Stefanus bersama Laura korban pembunuhan di Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Selain Laura, 5 Korban Pembunuhan Sadis Oleh Calon Suami

Estimasi Baca:
Selasa, 8 Mei 2018 06:05:29 WIB

Kriminologi.id - Laura (41), tewas di tangan calon suaminya Stefanus. Mendekati saat-saat paling bahagia, keduanya justru berujung tragis. Ternyata peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh calon suami tak hanya menimpa Laura. Setidaknya ada lima pembunuhan yang serupa Laura.

Laura dibunuh dan dibakar Stefanus di rumah korban di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis, 3 Mei 2018. Aksi keji itu dilakukan Stefanus lantaran sakit hati. Pembunuhan dan pembakaran itu berawal dari cekcok yang terjadi antara Laura dan Stefanus terkait biaya pernikahan.

Cekcok antara keduanya berujung pada pembunuhan. Stefanus menusuk kekasihnya dengan sebilah pisau hingga meninggal. Usai dibunuh, Stefanus membuang mayat kekasihnya di tepi laut di daerah Kabupaten Tangerang.

Kekejian calon suami yang dialami Laura ternyata sudah pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, Senin, 7 Mei 2018, 5 wanita korban pembunuhan sadis oleh calon suami lainnya yang pernah menggegerkan masyarakat;

1. Mudiono Nekat Bacok Calon Istri dan Keluarga

Selasa, 26 September 2017, Mudiono (30) kalap dan tega membacok Neny Agustin (16), calon istrinya, hingga meregang nyawa setelah tahu rencana pernikahannya terhambat. Amukan Mudiono juga menyebabkan ibu, kakek dan tetangga korban menjadi sasaran bacokan parangnya.

Pria asal Desa Macanan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi, tersebut mengaku kecewa lantaran perbuatannya membawa pergi Neny selama tiga hari beberapa waktu sebelumnya ternyata masih menyisakan perkara hukum.

Mudiono yang mengaku siap bertanggung jawab dan menikahi kekasihnya itu kecewa setelah mengetahui laporan polisi itu belum dicabut oleh pihak keluarga Neny. Sementara berbagai keperluan administrasi pernikahan sudah diselesaikan semua oleh Mudiono.

Emosinya tersulut saat menanyakan kasus tersebut ke Neny dan keluarganya hingga terjadi cekcok. Mudiono yang kalap akhirnya membacok kekasihnya yang hendak dinikahinya tersebut hingga meninggal. Tidak hanya itu, ibu korban bernama Sumiati (45), kakek dan tetangga korban ikut menjadi sasaran amukan Mudiono. Beruntung ketiganya masih selamat dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

2. Ribut Biaya Nikah, Asworo Tega Bunuh Calon Istri 

Nasib nahas juga dialami oleh Chatarina Wiedyawati alias Wiwid (30) menjelang hari bahagianya. Pertengkarannya dengan Martinus Asworo (33), calon suaminya, berujung pada petaka.

Keduanya bertengkar setelah Asworo mengaku tidak punya biaya yang cukup untuk melangsungkan pernikahan yang telah dijadwalkan pada 5 September 2017. Hal itu membuat Wiwid kecewa ia dan lantaran orang tuanya sudah membayar tanda jadi atau down payment (DP) gedung untuk resepsi pernikahan. Cekcok pun terjadi di antara keduanya. 

Asworo yang gelap mata karena malu lalu memukul Wiwid dengan tangan dan kunci stir mobil hingga kekasihnya itu meregang nyawa. Setelah itu, tubuh Wiwid dibuang ke semak belukar di daerah Sukarame, Palembang.

Sebelumnya, sebagai persiapan awal, Wiwid mengajak Asworo pergi ke Yogyakarta pada 7 Mei 2017 untuk membeli souvenir, mengurus berkas, hingga melakukan foto pre-wedding.

Pengakuan Asworo yang belum memiliki biaya disampaikan sehari sebelum pergi ke Yogyakarta tersebut, sehingga sepanjang perjalanan dari Prabumulih-Palembang keduanya terus bertengkar. Pusing dengan saldo uang yang tak diharapkan karena di luar dugaan, Asworo mulai kesal dan akhirnya merencanakan pembunuhan. Saat melanjutkan perjalanan ke Palembang itulah Asworo menghabisi nyawa calon istrinya.

