Nenek Cicih Tak Sendiri, Ini Kasus Anak Gugat Ibu Kandung karena Harta

Estimasi Baca :

Ilustrasi Kesedihan Ibu, Foto: Pixabay.com - Kriminologi.id
Ilustrasi Kesedihan Ibu, Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Nenek Cicih, seorang janda lansia berusia 78 tahun harus menelan pahitnya kehidupan. Empat anak kandungnya tega menggugat ia di pengadilan hingga Rp 1,6 miliar. 

Keempat anak Cicih rupanya tidak rela atas penjualan sebidang tanah seluas 91 meter persegi, peninggalan almarhum suaminya, yang hanya dihargai Rp 250 juta. Menurut anak-anaknya, harga tanah tersebut lebih dari tu. Dengan asumsi harga per-meter tanah sebesar Rp 10 juta, harga tanah tersebut sekurangnya adalah Rp 910 juta.

Baca: Jual Tanah Peninggalan Suami, Nenek Cicih Digugat Anaknya Rp 1,6 M

Sebelum menjual tanah tersebut sebenarnya nenek Cicih telah mendatangi rumah anak-anaknya untuk meminta izin menjual tanah tersebut dan hasil penjualan tanah juga tidak digunakan sendiri.

Cicih membagikan hasil penjualan itu ke anak-anaknya untuk membantu biaya renovasi rumah anaknya, dan membantu biaya sekolah cucu dari salah satu anaknya yang ikut menggugat.

Infografik Deretan Peristiwa Anak Gugat Ibu Karena Harta. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Rupanya, Cicih tak sendirian. Kriminologi menemukan ada 4 kasus ibu digugat anak kandungnya karena persoalan harta yang terjadi setahun ini dan menyedot perhatian publik. Berikut daftarnya:

1. Rumah Disita Bank, Sumiati Hidup di Rumah Singgah

Kasus ini terjadi di Kediri, Jawa Timur. Sumiati yang berusia 70 tahun kini harus hidup di rumah singgah anak jalanan semenjak rumahnya disita oleh bank. Tak hanya itu, Sumiati juga digugat oleh tiga anaknya yang lain karena mereka memiliki hak waris atas rumah tersebut.

Prahara ini bermula saat anak Sumiati yang bernama Enik membutuhkan suntikan dana untuk bisnis telur ayam yang baru dirintisnya. Enik merayu Sumiati untuk meminjam uang pada bank melalui Bambang dengan jaminan sertifikat tanah dan rumah tersebut.

Rupanya Bambang juga tak mau merugi, tanpa sepengetahuan Enik dan Sumiati ternyata Bambang meminjam Rp 120 juta pada bank dimana Rp 50 juta diberikan kepada Enik dan Rp 70 juta untuk dirinya.

Tiba-tiba datang surat peringatan dari bank bahwa hutangnya telah jatuh tempo, sedangkan usaha Enik pun telah gulung tikar. Hingga akhirnya Mei 2017 rumah tersebut disita dan kemudian terjual dalam lelang yang diselenggarakan bank.

Mendengar bahwa rumahnya telah berpindah tangan, ketiga anak Sumiati yang lain dongkol dan akhirnya melayangkan gugatan terhadap Sumiati, Enik, Bambang, dan juga bank. Menurut mereka, mereka juga memiliki hak atas tanah dan rumah tersebut sebab itu adalah harta warisan ayah mereka.

2. Fariani Didesak Cairkan Harta Warisan Senilai Rp 15 Miliar

Fariani, seorang ibu di Baubau, Sulawesi Tenggara digugat oleh tiga orang anak kandungnya. Ketiga anak Fariani menggugat tanah, rumah, mobil, dan uang Rp 1 miliar. Rumah yang dimaksud termasuk rumah yang sedang ditinggali oleh Fariani.

Upaya mediasi telah dilakukan, namun tuntutan anak-anak agar Fariani segera mencairkan dan membagikan aset almarhum ayah mereka. Mereka khawatir bahwa aset tersebut dikuasai Fariani dan anak bungsunya saja. Total nilai aset yang digugat mencapai Rp 15 miliar rupiah.

Fariani sendiri merasa sedih dan tidak habis pikir dengan keputusan anak-anaknya untuk menggugat dirinya perkara warisan. Padahal dirinya sendiri masih hidup dan anak bungsunya juga masih sekolah.

Baca: Nenek Cicih, Istri Veteran yang Digugat Anaknya Hidupi 18 Cucu

3. Tak Sanggup Lunasi Utang, Amih Digugat Anak dan Menantu

Di Purwakarta, Jawa Barat, Siti Rohaya alias Amih yang berusia 83 tahun harus berurusan dengan hukum di hari tuanya karena digugat anak kandungnya senilai Rp 1,8 miliar. Perkara ini bermula saat anak ke-11 Amih yang memiliki hutang pada bank dan sudah jatuh tempo. Amih pun berusaha membantunya dengan meminjam uang senilai Rp 20 juta ke anaknya yang lain.

Seiring berjalannya waktu, anak ke-9 Amih dan suaminya menggugat Amih karena tidak sanggup membayar utang sesuai dengan perjanjian. Dalam surat perjanjian utang disebutkan bahwa pinjaman uang Amih disamakan nilainya dengan emas murni seberat 501,5 gram. Inilah akhirnya yang membuat anak Amih dan suaminya menggugatnya.

4. Kentjana Dibui, Dituding Palsukan Dokumen Tanah oleh Anaknya

Kentjana Sutjiawan harus terus menerus berhadapan dengan meja hijau dan bahkan harus rela menginap di dalam penjara karena anak-anaknya. Masalah ini dipicu gara-gara tanah seluas 5 ribu hektar yang menjadi rebutan.

Baca: Digugat Rp 1,6 Miliar, Nenek Cicih Jaga Ucapan Demi Empat Anaknya

Anak-anaknya menganggap tanah tersebut adalah tanah warisan peninggalan ayahnya, padahal itu adalah tanah yang Kentjana beli dari keringatnya sendiri. Anak-anaknya berusaha merebut kepemilikan tanah tersebut untuk digunakan sebagai jaminan mendapatkan kredit dari bank.

Berbagai upaya dilakukan oleh kakak-beradik tersebut, mulai dari menggugat secara perdata terkait surat-surat yang dimiliki ibunya itu, mempolisikan ibunya dengan tuduhan pemalsuan dokumen kepemilikan tanah, dan bahkan mengadukan pada Dirjen Imigrasi bahwa ibunya bukanlah Warga Negara Indonesia.

Prahara ini terjadi hampir 10 tahun dan Kentjana tak gentar menghadapi masalah tersebut. Kentjana mengaku bahwa tanah tersebut bukan cuma miliki kedua anak yang menggugatnya tetapi juga miliki anak-anaknya yang lain, makanya dia bertahan.

Akhirnya pengadilan memenangkan Kentjana dalam kepemilikan tanah tersebut. Walaupun sempat dipenjara karena masalah pemalsuan dokumen, namun akhirnya Kentjana dilepaskan karena memang tidak terbukti bersalah. Kasus ini terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara. RZ

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Nenek Cicih Tak Sendiri, Ini Kasus Anak Gugat Ibu Kandung karena Harta

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu