Ilustrasi Miras, Foto: Pixabay

Operasi Miras Oplosan, Ini Pintu Masuk Polisi Ungkap Bekingnya

Estimasi Baca:
Kamis, 3 Mei 2018 16:45:01 WIB

Kriminologi.id - Pemberantasan minuman keras (Miras) oplosan oleh pihak Kepolisian di berbagai daerah selama bulan April 2018 cukup mencengangkan.

Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 4. 314 botol miras hasil razia hanya dalam waktu dua hari. Jumlah ini seperempat dari hasil operasi miras menjelang bulan puasa tahun 2017 lalu yang mencapai 16. 421 botol miras yang digelar selama 2  bulan. Luar Biasa.  

Di tingkat Polda Metro Jaya, selama satu bulan, sedikitnya 39.834 botol miras oplosan dari berbagai merek berhasil disita. Jumlah itu merupakan akumulasi dari hasil sitaan di 13 Polres yang tergabung dalam wilayah Polda Metro Jaya bersama-sama menggelar razia miras skala besar.

Selain itu, 180 orang juga diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya tersebut. Polisi menyapu bersih pabrik pembuat miras oplosan dari skala kecil hingga kelas rumah kontrakan. Begitu juga dengan penjual miras oplosan yang memiliki gudang penyimpanan hingga kelas eceran pun disikat.

Aksi operasi miras oplosan serentak ini bukan mengalir secara wajar tanpa tekanan. Gerakan ini lahir dari kekesalan Wakapolri Komjen Syafruddin terhadap kasus miras oplosan yang banyak memakan korban jiwa. Setidaknya 100 orang tewas akibat menenggak miras oplosan.

Syafruddin pun meminta miras oplosan bersih sebelum bulan puasa. Ancaman pencopotan jabatan pun keluar dari Syafruddin terhadap kapolres atau kapolsek yang tak becus menangani miras oplosan. 

"Ini bukan rebutan panggung mencari aman jabatan, akan tetapi polisi terbukti kurang responsif, terlambat mengantisipasinya. Begitu banyak makan korban baru bergerak," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Kamis, 3 Mei 2018. 

Penelusuran singkat Kriminologi.id menemukan sedikitnya ada empat poin dari 14 rilis pengungkapan miras oplosan yang dilakukan oleh polda dan polres di berbagai wilayah dalam kurun waktu sebulan terakhir;

1. Jumat 6 April 2018, Polres Metro Jakarta Utara 

Diawali dari jajaran Polres Metro Jakarta Utara yang melakukan rilis hasil pengungkapan peredaran miras ilegal di wilayah hukumnya.

Rilis itu mengungkapkan sebanyak 4.314 botol miras polosan berhasil diamankan dari hasil operasi selama dua hari. Serta mengamankan dua orang tersangka penjual miras oplosan.

2. 11 April 2018, Polres Jakarta Selatan dan Bekasi

Dua polres sekaligus melakukan rilis miras oplosan, yakni Polres Metro Jakarta Selatan dan Polres Metro Bekasi. Di Jakarta Selatan, Kapolres Kombes Indra Jafar dan jajarannya berhasil menyita 38 bungkus miras oplosan dan beberapa barang bukti lainya, serta menetapkan satu orang tersangka.

Sementara itu, di jajaran Polres Metro Bekasi mengamankan 16 liter miras oplosan, 205 plastik oplosan berukuran 1 liter, 200 botol miras ukuran 3 liter dan 2.179 botol miras berbagai merek.

Selain itu, juga menetapkan dua tersangka pelaku produsen dan penjual miras dari dua lokasi berbeda.

3. April 2018, Wilayah Jawa dan Sumatera

Setidaknya ada 9 polres lainnya yang juga melakukan rilis pengungkapan peredaran miras oplosan di wilayahnya per April 2018.

Yakni jajaran polres di wilayah Tangerang Selatan, Bogor, Serang, Jember, Musi Banyuasin, Blitar, Batu, Lombok dan Karimun.

Dengan total sitaan sedikitnya 55.000 botol miras ilegal.

4. 2 Mei 2018, Polres Karimun

Rilis terakhir dilakukan oleh jajaran Polres Karimun, Kepulauan Riau, pada 2 Mei 2018, yang berhasil menyita sekitar 322 botol dan 277 kaleng miras ilegal dari hasil operasi per 27 April 2018 sampai 1 Mei 2018.

Berdasarkan fakta semakin gencarnya operasi razia yang dilakukan dalam sebulan terakhir, begitu terlihat polisi bergerak lambat dan kurang responsif. Pihak Kepolisian baru aksi setelah dipecut Wakapolri Komjen Syarifuddin. 

Neta S Pane melihat sisi berbeda dari aksi polisi memberantas miras oplosan di berbagai daerah ini. Neta mengatakan polisi banyak melakukan pembiaran terhadap peredaran miras di berbagai daerah. Ini terlihat dari pengungkapan pabrik miras oplosan ilegal di berbagai daerah yang telah beroperasi selama tahunan.

Neta meminta polisi menjadikan pengungkapan ini sebagai pintu masuk untuk membongkar siapa oknum yang selama ini menjadi beking pembuatan dan peredaran miras oplosan tersebut.

"Jangan begitu aman dinikmati bersama-sama, begitu apesnya oknum yang membekingi kabur dan meninggalkan pemilik miras sendirian," ujar Neta. 

 MSA
KOMENTAR
500/500