Ilustrasi target pembunuhan. Foto: Pixabay

Selain Maduro, Lima Presiden Lolos dari Pembunuhan

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 08:35:48 WIB

Kriminologi.id - Upaya pembunuhan terhadap kepala negara tak hanya menimpa Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Lima presiden juga pernah menjadi target serangan dari sejumlah pihak.

Usaha pembunuhan terhadap Maduro terjadi pada Sabtu, 4 Agustus 2018. Maduro menjadi target serangan pesawat tanpa awak atau drone dengan bahan peledak ketika sedang berpidato.

Serangan tersebut tidak berhasil melukai Maduro sebagai target utamanya. Namun, serangan itu melukai tujuh tentara. Dua ledakan terjadi di luar podium presiden saat Maduro menyampaikan pidato utama pada peringatan ke-81 Pengawal Nasional Venezuela.

Sebagai pemimpin negara, posisi presiden kerap menjadi target utama serangan. Serangan-serangan fatal yang ditujukan orang nomor satu negera ini dalam beberapa kasus dapat digagalkan.

Infografik deretan presiden yang lolos dari upaya pembunuhan. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Maduro bukanlah satu-satunya presiden yang pernah lolos dari upaya pembunuhan. Menelusuri dari berbagai sumber, berikut Kriminologi.id merangkum lima upaya pembunuhan gagal terhadap presiden lainnya. 

1. Emmerson Mnangagwa, Presiden Zimbabwe

Upaya pembunuhan juga pernah menargetkan Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa pada 2018. Sebuah ledakan terjadi saat kegiatan kampanye partai yang diadakan di sebuah stadon di Bulawayo, Zimbabwe, pada 23 Juni 2018. Mnangagwa berhasil lolos dengan selamat dari ledakan tersebut.

 Mnangagwa menyatakan bahwa ledakan saat itu hanya berjarak beberapa meter dari dirinya, namun memang bukan saatnya dia untuk mati.

Total korban terluka dari peristiwa ledakan di kota terbesar kedua di Zimbabwe itu sebanyak 15 orang. Sejauh ini, belum ada satu pun kelompok yang muncul dan menyatakan bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

2. Ali Abdullah Saleh, Presiden Yaman

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menjadi target serangan bom di komplek kepresidenannya di Sanaa, Yaman, 3 Juni 2011. Saleh berhasil selamat meskipun mengalami luka bakar serius dan cedera akibat pecahan peluru.

Saat itu, ditemukan beberapa bahan peledak C-4 ditanam di dalam masjid. Satu di antaranya meledak ketika presiden dan anggota utama dari pemerintahannya sedang beribadah di masjid.

Ledakan itu menewaskan empat pengawal presiden dan melukai perdana menteri, wakil perdana menteri, kepala Parlemen, gubernur Sanaa dan banyak lagi. selain itu, juru bicara presiden juga dilaporkan tewas.

3. Jose Ramos-Horta, Presiden Timor Leste

Presiden dan Perdana Menteri Timor Leste di Dili pada 11 Februari 2008. Upaya pembunuhan terhadap Presiden Jose Ramos-Horta itu diyakini bertujuan kudeta.

Baku tembak terjadi saat Ramos-Horta tidak berada di tempat. Saat itu dia sedang olahraga pagi. Di kediamannya, baku tembak terjadi. Dalam baku tembak tersebut, pemimpin pemberontakan Reinado tewas ditembak di bagian kepalanya.

Ramos-Horta yang telah diperingatkan akan baku tembak itu tetap memilik berjalan pulang ke kediamannya. Alhasil, anak buah Reinado menembaki Ramos-Horta ketika dia mendekati rumahnya. Dia menerima dua tembakan di dada dan satu tembakan di perut.

Beruntung nyawanya masih bisa tertolong setelah dievakuasi ke Darwin, Australia, untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

4. Maumoon Abdul Gayoom, Presiden Maladewa

Upaya pembunuhan terhadap presiden juga terjadi di Maladewa. 8 Januari 2008, seorang pemuda berumur 20 tahun berusaha menusuk Presiden Maumoon Abdul Gayoom.

Serangan itu terjadi di pulau Hoarafushi, salah satu wilayah paling padat penduduk di Maladewa Utara, ketika Gayoom bertemu pendukungnya setelah meresmikan proyek energi terbarukan.

Ketika Gayoom sedang berjabat tangan dengan para pendukungnya, pelaku datang dan berusaha menusuknya dengan pisau dapur berukuran besar.

Gayoom berhasil lolos dari serangan itu tanpa terluka sedikit pun berkat seorang remaja anggota pramuka, Mohamed Jaisham. DIa menggagalkan serangan itu dengan bergulat dengan penyerang dan meraih pisau yang digunakan.

Pergulatan itu mengakibatkan tangan remaja berusia 15 tahun itu terluka. Sementara Gayoom hanya mendapatkan robek pada bajunya.

5. Pervez Musharraf, Presiden Pakistan

Pervez Musharraf merupakan salah satu presiden yang lolos dari beberapa upaya pembunuhan. Serangan terakhir saat dirinya masih menjabat Presiden Pakistan terjadi pada 6 Juli 2007.

Saat itu, sekelompok orang tidak dikenal menembakkan senapan mesin ke arah pesawat yang ditumpangi Musharraf, lepas landas dari lapangan udara militer di Rawalpindi. Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

Kepolisian pun langsung bergerak mencari pusat tembakan. Polisi menggerebek sebuah rumah di dekat landasan udara dan menemukan dua senapan dan sebuah senapan mesin di atap rumah. Diketahui bahwa kelompok Taliban menjadi dalang penyerangan tersebut. AS

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500