Ilustrasi gigitan buaya. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Teror Buaya di Berbagai Daerah, 13 Warga Jadi Korban dalam Setahun

Estimasi Baca:
Rabu, 18 Jul 2018 17:05:25 WIB

Kriminologi.id - Penyerangan buaya terhadap manusia belakangan marak terjadi. Peristiwa terakhir terjadi di Papua. Akibat penyerangan itu warga beramai-ramai membantai ratusan buaya di penangkaran. 

Dalam seminggu terakhir, empat peristiwa penyerangan buaya terjadi di beberapa daerah. Peristiwa yang di Papua menimpa seorang warga transmigrasi asal pulau Jawa bernama Sugito menjadi perhatian warga.

Pasalnya, Sugito tewas setelah diterkam buaya saat mencari rumput untuk ternak di sekitar kawasan penangkaran pada Jumat sore, 13 Juli 2018.

Ratusan buaya yang ada di penangkaran di wilayah kawasan SP 1, Sorong, Papua, itu dibunuh oleh warga. Aksi ini merupakan bentuk kemarahan warga terhadap pemilik penangkaran yang dinilai lalai.

Peristiwa penyerangan buaya pada warga sudah beberapa kali terjadi di berbagai daerah. Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, dalam setahun terakhir, selain peristiwa di Jambi dan Sorong setidaknya ada 11 peristiwa penyerangan buaya terhadap manusia.

Serangan buaya ini mengakibatkan korban luka-luka hingga tewas. Dan Riau menjadi daerah yang paling banyak ditemukan kasus penyerangan buaya dalam setahun terakhir. Berikut rangkuman peristiwa-peristiwa mengerikan tersebut berdasarkan daerah kejadiannya.

1. Buaya Serang Petani di Aceh

Seekor buaya menyerang seorang petani sawit di Desa Gelung, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Aceh, Senin, 30 April 2018. Buaya dengan berat diperkirakan mencapai 1 ton itu hampir memangsa petani sawit. Beruntung petani tersebut berhasil selamat dari serangan dan melaporkan peristiwa itu ke kepolisian.

Setelah dilakukan pencarian bersama warga, buaya itu berhasil ditemukan dan ditangkap beramai-ramai. Buaya sepanjang 4 meter itu pun langsung diserahkan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk dievakuasi ke hutan Kota Langsa.

2. Buaya Serang Penyeberang Sungai di Riau

Peristiwa penyerangan buaya ke manusia di Provinsi Riau dalam satu tahun terakhir, setidaknya sudah 4 kali terjadi. Peristiwa terbaru menimpa seorang warga Kabupaten Kampar bernama Selamat pada Kamis, 11 Juli 2018.

Selamat diserang buaya saat hendak menyeberang Sungai Siak Pacah, Desa Danau Lancang, untuk menuju ke perkebunan sawit. Akibatnya, korban mengalami luka sangat serius pada bagian kaki kirinya.

Selain itu, serangan buaya juga pernah menewaskan seorang karyawan pabrik sagu bernama Ongkiat (19) di Riau pada Sabtu, 14 April 2018. Saat tengah bekerja menarik batang sagu di sungai, korban diterkam dan diseret seekor buaya ke dalam sungai. Nahas, korban tidak bisa menyelamatkan diri dan dibawa ke dasar sungai. Jasad korban baru berhasil ditemukan setelah 4 jam dilakukan pencarian.

Peristiwa lainnya, dua warga pada Minggu, 1 Oktober 2017, di Kabupaten Kuantan Singingi menjadi korban serangan buaya. Peristiwa yang menimpa Yolpi Prayuno (27) dan Candra (40) itu terjadi saat keduanya tengah mandi di Sungai Kuantan. Akibatnya, mereka mengalami luka robek ringan dan mendapatkan harus perawatan di Puskesmas Cerenti.

Sebulan sebelumnya, seorang warga Rokan Hilir bernama Suprianto (46) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Kondisi tubuhnya sudah tidak utuh lagi dan diduga diserang buaya. Korban dilaporkan hilang sejak Kamis, 14 September 2017, saat sedang menjaga perladangan yang lokasinya banyak kanal karena rawa gambut.

3. Buaya Serang Pemancing di Sumatera Selatan

Peristiwa penerkaman buaya di Banyuasin yang bernama Alif sempat terekam dan video rekaman itu beredar di media sosial. Peristiwa mengenaskan itu diketahui terjadi ketika korban memancing ikan di desa Santan Sari, Kecamatan Sembawa, Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Minggu, 8 Juli 2018, sekitar pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Alif sempat hilang usai diterkam buaya. Setelah dua hari diterkam buaya saat memancing akhirnya Alif ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan.

4. - Petani Rumput Laut Diserang Buaya di Kalimantan Utara

Seekor buaya sepanjang sekitar 3 meter menyerang Tuning (35), warga Mamolo, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu, 17 Juni 2018. Akibat serangan itu, Tunding mengalami sejumlah luka di bahu, tangan dan bibir bagian atas.

Tetangga korban menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika Tunding sedang membetulkan geladak jemuran rumput lautnya yang rusak. Diduga buaya kaget saat Tunding turun ke air, menjadi penyebab buaya itu langsung menyerangnya.

5. - Buaya Serang Pencari Ikan di Kalimantan Tengah

Serangan buaya muara menewaskan warga Desa Sebangau Jaya, Kecamatan Katingan Kuala, Kalimantan Tengah, pada 20 Januari 2018. Korban yang bernama Aman dilaporkan hilang saat sedang memasang jaring ikan bersama dua rekannya, Yani dan Ari, di Sei Sabangau Besar perbatasan Katingan dan Pulangpisau.

Setelah dilakukan pencarian, warga menemukan seekor buaya muara sedang berjemur di pinggir sambil memakan korban. Setelah diusir menggunakan tongkat kayu, buaya pergi dan melepaskan korban dari mulutnya. Saat ditemukan, korban dalam keadaan tewas dengan kondisi tangan kanan hilang, kaki kiri remuk dan perut sobek.

6. Buaya Serang Pawang Hingga Tewas- Kalimantan Timur

Dua peristiwa penyerangan buaya terjadi di sungai Muara Jawa Ulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dalam waktu yang berdekatan pada September 2017. Adalah Suprianto dan Arjuna yang menjadi korban tewas dalam persitiwa mengenaskan itu.

Arjuna diserang pada Jumat, 15 September 2017. Sementara Suprianto yang mengaku sebagai pawang buaya diserang sehari berselang saat sedang melakukan ritual pencarian korban Arjuna.

7. Buaya Serang Nelayan di Gorontalo Utara

Rabu, 16 Agustus 2017, nelayan di Desa Bulango Raya, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, berhasil menangkap seekor buaya muara sepanjang 3 meter.

Buaya ini diketahui telah meresahkan warga. Sepekan sebelum ditangkap, buaya tersebut sempat menyerang seorang warga setempat yang mengakibatkan lengan kanannya terluka akibat gigitan hewan ganas ini.

Buaya yang ditangkap itu kemudian dievakuasi oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gorontalo ke pusat rehabilitasi satwa di Kota Bitung, Sulawesi Utara. AS

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500