Miris, 5 Kasus Anak Aniaya Ibu Kandung Karena Hal Sepele

Estimasi Baca :

Ilustrasi Kesedihan Ibu, Foto: Pixabay.com - Kriminologi.id
Ilustrasi Kesedihan Ibu, Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Air susu dibalas dengan air tuba. Pepatah itu agaknya tepat untuk menggambarkan situasi yang terjadi pada RY, pemuda yang tega menganiaya ibu kandungnya sendiri karena permasalahan sepele.

Perisitwa ini terjadi di rumahnya di Jalan Taruna Jaya, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Minggu, 20 Mei 2018. RS, sang ibu kandung, dipukuli oleh anaknya itu dengan menggunakan besi hingga tak sadarkan diri. Pemicunya sepele, lantaran tak diberi uang jajan sebesar Rp 10 ribu oleh ibunya.

Penolakan itu membuat RY meradang dan memukuli kepala ibu kandungnya dengan membabi buta. Tidak berhenti di situ, RY juga mencekik leher ibunya. Kemudian menyeret ibunya ke dalam kamar mandi yang sudah dalam kondisi kepala berlumuran darah. 

Miris memang melihat adanya peristiwa brutal seperti di atas, mengingat yang menjadi korban adalah sang ibu kandung sendiri. Sosok yang telah mati-matian menjaga dan membesarkan anaknya dengan ketulusan hati. Semakin miris ketika mengetahui ternyata pemicunya sangat sepele.

Namun demikian, ternyata RS tidak sendirian. Sudah beberapa kali terjadi tindak penganiayaan yang dilakukan oleh anak terhadap ibu kandung.

Infografik 5 kasus ibu dianiaya anak karena hal sepele. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Berikut Kriminologi.id rangkum 5 peristiwa penganiayaan anak terhadap ibu kandung lainnya yang terjadi dalam 5 bulan terakhir. Menyedihkannya, ternyata ada persitiwa penganiayaan yang berakhir pada kematian sang ibu kandung.

1. Dimarahi Karena Tak Puasa, Anak Aniaya Ibu Kandung 

Seorang pemuda berinisial Andi Syaputra Siregar (24) tegal menganiaya ibu kandungnya, Nuriana Saragih (48), hanya karena tak terima saat diingatkan perihal puasa. Akibatnya, sang ibu mengalami luka sayatan pisau dan sejumlah luka memar di tubuhnya.

Peristiwa itu terjadi di rumahnya di Jalan Pasar 3 Datuk Kabu Gang Tengku IV, Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Kamis, 17 Mei 2018. Penganiayaan bermula saat Andi baru saja pulang setelah membali makanan dengan kondisi tidak berpuasa. 

Nuriana pun langsung memarahi anaknya tersebut karena tidak berpuasa. Namun, rupanya sang anak tidak terima dengan hal tersebut. Andi mengambil pisau dari dapur dan melukai tangan sebelah kiri ibunya. Tidak berhenti di situ, Andi juga memukuli ibunya hingga memar di bagian perut dan pinggul sebelah kiri.

Beruntung, aksi kejam Andi itu berhasil dihentikan dua tetangganya dengan menjarit meminta tolong. Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan.

2. Tak Dibelikan Baju dan Sepatu Baru, Anak Pukuli Ibu Kandung Hingga Tewas

Hobertina Anakotta (65) tewas ditangan anaknya sendiri, Yance Anakotta, karena hal yang sangat sepele, yakni tidak dibelikan baju dan sepatu baru. Hobertina ditemukan tewas di Dusun Tuha Negeri Saparua, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu 31 Maret 2018.

Peristiwa pembunuhan ini terungkap setelah Yance mengakui telah membunuh ibunya pada 2 Maret 2018 lalu kepada kakap iparnya, Wellem Lawallata. Setelah pengakuannya itu, Yance membawa keluarganya, pihak pemerintah desa dan aparat kepolisian setempat ke lokasi pembunuhan ibunya.

Saat tiba di lokasi, Yance menunjukkan letak jasad ibunya yang ditimbun dengan potongan kayu dan daun-daun kering.
Kepada pihak kepolisian, Yance mengaku kesal karena ibunya menolak membelikan baju dan sepatu baru. Kekesalannya itu dilampiaskan dengan memukuli ibunya menggunakan balok secara berulang-ulang hingga meninggal. Jasad ibunya kemudian disembunyikan di hutan.

3. Tak Dituruti Pasang Gigi Palsu, Anak Bacok Ibu Kandung

Sumudi (35), warga Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah, tega membacok ibu kandungnya sendiri Sutarmi (50). Akibatnya, Sutarmi pun tewas dalam kondisi leher terputus setelah disabet golok oleh anak sulungnya tersebut pada Jumat siang, 9 Maret 2018.

Mirisnya, pembunuhan sadis itu berawal hanya dari permintaan uang Sumudi sebesar Rp 500 ribu kepada ibunya untuk pemasangan gigi palsu. Sutarmi menolak permintaan tersebut.

Kesal dan gelap mata, Sumudi mendatangi ibunya yang berada di pematang sawah Desa Bocor dengan telah menyiapkan golok yang sudah diasah sebelumnya. Setibanya di sawah, Sumudi kembali meminta uang tersebut, namun Sutarmi tetap menolak.

Sumudi pun marah dan mengayunkan golok yang dibawanya ke arah Sutarmi. Ibunya itu sempat menangkis ayunan golok tersebut. Namun, korban ditendang hingga tersungkur di sawah. Saat ibunya tersungkur, Sumudi membacok ibunya sebanyak lima kali. Kepala Sutarmi terputus dan tewas seketika.

4. Tak Direstui Menikah, Anak Amuk Ibu Kandung Hingga Babak Belur

Amut (30), warga Jalan Ir Juanda, Ketapang, Sampit, Kalimantan Tengah, tega menganiaya ibu kandungnya Anna (56) hingga babak belur pada Sabtu, 10 Februari 2018.

Amukan Amut pada ibunya dipicu karena niatnya untuk menikahi pujaan hatinya tidak mendapat restu dari orang tuanya. Kesal tak mendapat restu, Amut mengamuk dan memukuli ibu kandungnya dengan membabi buta. Beruntung warga cepat datang ke lokasi kejadian guna menghentikan amukan Amut tersebut.

Warga yang datang ke lokasi kejadian juga sempat menghakimi Amut hingga babak belur lantaran kesal dengan ulahnya. Namun, akhirnya kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dengan dimediasi oleh pihak kepolisian.

5. Minta Warisan Lebih, Anak Pukuli Ibu Kandung

Rukinem (55) juga harus menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh anaknya sendiri, Susilo Suharto (39). Penganiayaan yang diterimanya dipicu oleh masalah warisan. Akibatnya, Rukinem mengalami luka lebam di bagian dahinya.

Aksi penganiayaan ini terjadi saat Susilo datang ke rumah ibunya di Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan maksud meminta warisan pada Jumat, 2 Februari 2018.

Rukinem menolak mentah-mentah permintaan anaknya tersebut, dengan pertimbangan warisan itu adalah bagian saudara-saudaranya. Sementara Susilo telah mendapatkan bagiannya, tetapi meminta lagi.

Cekcok mulut terjadi antara ibu dan anak tersebut. Bahkan, pertengkaran mulut itu meluas hingga pemukulan Susilo terhadap ibunya. Tidak hanya dipukuli, Rukinem juga sempat diinjak oleh anaknya sendiri. Akibatnya, Rukinem mengalami luka memar di dahi dan pinggul.

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Miris, 5 Kasus Anak Aniaya Ibu Kandung Karena Hal Sepele

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu