ilustrasi TNI main hakim sendiri. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Rentetan Aksi Main Hakim Sendiri Anggota TNI

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 07:00:47 WIB

Kriminologi.id - Beberapa waktu yang lalu, di indonesia beredar sebuah video yang memperlihatkan pengendara motor berplat nomor motor dinas milik TNI Angkatan Darat melakukan penganiayaan terhadap petugas bensin. Video yang diunggah akun Facebook Lian Juntac Part II pada 22 Agustus 2018 itu viral di media sosial.

Aksi itu diketahui terjadi di SPBU Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Pelaku diduga tidak terima diminta masuk antrean sehingga melakukan aksi main hakim sendiri. Dalam video terlihat bagaimana pria berplat nomor dinas TNI AD itu menendang petugas SPBU perempuan yang betugas saat itu.

Peristiwa yang terekam tersebut menambah panjang rentetan aksi tindakan main hakim sendiri yang dilakukan anggota TNI sehingga bisa saja menjadi pelaku kejahatan. Sebelumnya, aksi main hakim sendiri anggota TNI sudah beberapa kali terjadi. Seakan tidak pandang bulu, bocah pun juga pernah menjadi sasaran arogansi oknum anggota TNI.

Infografik Rentetan Aksi TNI Main Hakim Sendiri. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Menelusuri dari berbagai sumber, berikut Kriminologi.id rangkum lima aksi main hakim sendiri yang dilakukan anggota TNI lainnya.

1. Tak Terima Ditegur, Anggota TNI Pukul Anggota Polantas

anggota tni pukul polantas karena tak terima ditegur

Sebuah video merekan aksi main hakim sendiri di Riau oleh seorang oknum anggota TNI memukul anggota polisi lalu lintas (Polantas) di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau. Aksi oknum TNI itu viral di media sosial dan menyedot perhatian publik.

Setelah ditelusuri, aksi tersebut terjadi pada 10 Agustus 2017. Oknum tersebut adalah Serda Nopriadi Wira Sinaga, anggota Korem 031 Wiba Bima. Sementara anggota polisi yang menjadi korban pemukulan adalah Bripda Yoga Vernando, anggota Sat Lantas Polresta Pekanbaru.

Peristiwa pemukulan itu berawal dari teguran Bripda Yoga, yang tengah melakukan patrol rutin, terhadap Serda Wira yang tidak memakai helm. Namun Serda Wira justru mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Serda Wira kemudian memaki Bripa Yoga dan memukuli helmnya sebanyak empat kali.

Akibat ulahnya tersebut, Serda Wira harus berurusan dengan hukum. Menanggapi kasus itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo turun tangan langsung dan memohon maaf kepada publik.

 

2. Oknum Anggota TNI Memukul Petugas Bandara Soetta

oknum tni pukul petugas avsec bandara soekarno-hatta

Pada 30 Juli 2017, terjadi kekerasan terhadap petugas bandara yang dilakukan oknum anggota TNI AL berinisial MH. Aksi itu menimpa Nur Fauzy petugas Aviation Security (Avsec) di Terminal 2F, Gate 4, Keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Pemukulan berawal ketika MH ingin mengantar orang tua dan adik iparnya yag akan terbang ke Jayapura. MH bermaksud masuk ke dalam untuk membantu check-in dan meminta izin kepada petugas Avsec. Lantaran MH tidak memiliki tiket, ia dilarang masuk ke dalam terminal dan dianjurkan Nur Fauzi untuk meminta izin ke Officer In Charge (OIC) Bandara.

MH kemudian diizinkan masuk setelah menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA). Namun, sesampai di konter check-in, tiket yang dimiliki keluarga MH sudah tidak bisa check-in lantaran sudah terlambat.

MH pun kembali menemui Nur Fauzi dan menudingnya sebagai penyebab keterlambatan. Tidak hanya itu, kekesalan itu berujung pada pemukulan terhadap Nur Fauzi. Akibat pemukulan itu, Nur Fauzi mengalami luka pada bagian bibir.

