Ilustrasi Setnov terkait kasus eKTP. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Nyanyian Setnov Selama Persidangan Sebut 7 Nama Penerima Duit E-KTP

Estimasi Baca:
Selasa, 24 Apr 2018 07:00:48 WIB

Kriminologi.id - Setya Novanto menjadi salah satu terdakwa dalam kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Setelah menjalani persidangan selama 4 bulan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Setya Novanto akan menghadapi vonis majelis hakim hari ini, Selasa, 24 April 2018.

Selama menjalani persidangan itu, berbagai fakta telah terungkap dari kesaksian dan pengakuan mantan Ketua DPR RI itu di persidangan.

Nyanyian Setnov mengarah kepada beberapa nama yang disebutnya turut menerima aliran dana proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu. 

Aliran uang yang disebut sebagai fee proyek e-KTP tersebut juga mengalir ke sejumlah anggota DPR. Bahkan, dalam persidangan yang digelar pada 22 Maret 2018, Setnov dengan lugas menyebut dua nama yang kini menjabat sebagai menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai penerima fee e-ktp

Setelah disebut oleh Setnov, nama-nama tersebut kompak menyampaikan bantahan secara langsung ataupun diwakilkan.

Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, berikut adalah nama-nama yang keluar dari nyanyian Setnov selama menjalani sidang korupsi e-KTP. 

1. Puan Maharani

Puan Maharani disebut Setnov menerima aliran dana korupsi pengadaan e-KTP sebesar US$ 500 ribu. Setnov menjelaskan awal mula nama Puan disebut oleh anak buahnya karena jabatannya sebagai Ketua Fraksi PDIP kala itu. 

Dana itu diberikan karena dalam proyek tersebut beberapa nama Ketua Fraksi Partai meminta jatah untuk pelaksanaan proyek yang rencananya akan dipatok Rp 5,9 Triliun itu.

2. Pramono Anung

Sama dengan Puan Maharani, Setnov juga menyebutkan Pramono Anung, yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPR periode 2009-2014, menerima aliran dana sebesar US$ 500 ribu.

Pada sidang yang digelar Kamis, 22 Maret 2018, Setnov mengungkapkan dana yang dialirkan ke Pramono dan Puan dibagikan sendiri oleh orang dekatnya, yakni Made Oka Masagung dan Andi Agustinus alias Andi Narogong.

3. Chairuman Harahap

Setnov juga menyebut mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap turut mendapat jatah dari proyek pengadaan e-KTP. Setnov mengungkapkan bahwa Chairuman menerima aliran dana sebesar US$ 500 ribu langsung dari Andi Narogong. Setnov juga mengatakan informasi tersebut didapatkan dari Andi.

4. Ganjar Pranowo

Nama lainnya yang turut keluar dari nyanyian Setnov adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hal itu disampaikan oleh Setnov pada persidangan yang digelar Kamis, 8 Februari 2018.

Setnov menyebut politikus PDI Perjuangan itu ikut menerima aliran dana korupsi e-KTP sebesar US$ 500 ribu. Setnov mengatakan informasi tersebut diterima dari mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar Mustokoweni Murdi, politikus Partai Hanura Miryam S. Haryani, dan Andi Narogong.

Pada sidang yang digelar Kamis, 22 Maret 2018, nama Ganjar kembali disebut. Menurut Setnov, berdasarkan informasi yang didapatnya dari Chairuman, Ganjar turut mendapatkan aliran dana korupsi tersebut.

5. Melchias Mekeng, Tamsil Linrung, Olly Dondokambey (Banggar DPR)

Setnov juga menyebutkan nama Melchias Mekeng, Tamsil Linrung dan Olly Dondokambey, selaku tiga pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR ikut menikmati aliran dana korupsi e-KTP. Setnov mengungkapkan mereka masing-maisng menerima dana sebesar US$ 500 ribu. Dana itu diberikan oleh keponakan Setnov, Irvanto Hendra Pambudi. 

Pada sidang lanjutan Kamis, 22 Maret 2018, Setnov juga mengatakan dirinya diberitahu oleh Andi Narogong dan Made Oka, untuk memperlancar proyek pengadaan e-KTP tersebut, pihak-pihak Komisi II, Banggar, dan juga ketua fraksi harus mendapat jatah dana. RZ

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500