Ilustrasi Pengemis. Foto: Pixabay.com

Pengemis Musiman Ramadan Juga Ada di 5 Negara Ini

Estimasi Baca:
Sabtu, 2 Jun 2018 09:05:02 WIB

Kriminologi.id - Pengemis musiman saat Ramadhan bukan lagi suatu fenomena yang aneh di Indonesia. Gelombang kedatangan para pengemis musiman ke kota-kota besar seperti Jakarta bertujuan mendapatkan uang. Tak tanggung-tanggung, uang yang mereka kumpulkan dari mengemis dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Bulan Ramadhan 2017, Dinas Sosial DKI Jakarta menjaring 614 pengemis musiman yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Para pengemis musiman ini datang dari kota-kota penyangga seperti Bekasi dan Depok, akan tetapi banyak juga yang berasal dari luar kota seperti Brebes dan Tegal.

Rupanya masalah gelombang pengemis musiman yang melonjak saat Ramadhan tidak hanya terjadi di Indonesia saja, berdasarkan penelusuran Kriminologi.id terdapat 5 negara lain yang mengalami fenomena serupa.

Pakistan

Kota Karachi menjadi kota sasaran para pengemis musiman di Pakistan. Karachi memang menjadi salah satu kota terbesar di Pakistan. Seperti yang dilansir dari today.com ada sekitar 500 sampai 600 pengemis yang datang ke Karachi.

Gelombang kedatangan para pengemis musiman ini dimulai beberapa hari sebelum Ramadan hingga hari raya idul fitri. Para pengemis musiman ini biasanya akan menyasar pusat keramaian seperti masjid, pusat perbelanjaan dan jalan-jalan utama di Karachi.

Mengatasi permasalahan ini Dinas Sosial Pakistan membentuk suatu tim khusus Anti Pengemis (special anti begging teams).

Arab Saudi

Arab Saudi termasuk salah satu negara kaya di dunia, akan tetapi masalah pengemis musiman juga melanda negara ini.

Kepolisian setempat juga telah melakukan penangkapan terhadap para pengemis musiman namun mereka tak juga jera. Seperti yang dilansir oleh thenational.ae kepolisian Arab Saudi juga menyediakan layanan call center khusus untuk melaporkan masalah pengemis selama bulan Ramadan.

Masyarakat dapat melaporkan para pengemis musiman di lingkungannya melalu layanan call center 999 yang kemudian laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh kepolisian yang bertugas.

Malaysia

Kota Baru menjadi sasaran para pengemis musiman saat Ramadan di Malaysia. Menariknya, pengemis musiman yang datang ke Kota Baru tidak hanya berasal dari masyarakat di kota-kota sekitarnya tetapi juga berasal dari luar Malaysia.

Seperti yang dilansir dari malaysiandigest.com, para pengemis musiman yang berasal dari luar Malaysia adalah pengemis yang profesional. Bahkan mereka menyewa hotel di daerah Malaysia untuk menetap selama bulan Ramadan. Biaya hotel yang dikeluarkan pun tidak murah, para pengemis tersebut mampu menyewa hotel hingga jutaan rupiah. Ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dari hasil mengemis selama Ramadhan sangat besar.

Mesir

Kairo, salah satu kota terbesar di Mesir juga menjadi kota sasaran pengemis musiman di Mesir. Seperti yang dilansir oleh McClatchy Newspaper, penghasilan dari para pengemis di Kairo setiap harinya mencapai EGP 200 atau senilai dengan Rp 200 ribu.

Fenomena pengemis musiman di Kairo tidak hanya dilakukan oleh orang-orang dari luar kota, bahkan para pekerja di Kairo sendiri ketika Ramadan datang juga akhirnya turun ke jalan dan mengemis.

India

Tak jauh berbeda dengan di India, para pengemis musiman juga melanda negeri ini. Hanya saja tidak ada kota khusus yang menjadi incaran para pengemis musiman ini. Mereka bisa saja berpindah dari kota satu ke kota yang lainnya.

Seperti yang dilansir oleh thekashmirmonitor.net, banyak warga India juga yang pergi ke Dubai untuk menjadi pengemis disana. Selama Ramadan 2018, polisi menangkap 91 orang India yang mengemis di Dubai.

Bulan Ramadan diyakini oleh umat islam sebagai bulan yang penuh berkah, oleh karena itu hampir semua umat islam berlomba-lomba berbuat kebajikan termasuk bersedekah. Inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pengemis musiman untuk mendapatkan keuntungan demi dirinya sendiri.

Infografik 5 negara dengan pengemis musiman saat Ramadan. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

KOMENTAR
500/500