Areal galian tambang. Foto: Ist/Kriminologi.id

Setengah Tahun Berlalu, 9 Nyawa Terenggut Sia-sia di Lubang Maut

Estimasi Baca:
Minggu, 24 Jun 2018 17:05:41 WIB

Kriminologi.id - Lubang bekas galian tambang kembali memakan korban. Belum lama ini, korban adalah seorang bocah Sekolah Dasar (SD) di Bengkulu. Rizky Alpian tewas setelah terpeleset dan jatuh ke dalam kolam bekas galian tambang pasir bijih besi di Desa Rawa Indah, Bengkulu. Peristiwa itu terjadi saat ia tengah memancing bersama temannya pada Senin, 18 Juni 2018.

Kolam bekas galian tambang pasir bijih besi itu merupakan peninggalan PT Famiaterdio Nagara. Sebuah perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah itu selama dua tahun yakni pada 2008 sampai 2010.

Namun, sejak kegiatan penambangan berhenti tidak ada upaya reklamasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan meskipun warga sudah memintanya. Hingga kini, di area sekitar masih ada empat kolam bekas galian tambang dengan kedalaman hingga 14 meter yang dibiarkan menganga.

Berulangnya peristiwa serupa mengisyaratkan perlunya keseriusan penanganan terhadap lubang-lubang bekas galian tambang. Sanksi hukum terhadap perusahaan tambang yang melakukan pembiaran pada lubang bekas galiannya perlu dilaksanakan secara tegas, mengingat korban jiwa terus menerus berjatuhan. 

Tak hanya menimpa Rizky Alpian, penelusuran Kriminologi.id mendapati setidaknya terdapat delapan korban tewas akibat bekas galian tambang tersebut sepanjang kurun waktu setengah tahun pada 2018.

Infografik maut di bekas galian pertambangan. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id
Infografik maut di bekas galian pertambangan. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Berikut Kriminologi.id rangkum korban-korban tewas akibat bekas galian tambang lainnya di berbagai daerah yang terjadi sepanjang pertengahan tahun 2018.

1. Ari Wibowo, Nganjuk

Seorang pelajar bernama Ari Wibowo (16) tewas tenggelam di kolam bekas galian tambang liar di Dusun Pilangbangu, Desa Girirejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Jumat siang, 18 Mei 2018.

Ari Wibowo bersama sembilan temannya datang untuk memancing di kubangan bekas galian tambang milik Haji Sulkan. Saat korban bermaksud memancing dengan cara berendam dalam kubangan, korban tak menyangka bahwa air dalam kubangan terlalu dalam. Korban yang tidak bisa berenang pun langsung tenggelam.

2. Akbar Ibrahim, Batam

Di hari yang sama, Jumat, 18 Mei 2018, kolam bekas galian tambang kembali memakan korban lainnya di Batam. Adalah Akbar Ibrahim (11) yang menjadi korban setelah bermain-main di kolam bekas galian tambang pasir di RT 002/RW 004, Kampung Jabi, Nongsa, Batam.

Akbar tenggelam saat tengah bermain perahu-perahuan dengan menggunakan gabus bersama temannya Aldi. Nahas, saat mendayung ke tengah kolam Akbar terjatuh. Aldi yang tidak bisa berenang hanya bisa berteriak meminta tolong. Nahas, nyawa Akbar tak tertolong. 

3. Rama, Gresik

Bekas galian tambang golongan C di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur memakan korban seorang bocah SD. Rama (11) tewas tenggelam karena tidak bisa berenang saat terjatuh ke dalam kubangan bekas galian C yang terendam air sedalam 4 meter pada 1 Mei 2018.

Tenggelamnya bocah kelas 4 SD itu bermula saat korban sedang bermain naik pelepah pisang di kolam bekas galian bersama teman-temannya, korban tiba-tiba tercebur. Karena tidak bisa berenang, korban pun langsung tenggelam.

4. Dewi Salindri dan Liza Amanda Melani, Lampung Selatan

Dua bocah di Dusun Sidodadi, Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, menjadi korban lubang bekas galian tambang pasir. Dewi Salindri (8) dan Liza Amanda Melani (9) tewas setelah tenggelam di lubang yang berisi air dengan kedalaman 1,7 meter pada Senin, 9 April 2018.

Sebelum tenggelam, keduanya sempat terlihat bermain di sekitar lubang bekas galian yang letaknya memang dekat dengan rumah mereka. Kedua bocah itu ditemukan mengapung tak bernyawa setelah beberapa jam tak menampakkan diri.

5. Kakek Samu’in, Banyuwangi

Kubangan bekas galian C ilegal juga memakan korban seorang kakek di Banyuwangi. Adalah Samu’in (70) yang dikabarkan tenggelam di kubangan tersebut di Dusun Patoman, Desa Watukebo, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis sore, 22 Maret 2018.

Setelah melakukan pencarian lebih dari lima jam, warga bersama Tim BPBD Kabupaten Banyuwangi berhasil menemukan jasad Samu'in yang diduga terpeleset ke dalam kubangan itu pada pukul 20.45 WIB. Jasad kakek Samu’in ditemukan di dasar kubangan sisi selatan.

6. Fikri Haikal, Bogor

Seorang pelajar berusia 16 tahun, Fikri Haikal, tewas tenggelam di kolam bekas aktivitas tambang galian C di Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu 14 Maret 2018. Fikri terpeleset dan tenggelam saat berusaha mengambil sandalnya yang terlepas dan mengambang di kolam.

Peristiwa itu terjadi saat korban bersama dua rekannya, Ari Ardianto (16) dan Bahrul Ulum (16), sedang mandi di sekitar kolam bekas galian C itu. Pada saat korban mencuci motornya, terlihat korban sedang berusaha mengambil sandalnya namun terpeleset dan masuk ke dalam kolam. Korban yang tidak bisa berenang akhirnya tenggelam.

7. Rizky Maulana, Kalimantan Tengah

Rizky Maulana, bocah berusia 9 tahun, ditemukan tewas mengambang di kolam bekas galian tambang di Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Rabu 7 Maret 2018.

Sebelumnya, korban diketahui sedang mandi di kolam bekas galian tersebut bersama dengan delapan temannya. Saat tengah mandi, korban tenggelam dan teman-teman lainnya yang juga tidak bisa berenang hanya bisa meminta tolong dengan melaporkan peristiwa itu ke warga sekitar. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. TD

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Nuruddin Lazuardi
KOMENTAR
500/500