 

3. Salah Paham Masalah Lakalantas, Oknum TNI Pukul Aktivis WALHI

anggota tni pukul aktivis walhi

Seorang aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), Muhammad Al Amin, menjadi korban penganiayaan oknum anggota TNI di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 13 pada 28 Juli 2017. Peristiwa itu terjadi ketika korban tengah mengendarai mobil dari arah Kabupaten Maros menuju ke Kota Makassar.

Aksi main hakim sendiri oknum anggota TNI itu ternyata dipicu kecelakaan kendaraan yang dialami istri oknum TNI tersebut. Ia menuding Amin telah menyerempet motor yang dikendarain sang istri.

Tiba-tiba, korban dihampiri dua orang yang berboncengan sepeda motor. Mereka menggedor-gedor kendaraan yang dikemudikan Amin dan memintanya berhenti. Saat kendaraannya sudah berhenti, salah satu pengendara motor langsung menghujamkan pukulan ke wajah Amin.

Akan tetapi, setelah dilakukan pertemuan di kantor Polsek Tamalanrea yang melibatkan pelaku, istri pelaku dan korban, diketahui bahwa insiden kecelakaan saat itu justru akibat dari kelalaian istri pelaku sendiri.

 

4. Perwira TNI Rusak Kaca Bus Lantaran Kesal Terjebak Macet

perwira tni rusak kaca bus lantaran kesal macet

Sikap arogan oknum TNI juga pernah dilakukan Mayor Dalino yang melalukan pengrusakan kaca bus Rosalia Indah di ruas Jalan Tol Cikunir pada 15 Mei 2017. Aksi itu juga sempat ramai menjadi perbincangan di media sosial. Akun Facebook Dwi Nur Arieyanto menjelaskan, peristiwa itu bermula saat terjadi kemacetan di ruas tol tersebut.

Saat itu, Dalino mengendarai mobil pribadi di jalur darurat. Di depan mobilnya terdapat sebuh truk yang tengah berhenti. Sementara tepat di sisi kanan mobil yang dikendarai Dalino ada bus Rosalia Indah, yang juga terjebak macet. Dengan keadaan terkunci seperti itu, mobilnya pun tak bisa bergerak.

Kesal karena mobilnya tak bisa bergerak, Dalino menggedor-gedor badan bus dengan tongkat. Tidak berhenti di situ, Dalino juga memukul kaca bus hingga pecah. Saat diminta pertanggungjawaban oleh sopir dan kernek bus, Dalino justru melaju pergi dengan mobilnya.

Karena ramai diperbincangkan di media sosial, Dalino akhirnya memutuskan meminta maaf dan mengaku siap bertanggun jawab untuk memperbaiki kerusakan bus. 

 

5. Sejumlah Anggota Marinir Pukuli Bocah SD di Cilandak

anggota tni marinir AL pukuli bocah sd di cilandak

Seorang bocah SD berinisial T menjadi bulan-bulanan oknum anggota Marinir TNI AL hanya karena permasalahan burung. Peristiwa pemukulan terhadap bocah SD itu terjadi pada 10 Januari 2016, bermula saat seorang anggota Marinir tengah menjemur burung peliharaannya.

Tak lama kemudian, T melintas dan mengambil burung itu. Setelah berhasil mengambil burung tersebut, T kemudian lari namun terjatuh dan burung pun terlepas.

Melihat hal tersebut, si pemilik burung geram dan menangkap T, lalu membawanya ke pos jaga Marinir. Di pos jaga itu, T diketahui menjadi sasaran bulan-bulanan sejumlah anggota Marinir TNI AL.

Kasus ini pun telah diserahkan ke Dinas Provos Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan. Pihak Korps Marinir juga sudah meminta maaf kepada keluarga korban dan siap bertanggung jawab menanggung seluruh biaya pengobatan.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500