3. Cemburu Buta, Heru Habisi Nyawa Calon Istri

Pembunuhan sadis juga terjadi di Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Adalah Marsiah (31) yang dengan sadis dibunuh oleh calon suaminya sendiri, Heru Setiawan, lantaran cemburu buta.

Peristiwa itu terungkap pertama kali dari penemuan jasad Marsiah di bawah jembatan Tiyung, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, pada Senin, 14 Desember 2015. Dari oleh tempat kejadian perkara (TKP), diketahui bahwa Marsiah dijerat lehernya dengan tali nilon dan wajahnya juga disiram bensin lalu dibakar.

Hasil penyelidikan kepolisian mengarah pelaku adalah orang dekat korban. Sehari berselang, pelaku pembunuhan berhasil ditangkap pihak kepolisian di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin saat hendak menuju Jawa Timur. Dan diketahui bahwa pelaku adalah calon suami dari korban. 

Kepada polisi, Heru mengaku tega menghabisi nyawa Marsiah lantaran merasa dikhianati setelah mengetahui calon istrinya itu diam-diam bertemu dengan pria lain. Padahal, Heru dan Marsiah sudah sepakat menikah dalam waktu dekat.

4. Cekcok Menjelang Nikah, Seorang Pria Bunuh Calon Istri Lalu Bunuh Diri

Pertengkaran hebat terjadi antara Mirza Nurzaman (31) dan calon istrinya Aswara Indah Sari (27) menjelang hari pernikahan keduanya. Peristiwa itu terjadi di Apartemen Kalibata City, Tower Borneo Lantai 16 CG, sekitar pukul 22.00 WIB, 21 September 2012.

Gara-gara ribut menjelang nikah itu, Mirza yang adalah warga negara India itu tega menggorok calon istrinya hingga tewas. Di lokasi kejadian, Aswara ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan leher berlumuran darah. 

Mirisnya, usai membunuh, pelaku pun bunuh diri dengan cara melindaskan diri ke kereta api. Jasadnya ditemukan di dekat Stasiun KA Kalibata.

Berdasarkan keterangan kepolisian, sebelum pelaku meninggalkan apartemen dan bunuh diri, pelaku sempat menghubungi orang tua korban dan mengaku telah membunuh anaknya.

5. Bimbang Menjelang Nikah, Adi Bunuh Calon Istri dan Janin

Nasib tragis dialami oleh wanita muda Yayuk Nurhayati alias Ayuk (20). Bungsu dari lima saudara ini tewas di tangan calon suaminya sendiri menjelang hari pernikahan.

Kasus ini bermula dari ditemukannya mayat wanita muda, yang kemudian diketahui adalah Ayuk, di sekitar areal perkebunan di Hutapadang, tak jauh dari kediamannya, hari Minggu, 3 Juni 2012. Penemuan mayat itu pun sontak membuat geger warga sekitar.

Dari hasil penyelidikan kepolisian, pelaku diketahui adalah Suwardi alias Adi (22) yang adalah calon suami korban. Adi mengaku bimbang menikahi Ayuk walau dirinya sudah tunangan dengan korban. Sebelumnya, Ayuk diketahui tengah mengandung janin dari Adi. 

Belum siapnya dana untuk pernikahan menjadi salah satu hal yang membuat dirinya bimbang. Selain itu, Adi juga mengaku sempat punya dua pacar lagi setelah bertunangan dengan Ayuk. Jadi, dia ragu untuk meneruskan hubungannya dengan Ayuk, sementara hari pernikahan semakin dekat.

Lantaran merasa pusing dan banyak pikiran itulah Adi gelap mata dan tega menghabisi calon istrinya yang tengah mengandung janinnya secara sadis. Di sebuah kebun sawit, Adi menjerat leher Ayuk sebanyak dua kali menggunakan tali pinggang. Tidak hanya itu, Adi kembali menjerat leher Ayuk dengan jaket parasut yang dikenakan Ayuk hingga akhirnya meregang nyawa.

KOMENTAR
500/500