Pabrik Sabu, dari Rumah Kos Hingga Showroom Mobil

Estimasi Baca :

Kriminologi - Kriminologi.id
Ilustrasi Sabu-Sabu, Foto: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Razia yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasiaonal bersama dengan sejumlah aparat Polri dan TNI terhadap Diskotek MG Internasional mengungkap keberadaan pabrik sabu-sabu di lantai 4 diskotek tersebut.

Penggerebekan tempat hiburan yang terletak di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Jakata Barat tersebut menemukan zat prekusor yang digunakan untuk memproduksi sabu-sabu dalam skala besar.

Infografik Jejak Kedok Pabrik Sabu-Sabu di Indonesia. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Menurut penelusuran kriminologi, tidak hanya diskotek saja yang pernah dijadikan kedok untuk pabrik sabu-sabu. Mulai dari rumah kos hingga showroom mobil pun pernah ditemukan di Indonesia.

Baca: Razia Diskotek MG, BNN Temukan Pabrik Sabu dan Ekstasi

Depok

Pabrik sabu-sabu yang terletak di Perumahan Bumi Ismaya RT 03 RW 08 Cinere, Depok digerebek oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 10 April 2017. 

Salah seorang pelaku tertangkap basah saat memproduksi sabu-sabu di rumah tersebut. Berdasarkan penuturan pelaku, rumah tersebut adalah milik orang tuanya yang memang ditempati oleh pelaku. 

Dalang di balik pembuatan dan produksi pabrik ini adalah dua orang narapidana yang sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Lhoksumawe dan Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.

Produk sabu keluaran pabrik ini dinilai memiliki kualitas yang sangat baik sehingga harganya pun lebih mahal dibandingkan dengan harga sabu biasa. 

Masyarakat sekitar mengaku tidak menyangka bahwa rumah tersebut digunakan untuk memproduksi sabu-sabu. Mereka mengatakan bahwa selama ini pelaku tidak pernah bermasalah. Warga selama ini mengira bahwa pelaku bekerja sebagai sopir transportasi online.

Bali

Sebuah rumah kos yang terletak Jalan Tukad Banyupoh, Gang 8, Sesetan, Denpasar Selatan, Bali, digerebek BNN pada 27 September 2017.

Pelaku yang merupakan seorang residivis, pernah mendekam selama 3 tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Malang. Setelah keluar Lapas, sebenarnya pelaku ingin berhenti dan pernah bekerja di koperasi dan bekerja di bidang properti.  

Pada pekerjaan inilah pelaku bertemu dengan dua orang lainnya yang berasal dari Bali. Namun, pekerjaannya di bidang properti gagal dan pelaku justru merugi. Sehingga mereka pun akhirnya memutar otak untuk mendapatkan uang.

Selama memproduksi sabu-sabu di Malang, kualitas sabu-sabu yang dihasilkan rendah sehingga sering kalah di pasaran. Pelaku mendengar bahwa pangsa pasar di Bali lebih menjanjikan karena kebutuhannya besar. Akhirnya pelaku dan dua orang lainnya pindah ke Bali dan memproduksi juga memasarkan sabu-sabu di Bali.

Baca: Pabrik Sabu di Diskotek MG, Sandiaga: Tidak Memberikan Ampun

Medan

Pengungkapan sebuah pabrik sabu-sabu yang terletak di Perumahan Carlie Residen Jalan Marelan I, kelurahan Terjun, Medan oleh BNN dan tim dari Polres Sumatera Utara ramai diperbincangkan.

Pasalnya pabrik sabu-sabu tersebut berada di dekat area sekolah sehingga masyarakat merasa khawatir pelaku memasarkan sabu-sabu produksinya pada anak sekolah.

Penggerebekan dilakukan pada 9 September 2017 dini hari. Rumah yang dihuni keluarga Tionghoa tersebut ditemukan alat dan bahan baku pembuatan sabu-sabu. Berdasarkan penggerebekan tersebut ditemukan juga ratusan kilo sabu-sabu siap edar yang dibungkus kemasan teh.

Palembang

Pabrik sabu-sabu berkedok showroom BSA Mobilindo di daerah Palembang digerebek BNN pada 26 April 2017. Ruang untuk memamerkan mobil di showroom tersebut diduga menjadi tempat memproduksi sabu-sabu. 

Saat penggerebekan, BNN terpaksa menembak mati seorang pelaku karena melawan saat akan ditangkap dan dua pelaku lainnya berhasil diamankan. Barang bukti dari penggerebekan tersebut adalah 15 kilogram sabu-sabu dan juga ditemukan 6 ribu butir ekstasi.

Baca: Diskotek MG, dari Musik Dangdut Hingga Pabrik Sabu

Tangerang

Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Jabar berhasil membongkar rumah produksi sabu-sabu di Jalan Parigi Curug Nomor 28 Griya Karawaci, Tangerang pada 29 Agustus 2017.

Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan atas tertangkapnya seorang pengedar di daerah Bandung yang kemudian mengaku mendapatkan barang dari Tangerang.

Berdasarkan penggeledahan yang dilakukan di rumah tersebut ditemukan 4 unit timbangan elektirk, soda api, beberapa botol alkohol, dua alat penyulingan sabu-sabu, dan kendi besar untuk mencampur teopilin dan biji pala merah.

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Pabrik Sabu, dari Rumah Kos Hingga Showroom Mobil

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu