Illustrasi Narkotika, Ilustrasi: Kriminologi.Id/S. Dwiangga Perwira

Peta Daerah dengan Kasus Tertinggi Pengguna Narkoba

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Okt 2017 11:06:14 WIB

Kriminologi.id - United Nations Office On Drugs and Crime (UNODC) atau Badan PBB Urusan Obat-obatan Terlarang dan Kriminal dalam catatan tahunannya bertajuk World Drug Report 2016 menyebutkan terdapat 247 juta orang di dunia menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang atau narkoba pada 2015. Ini artinya terdapat 1 dari 20 orang yang berumur 15-64 tahun positif menggunakan narkoba.

Indonesia sendiri menganggap masalah narkoba sebagai masalah nasional yang memerlukan penanganan serius. Badan Narkotika Nasional (BNN), misalnya telah merumuskan visi Mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba 2015. Sayangnya visi ini masih belum bisa direalisasikan hingga saat ini.

Baca: BNN: Jutaan Pelajar dan Mahasiswa Kecanduan Narkoba

Hasil survei BNN dan dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PPK UI) pada 2014 melahirkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba secara umum 2,18 persen. Berdasarkan data tersebut diproyeksikan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba secara umum adalah 2,21 persen atau setara dengan 4.173.633 orang.

Kepala Sub Direktorat Pendidikan BNN, Agus Sutanto, menyatakan 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia adalah kelompok pelajar dan mahasiswa. Berdasarkan data hasil survei BNN dan PPK UI pada 2016 yang diolah Kriminologi menunjukkan angka prevalensi pernah pakai narkoba di Indonesia untuk kelompok pelajar dan mahasiswa tertinggi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Infografik daerah dengan kasus tertinggi pakai narkoba. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Berikut ini adalah lima provinsi di Indonesia yang memiliki peringkat tertinggi dalam angka prevalensi pernah pakai narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa pada 2015.

1. D.I. Yogyakarta

D.I Yogyakarta memiliki angka prevalensi pernah pakai narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa adalah 6,6 persen atau sekitar 12,464 juta orang. Sedangkan angka prevalensi pakai narkoba dalam setahun untuk kelompok pelajar dan mahasiswa adalah 2,8 persen atau kira-kira setara dengan 5,287 juta orang.

Baca: Kirim Sabu-sabu ke Jakarta, Sindikat Lintas Provinsi Dibekuk

2. DKI Jakarta

DKI Jakarta menempati posisi kedua dengan angka prevalensi pernah pakai narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa adalah 5,3 persen atau sekitar 10,009 juta orang. Sedangkan untuk angka prevalensi kelompok pelajar dan mahasiswa pakai narkoba dalam setahun adalah 3,6 persen atau kira-kira setara dengan 6,798 juta orang.

3. Kalimantan Timur

Pada posisi ketiga adalah Kalimantan Timur. Angka prevalensi kelompok pelajar dan mahasiswa pernah pakai narkoba di Kalimantan Timur adalah 4,7 persen atau sekitar 8,876 juta orang. Selanjutnya, angka prevalensi kelompok pelajar dan mahasiswa pakai narkoba dalam setahun terakhir adalah 2,5 persen atau kira-kira setara dengan 4,721 juta orang.

4. Sumatera Barat

Sebenarnya angka prevelansi kelompok pelajar dan mahasiswa pernah pakai narkoba di Sumatera Barat sama dengan angka prevalensi di Kalimantan Timur yaitu 4,7 persen. Namun untuk angka prevalensi kelompok pelajar dan mahasiswa pakai narkoba dalam setahun lebih rendah dari Kalimantan Timur yaitu 2,2 persen atau sekitar 4,154 juta orang.

Baca: 10 Modus Selundup Sabu-sabu di Indonesia, Album Foto hingga Novel

5. Kalimantan Utara

Kalimantan Utara masuk dalam posisi lima besar karena angka prevalensi kelompok pelajar dan mahasiswa yang pernah pakai adalah 4,5 persen atau kira-kira setara dengan 8,498 juta orang. Sedangkan angka prevalensi kelompok pelajar dan mahasiswa yang pakai narkoba dalam setahun terakhir di Kalimantan Utara adalah 2,6 persen atau sekitar 4,910 juta orang.

KOMENTAR
500/500