Peta Kejahatan Saat Ramadan, Jakarta Barat dan Timur Rawan Tawuran

Estimasi Baca :

Ilustrasi tawuran/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi tawuran/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Bulan Ramadhan di Indonesia tidak hanya identik dengan kebiasaan masyarakatnya ngabuburit tetapi juga identik dengan budaya tawuran yang terjadi setelah berbuka puasa maupun sebelum sahur.

Ada beberapa daerah di Jakarta yang menjadi langganan terjadinya tawuran yaitu daerah Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Ramadhan tahun sebelumnya, tawuran terjadi antara kelompok pemuda dari gang Kamboja dengan kelompok remaja Jembatan Genteng. Peristiwa ini terjadi dini hari saat masyarakat sedang makan sahur.

Peristiwa tawuran yang terjadi di Jalan Komodor Halim, Makassar, Jakarta Timur itu bermula saat kelompok pemuda dari gang Kamboja bermaksud membangunkan sahur, namun tiba-tiba diserang oleh kelompok remaja Jembatan Genteng. Tawuran ini mengakibatkan 1 orang terluka.

Mengantisipasi tawuran di Ramadhan tahun ini, kepolisian akan mendirikan pos pantau di beberapa titik yang dianggap rawan. Menurut pantauan Polres Jakarta Timur, titik rawan tawuran di Jakarta Timur adalah di daerah Jatinegara, Cipinang dan Kebon Singkong.

Selain Jakarta Timur, wilayah Jakarta Barat juga menjadi daerah yang rawan tawuran. Ada tujuh titik rawan tawuran yang tersebar di wilayah Jakarta Barat. Ketujuh titik rawan tersebut adalah daerah Kampung Boncos, Bandengan, Latumenten, Jembatan Besi, Kyai Haji Mas Mansyur, Angke dan Tanah Sereal.

Jakarta Timur dan Jakarta Barat menjadi dua daerah yang rawan tawuran saat bulan Ramadhan, namun tidak menutup kemungkinan bisa bahwa tawuran dapat terjadi di daerah lainnya di Jakarta. Seperti yang terjadi tahun lalu di daerah Gambir, Jakarta Pusat. Dua kelompok sahur on the road bertemu di Jalan Merdeka Barat depan Galeri Nasional dan akhirnya tawuran pecah di jalan tersebut.

Infografik Daerah Jakarta Rawan Tawuran saat di Jakarta

Tawuran terjadi saat dini hari dan diawali dengan saling lempar petasan antara kedua kelompok tersebut. Kejadian ini sempat diabadikan dalam video amatir yang direkam oleh masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Saat itu, tawuran pecah di tengah-tengah jalan raya sehingga para pengguna jalan lainnya memutuskan untuk berbalik arah.

Charles Tilly dalam tulisannya yang berjudul Collective Violence In European Perspective menyatakan ada tiga kategori kekerasan kolektif yaitu kekerasan kolektif primitif, kekerasan kolektif reaksioner dan kekerasan kolektif modern. Kekerasan kolektif primitive sifatnya non-politis dan ruang lingkupnya hanya terbatas pada komunitas lokal. Sedangkan kekerasan kolektif reaksioner biasanya adalah bentuk reaksi terhadap penguasa. Salah satu contoh kekerasan kolektif reaksioner contohnya adalah kekerasan antar etnis maupun kelompok mayoritas dengan minoritas.

Kelompok kekerasan kolektif modern adalah kekerasan yang dijadikan alat untuk mencapai tujuan politis maupun ekonomis. Salah satu ciri khasnya adalah kelompok yang sudah terorganisir dengan baik dan memiliki struktur organisasi yang jelas.

Berdasarkan tiga kategori yang disebutkan oleh Tilly, maka tawuran yang terjadi di Jakarta saat bulan Ramadhan tergolong dalam kategori kekerasan kolektif primitif. Sebab kekerasan yang terjadi tidak memiliki tujuan politis dan ruang lingkupnya masih lokal. Selain itu, kekerasan kolektif primitif cirinya juga terjadi secara spontan saat itu juga

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Peta Kejahatan Saat Ramadan, Jakarta Barat dan Timur Rawan Tawuran

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu