saat ini kondisi ketiganya masih dalam keadaan kritis. RZ

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Miras Oplosan Berujung Maut, 14 Orang Tewas dalam 3 Hari

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu