Ilustrasi Kecelakaan bus. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Tujuh Kecelakaan Maut Bus, Cikidang Sukabumi Terbanyak Telan Nyawa

Estimasi Baca:
Selasa, 11 Sep 2018 06:05:07 WIB

Kriminologi.id - Insiden kecelakaan bus yang menelan banyak korban jiwa kembali terjadi beberapa waktu yang lalu. Sabtu, 8 September 2018, bus pariwisata Jakarta Wisata Transport yang mengangkut puluhan karyawan PT Catur Putra Group Bogor terjun ke jurang di Cikadang, Sukabumi, Jawa Barat.

Insiden bus maut ini yang paling banyak merenggut nyawa sepanjang kecelakaan yang pernah terjadi pada dua windu ke belakang. Insiden bus terjung ke jurang sedalam kurang lebih 25 meter itu menewaskan 21 orang dan 17 lainnya mengalami luka.

Saat itu bus mengangkut puluhan karyawan dealer motor Honda yang hendak berwisata ke lokasi arung jeram di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, dengan menggunakan empat minibus. Namun, sampai di jalan alternatif Cikidang arah Palabuhanratu, salah satu bus bus mengalami rem blong. 

Hal itu menyebabkan bus dengan nopol B 7025 SAG, yang mengangkut 31 penumpang dan 2 awak bus, terperosok ke dalam jurang sedalam 25 meter.

Insiden kecelakaan bus sudah berkali-kali terjadi di Indonesia. Kecelakaan yang terjadi di Sukabumi beberapa waktu yang lalu menambah panjang deretan insiden kecelakaan bus maut yang banyak menelan korban jiwa.

Berikut Kriminologi.id merangkum 7 insiden kecelakaan bus maut paling tragis yang pernah terjadi di beberapa daerah.

1. Tanjakan Emen Subang, 10 Februari 2018

Di tahun 2018 ini, insiden kecelakaan bus maut juga pernah terjadi di Tanjakan Emen, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Kecelakaan itu merenggut 27 korban jiwa, yang sebagian besar adalah perempuan, dan 18 korban lainnya luka-luka.

Sabtu, 10 Februari 2018, sekitar pukul 17.00 WIB, bus pariwisata yang mengangkut rombongan Koperasi Simpan Pinjam Ciputat, Tangerang Selatan, terlibat tabrakan dengan sebuah sepeda motor di Turunan Cicenang, Kampung Cicenang, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. 

Bus bernopol F 7959 AA tersebut baru saja mengangkut rombongan wisata dari Gunung Tangkuban Perahu. Saat akan pulang melalui Subang Kota, tepatnya saat jalan menurun setelah melintasi Tanjakan Emen, bus itu tiba-tiba hilang kendali. Bus mengalami oleng dan menabrak sepeda motor Honda Beat Nopol T 4382 MH yang ada di depannya hingga akhirnya menabrak tebing dan terguling.

2. Bus Sang Engon di Semarang, 20 Februari 2015

Kecelakaan tunggal berujung maut terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada 20 Februari 2015. Sebuah bus pariwisata Sang Engon terjungkal dan menabrak tebing di ruas Tol Jatingaleh KM 9.300 lingkar Tol Jangli Semarang. Akibat insiden itu, 16 orang dinyatakan tewas dan lainnya luka berat dan ringan.

Insiden kecelakaan bus yang membawa 73 penumpang untuk mengikuti pengajian itu terjadi karena faktor sopir kelelahan dan tidak menguasai medan. Ketika itu, diduga sopir mulai megalami lelah karena perjalanan jauh. Sopir yang kelelahan itu melaju dengan kecepatan 115 km/jam.

Alhasil, bus bernopol B 7222 KGA itu mengalami oleng saat melintasi tikungan. Kemudian melompati beton pembatas jalan dan jatuh dengan posisi bagian kiri di atas. Bus itu juga terus meluncur hingga menabrak dinding tebing.

Polisi menetapkan sopir bus bernama M Husen sebagai tersangka. Ia diduga lalai sehingga menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 16 penumpangnya.

3. Cisarua Puncak, 21 Agustus 2013

Sebuah kecelakaan maut terjadi di kawasan Cisarua, Puncak, Jawa Barat, pada 21 Agustus 2013. Bus PO Giri Indah yang membawa rombongan jemaat GBI Kelapa Gading, Jakarta, terjun ke jurang di Jalan Raya Puncak. Total korban meninggal dunia akibat insiden itu berjumlah 20 orang, dengan rincian 14 orang meninggal di tempat kecelakaan dan 6 orang lainnya meninggal di rumah sakit.

Bus bernopol B 7297 BI itu diketahui melaju dengan kecepatan tinggi setelah melintasi perkebunan teh Gunung Mas yang menurun dan menikung. Karena sopir kehilangan kendali di jalan menikung, bus menabrak mobil pick up yang parkir di tepi jalan jaluar berlawanan di depan sebuah toko material. 

