Tak Hanya di Las Vegas, Aksi Lone Wolf 4 Kali Teror Indonesia

Estimasi Baca :

Pixabay.com - Kriminologi.id
Pixabay.com

Kriminologi.id - Penembakan brutal yang menargetkan penonton festival musik country Route 91 Harvest mengejutkan dunia. Dari lantai 32 Hotel Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat, Stephen Paddock membunuh sedikitnya 59 orang dan mencederai sekurangnya 527 orang.

Setelah peristiwa tersebut, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau Islamic State Iraq and Syria atau ISIS mengklaim Paddock salah seorang pejuang ISIS. Namun Federal Bureau of Investigation tidak menemukan bukti Paddock masuk dalam jaringan kelompok radikal.

Baca: Lone Wolf Terrorism: Serigala yang Lahir karena Media

Paddock diduga beraksi sendiri yang dikenal juga dengan lone wolf terrorism. Rupanya peristiwa lone wolf terrorism ini juga terjadi di Indonesia. Berikut ini rekam jejak aksi lone wolf terrorism yang pernah terjadi di Indonesia sejak 2016-2017.

 

#1. Terror Bom Gereja di Medan

Pelaku berinisial IA hendak meledakkan bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph. Gereja Stasi Santo Yoseph di Jalan Dr. Mansur, Medan. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 28 Agustus 2016 saat masyarakat sedang beribadah.

Pelaku ikut masuk dan mengikuti ibadah di dalam gereja. Setelah Pastor Albert Pandiangan OFM Cap selesai membacakan Alkitab, bom meledak dan pelaku mengejar pastor IA dengan membawa pisau dan kapak.

Baca: FBI: Tak Ada Kaitan Penembakan Brutal Las Vegas dengan Terorisme

Pelaku diketahui beraksi seorang diri, dia mengaku melakukannya karena diiming-imingi Rp 10 juta oleh orang tidak dikenal. Sedangkan menurut penyelidikan polisi, dia terinspirasi salah satu pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi dari Internet.
 

#2. Penyerangan Polisi di Cikokol

Peristiwa ini dilakukan oleh seseorang berinisial SA di Pospol Cikokol, Tangerang, Banten, 20 Oktober 2016. Awalnya pelaku hendak menempelkan stiker yang melambangkan simbol ISIS di salah satu tiang Pos Polisi. Petugas yang melihat pelaku tentu saja melarangnya, namun dia justru menyerang petugas dengan golok.

Tiga polisi terluka akibat serangan membabi-buta tersebut, termasuk Kepala Kepolisian Sektor Tangerang Kota. Pelaku akhirnya ditembak di kaki dan perut ketika menyerang dan menusuk dada Kapolsekta Tangerang.

Baca: Polisi Identifikasi Penembak Brutal Las Vegas Kakek 64 Tahun

Menurut penyelidikan diketahui pelaku pernah belajar di Pesantren Tahfidz Alquran Ansharollah yang dipimpin Fauzan Al Anshori di Ciamis, Jawa Barat. Pimpinan pesantren Ansharollah ini diduga tergabung dalam jaringan Jamaah Ansarut Daulah sehingga pihak keluarga menjemput SA secara paksa.

Ternyata menurut penelusuran penegak hukum, pelaku tidak termasuk jaringan kelompok terorisme di Indonesia. Walaupun pernah di Pesantren Ansharollah, bukan berarti dia tergabung dalam jaringan kelompok terorisme. SA beraksi sendirian menyingkirkan thogut atau orang kafir dan mendirikan khilafah di Indonesia.
 

#3. Penyerangan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara

Pelaku penyerangan berjumlah dua orang yang berinisial AR dan SP. Keduanya menyerang Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara dengan senjata tajam, 25 Juni 2017. Salah satu anggota Brigade Mobil tewas saat sedang berjaga. Menurut saksi, pelaku sempat berteriak bahwa mereka telah membunuh thogut dan tidak takut mati.

Baca: Enam WNI Terduga Jaringan Teroris Kembali dari Turki

Walaupun melakukannya bersama-sama namun tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka dalam jaringan kelompok terorisme. Tidak diketahui secara jelas darimana pelaku terpapar paham-paham radikal. Dugaan penegak hukum, mereka terpapar paham radikal dari media sosial.
 

#4. Penyerangan Brimob di Masjid Falatehan

Pelaku mengikuti salat Isya berjemaah dengan anggota Brigade Mobil di Masjid Falatehan, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tak jauh dari Markas Besar Polri. Setelah salat usai tiba-tiba pelaku berteriak ‘Allahu Akbar’, sembari mengeluarkan sangkur dan menyerang aparat di sekitarnya.

Baca: Polisi: Terduga Teroris Cirebon Berbaiat ke ISIS

Berdasarkan hasil penyelidikan aparat penegak hukum, diketahui bahwa pelaku tidak tergabung secara struktural di dalam kelompok terorisme. Pelaku sebenarnya adalah simpatisan yang terpapar paham radikal dari kelompok atau group messenger di sejumlah media sosial.

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Peta Kejahatan Tak Hanya di Las Vegas, Aksi Lone Wolf 4 Kali Teror Indonesia

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu