Ilustrasi perampokan di taksi online. Ilustrasi: Kriminologi.id

Selain Ledy, 4 Pelaku Perampokan di Taksi Online Tewas Saat Ditangkap

Estimasi Baca:
Minggu, 29 Apr 2018 18:05:35 WIB

Kriminologi.id - Ledy Muhammad Nasir (27) alias Alung, sopir taksi online yang juga pelaku perampokan dan penyekapan penumpang taksi online, tewas ditembak polisi karena merapok seorang perempuan. Namun Ledy tak sendiri, ada empat pelaku perampokan taksi online yang tewas saat ditangkap.

Setelah diburu oleh Kepolisian Resor Jakarta Barat, para pelaku dapat diringkus. Perampokan yang dilakukan Ledy dan dua rekannya akhirnya ditangkap. Ledy yang merupakan otak dari perampokan tersebut tewas ditembak karena melawan petugas saat penangkapan.

Selain Ledy, rupanya ada 4 orang yang berperan sebagai otak pelaku perampokan taksionline yang tewas ditembak oleh polisi.

1. Poniman - Palembang

Otak pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Tri Widyantoro yang berprofesi sebagai sopir taksi online tewas ditembak polisi. Hal ini dilakukan karena pelaku yang bernama Poniman melawan saat akan ditangkap oleh aparat.

Korban ditemukan tidak bernyawa di rawa-rawa di kawasan Tanjung Api-Api, Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan pada 30 Maret 2018. Pengusutan yang dilakukan oleh polisi mendapatkan hasil bahwa terakhir kali order yang diterima oleh korban berasal dari seseorang yang bernama Ali Suhendra pada 15 Februari 2018.

Selain itu, jejak 4 orang pelaku perampokan dan pembunuhan ini juga terendus dari ponsel milik korban yang dijual oleh para pelaku di pusat perbelanjaan Mall Internasional Plaza (IP)

2. Palembang. Ari dan Rizky - Medan

Dua orang pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap David Julher Simanjuntak pada 24 September 2017. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam selokan dekat rumah kos di Jalan Sempurna Medan Kota, Sumatera Utara. Korban diduga telah dibunuh oleh penumpangnya sendiri dan kemudian dibuang ke lokasi tersebut.

Penyelidikan yang dilakukan polisi mengungkap bahwa order terakhir yang masuk dan diterima oleh David berasal dari Jalan Sutomo sebagai lokasi penjemputan dengan tujuan Jalan Wahidin.

Kepolisian kemudian menemukan mobil korban melintas di Jalan Islamiyah pada 25 September 2017, petugas segera melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut. Menyadari bahwa mobilnya sedang dikejar oleh pihak kepolisian, pelaku pun memacu mobilnya dengan lebih kencang. 

Namun terhenti karena mobil yang dikendarai pelaku ini menabrak pohon. Menurut penuturan petugas, para pelaku justru mencoba melawan petugas saat baru saja keluar dari mobil.

3. Inisial YK - Tangerang

Sopir taksi online Grabcar bernama Teddy Rianto menjadi korban penodongan dan perampokan pada 24 Maret 2018 di Jalan Tol Jakarta Merak, Tangerang. Korban mendapatkan order yang dipesan oleh pelaku YK dan SY melalui ponsel hasil curian.

Setelah pelaku dijemput oleh korbsn, rupanya pelaku membatalkan pesanannya dan meminta diantarkan ke Cilegon. Pelaku juga menjanjikan uang sebesar Rp 450 ribu kepada korban. Setelah itu pelaku juga meminta korban untuk menepikan mobil dan pelaku langsung menodongkan sebilah pisau ke leher korban. Saat itu korban sempat melawan sehingga tangannya terluka.

Akhirnya pelaku mengikat tangan korban dengan lakban dan menutup mata juga menyumpal mulut korban. Selanjutnya pelaku diturunkan di daerah Serang, Banten. Pelaku kemudian melarikan mobil. 

Kepolisian pada awalnya berhasil membekuk penjual dan oknum yang menjadi perantara penjualan mobil hasil kejahatan. Penjual mobil hasil kejahatan tersebut berada di Tenggamus, Lampung. 

Berdasarkan keterangan keduanya, polisi pun bergerak ke daerah Jelambar, Jakarta Barat untuk meringkus SY dan YK. Sayangnya saat upaya penangkapan dilakukan, kedua pelaku berusaha melawan petugas. Sehingga petugas menembak para pelaku. Sayangnya nyawa YK tidak dapat diselamatkan. AS

KOMENTAR
500/500