Sabu-sabu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Tiga Perwira Reserse Narkoba Tersandung Sabu Sebelum AKBP Hartono

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 06:05:52 WIB

Kriminologi.id - Penangkapan Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat AKBP Hartono 28 Juli 2018 lalu semakin memperpanjang daftar anggota polisi yang tersandung kasus narkoba. Sepanjang tahun 2017 saja, ada 13 anggota kepolisian di Indonesia yang terlibat peredaran narkoba.

Sebelumnya, AKBP Hartono kedapatan membawa narkoba jenis sabu saat diperiksa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ia ditangkap petugas Bandara pada Sabtu, 28 Juli 2018, dengan barang bukti sabu-sabu seberat 23,8 gram. Saat itu, ia berdalih bahwa sabu tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk keperluan pemeriksaan.

Akibat perbuatannya, AKBP Hartono dicopot dari jabatannya berdasarkan surat telegram bernomor ST/1855/VII/KEP/2018 tertanggal 28 Juli 2018, yang berisi keputusan mencopot AKBP Hartono dari jabatan strategis dan dimutasi sebagai perwira menengah di Pelayanan Markas atau Yanma Polri.

Penangkapan ini berdampak pada integritas kepolisian dalam memerangi kejahatan narkoba dipertanyakan. Pasalnya, terungkapnya anggota satuan yang khusus menangani kejahatan narkoba justru menyelewengkan tugas dan tanggung jawabnya. Mereka terlibat dalam kejahatan narkoba itu sendiri.

Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, ada tiga perwira polisi di bidang narkoba juga tersandung kasus serbuk haram sebelum AKBP Hartono. 

1. AKP Kokok Wahyudi

Jumat, 1 Desember 2017, AKP Kokok Wahyudi seorang anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah AKP Kokok Wahyudi ditangkap petugas Pengamanan Internal Polri (Paminal) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jateng karena kepemilikan sabu.

Gerak-gerik AKP Koko memang telah dicurigai. Setelah mendapatkan informasi yang cukup, AKP Kokok ahirnya ditangkap di salah satu rumah makan di jalan MT Haryono, Semarang Selatan. Polisi menyita barang bukti berupa sabu sekitar 0.5 gram dan uang tunai sebesar 450 juta.

Menanggapi kasus ini, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono dengan tegas memecat Kokok dari jabatannya. Tindakan tersebut dilakukan untuk menciptakan internal Polda Jateng yang bersih.

2. Iptu Yustus Takniwale

Iptu Yustus Tanikwale adalah Kasat Reserse Narkoba Polres Seram Bagian Barat (SBB) yang juga tersandung kasus narkoba. Perwira pertama polisi itu ditangkap karena terbukti menjual sabu kepada sekretaris DPRD Kabupaten SBB, Markus Teken.

Sebelumnya, polisi telah menangkap Markus terlebih dahulu. Markus memberi keterangan bahwa barang haram tersebut ia dapat dari Kasar Reserse Narkoba Polres SBB. DIjelaskan pula bahwa ia membeli barang tersebut seharga Rp 1,5 juta satu paketnya.

Iptu Yustus ditetapkan sebagai tersangka oleh Kombes Pol Tien Tabero pada 3 Februari 2018, setelah dilakukan penggeledahan di ruang kerjanya. Saat digeledah ditemukan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 3,6 juta dan pil PCC sebanyak 10 butir. Iptu Yustus mengaku uang tersebut didapat dari hasil penjualan kepada Markus.

3. AKP Dasta Analis

Kasat Reserse Narkoba Bintan, Kepulauan Riau, AKP Dasta Analis, menjadi anggota kepolisian lainnya yang tersandung kasus narkoba. AKP Dasta terbukti telah menggelapkan barang bukti sabu hasil penangkapan Maret 2017.

Pada awalnya, AKP Dasta dan jajarannya mendapatkan prestasi besar karena berhasil mengungkap transaksi besar narkoba yang melibatkan dua komplotan narkoba. Pada saat itu, ia berhasil menyita barang bukti berupa sabu seberat 16 kilogram.

Namun, pada saat diserahkan, timbangan barang bukti berkurang 1 kilogram dari yang seharusnya. Setelah ditelusuri, terungkap bahwa AKP Dasta menjual kembali barang bukti tersebut.

AKP Dasta pun mengaku menggunakan uang hasil penjualan sabu tersebut untuk membayar informan. Akibat dari perbuatannya, ia mendapatkan hukuman 10 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar. (Rizqi Ghiffari)

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500