Kriminologi

Tujuh Partai Politik dengan Bacaleg Mantan Koruptor Terbanyak

Estimasi Baca:
Sabtu, 11 Ags 2018 15:00:42 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemilihan Umum atau KPU telah menetapkan peraturan yang melarang mantan narapidana korupsi mencalonkan diri sebagai calon legislatif baik di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten. Walaupun aturan ini dianggap kontroversial namun KPU telah mengeluarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota yang mengatur masalah tersebut.

Pada Pasal 4 ayat 3 PKPU RI Nomor 20 Tahun 2018 disebutkan, dalam hal pengajuan bakal calon tidak menyertakan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, dan korupsi. Akan tetapi dalam pelaksanaannya ternyata Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) per 25 Juli 2018 menemukan 192 bakal calon yang merupakan mantan terpidana korupsi.

	Infografik Partai Politik dengan Bakal Caleg Koruptor Terbanyak. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Berdasarkan Hasil Identifikasi Bakal Calon Terpidana Korupsi Anggota DPR Propinsi, DPRD Kabupaten dan DPRD Kota per 25 Juli 2018, Kriminologi.id menetapkan peringkat masing-masing partai politik yang memiliki bakal calon legislatif terbanyak.

5. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Demokrat

Posisi kelima ditempati dua partai yang cukup besar di Indonesia. Pertama adalah Partai Nasional Demokrat atau Nasdem yang diketuai Surya Paloh dan partai kedua adalah Partai Demokrat yang diketuai Presiden Republik Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyonno. Keduanya sama-sama memiliki 13 bakal calon legislatif yang ternyata pernah menjadi terpidana kasus korupsi.

4. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Sedangkan di posisi keempat terdapat dua partai dengan jumlah yang sama banyak yaitu 15 orang bakal calon legislatif yang sebelumnya pernah menjadi terpidana kasus korupsi. Kedua partai tersebut adalah Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura yang berdiri sejak November 2006 dan saat ini diketuai Oesman Sapta Odang. Sedangkan partai kedua adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP yang diketuai Presiden Republik Indonesia kelima, Megawati Soekarnoputri.

3. Partai Berkarya

Sedangkan peringkat ketiga ditempati partai baru bernama Partai Berkarya yang diusung dikomandoi Hutomo Manggala Putra atau akrab dipanggil Tommy Suharto. Partai yang berdiri sejak 15 Juli 2016 ini memang masih dianggap baru dalam dunia politik Indoneisa. Akan tetapi ternyata kiprahnya di dunia politik cukup lancar dengan dinyatakan lolos dari verifikasi KPU. Partai Berkarya memiliki 16 bakal calon legislatif yang dulunya pernah menjadi narapidana kasus korupsi.

2. Partai Golongan Karya (Golkar)

Posisi kedua adalah Partai Golongan Karya atau Golkar dengan 24 bakal calon legislatif yang pernah menjadi narapidana kasus korupsi. Partai Golkar merupakan salah satu partai yang didirikan sejak 20 Oktober 1964 dan hingga saat ini tetap konsisten berpartisipasi dalam perpolitikan Indonesia. Saat ini, Parta Golkar diketuai Airlangga Hartarto.

1. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

Peringkat pertama adalah Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra dengan 28 bakal calon legislatif yang merupakan mantan terpidana kasus korupsi. Partai yang didirikan Prabowo Subianto sejak 10 tahun lalu itu atau tepatnya pada 6 Februari 2008, rupanya menjadi partai politik dengan bakal caleg mantan koruptor terbanyak.

KOMENTAR
500/500