Kemudian, bus juga menabrak seorang warga yang berada di depan toko material, lalu menabrak toko material dan akhirnya beserta mobil pick up terjun ke dalam sungai yang mempunyai kedalaman sekitar 8 meter di sebelah kanan jalan.

Kecelakaan itu mengakibatkan 20 orang tewas, yang terdiri dari 18 orang penumpang bus, 1 orang awak bus, dan 1 orang warga setempat. Sedangkan, korban luka-luka berjumlah 34 orang.

4. Bus Rombongan Peziarah di Ciloto, 27 Februari 2013

Bus pariwisata Mustika Mega Utama yang sedang membawa 65 peziarah dari Bogor mengalami kecelakaan saat melintas di ruas Jalan Raya Puncak – Ciloto KM 87, Kabupaten Cianjur, yang memiliki kondisi jalan menurun dan menikung. Bus menabrak tebing dan mengakibatkan 17 penumpang tewas serta puluhan penumpang lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Insiden maut itu terjadi saat bus melaju dengan kecepatan sedang dari arah Bogor menuju Cikundul, Warungkondang, Cianjur. Setiba di turunan Ciloto, bus mengalami hilang kendali setelah menghindari lubang dan akhirnya menabrak dinding tebing yang berada di sebelah kiri jalan.

Sopir bus, Pandi (45), mengaku juga tak bisa menguasai laju kendaraan karena rem diduga blong. Akibat insiden maut itu, 15 orang meninggal di tempat kejadian dan 2 orang meninggal saat mendapat perawatan di rumah sakit, 26 orang luka berat dan 32 orang luka ringan.

5. Bus Maut Karunia Bakti di Cisarua, 10 Februari 2012

Jumat malam, 10 Februari 2012, seakan menjari hari petaka bagi sejumlah warga di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor. Bus Karunia Bakti menyeruduk 8 mobil, 6 motor serta sejumlah warung di kawasan tersebut. Insiden maut itu menyebabkan 14 orang tewas dan 71 orang lainnya terluka.

Keterangan sejumlah saksi menyebutkan bahwa bus Karunia Bakti bernopol Z 1795 DA jurusan Garut-Jakarta itu melaku kencang dari arah Puncak. Saat melaju di jalan menurun di Pasar Cisarua, bus itu kehilangan kendali lalu menghantam bus Doa Ibu dari arah berlawanan. Kemudian, bus Karunia Bakti menyeruduk mobil Avanza hitam B 1536 FKB dan Grand Livina F 1472 HD, enam motor dan sebuah angkot.

Tidak berhenti di situ, bus juga menghantam tiang listrik serta beberapa warung di sekitarnya hingga porak poranda. Sejumlah warga yang ada di warung makan pinggir jalan tersebut terkapar akibat sambaran bus. 

Laju bus maut itu baru terhenti setelah masuk ke dalam jurang sedalam 10 meter dengan posisi nyaris berdiri. 

6. Bus Rombongan Pelajar di Ciloto, 7 Juli 2007

Kecelakaan tragis menimpa sebuah bus pengangkut rombongan wisata sebanyak 54 orang, terdiri dari siswa dan staf pengajar dari SMP Islam Ar-Ridho, yang melaju menuju Taman Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, pada 7 Juli 2007. Akibat kecelakaan itu, 16 orang tewas, 28 orang mengalami luka berat, dan 14 orang lainnya luka ringan.

Bus mengalami oleng saat tiba di jalan turunan Ciloto menjelang pertigaan Kota Bunga, Cimacan, sekitar 100 meter sebelum jembatan Cikundul. Akibatnya, bus menabrak beberapa kendaraan yang meluncur dari arah berlawanan dan menabrak kendaraan di depannya.

Tidak hanya itu, bus juga menabrak tembok dan pagar jembatan lalu jatuh ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 15 meter. Dari seluruh korban tewas, sebagian besar korban adalah penumpang, pengemudi dan kernet yang berada di dalam bus.

7. Tragedi Paiton, 10 Oktober 2003

Salah satu insiden kecelakaan bus paling tragis pernah terjadi tahun 2003. Kecelakaan itu dialami oleh bus pariwisata yang mengangkut 54 siswa dan guru dari SMK I Yayasan Pendidikan Generasi Muda (Yapemda) Yogyakarta di Situbondo, Jawa Timur, pada 10 Oktober 2003. Seluruh penumpang yang ada di dalam bus, kecuali kernet dan sopir, tewas terbakar.

Diberitakan bahwa bus pariwisata AO Transport bernopol AB 2660 CA itu mengalami kecelakaan di kawasan PLTU Paiton. Oleh karena itu, peristiwa itu lebih dikenal dengan sebutan Tragedi Paiton. 

Saat itu, bus sedang dalam perjalanan pulang ke Yogyakarta setelah melakukan study tour dan wisata di Bali. Saat tengah melaju ke arah Probolinggo, tepatnya di tanjakan dekat pintu PLTU Paiton, ada truk yang melaju kendang dari arah berlawanan sehingga terjadi tabrakan.

Bus kemudian menabrak truk lainnya yang berada di belakangnya. Lalu terpercik api dan kemudian membakar seluruh badan bus.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500