Ilustrasi tawuran warga. Ilustrasi: Kriminologi.id

Tujuh Tawuran Berdarah Dipicu Pertikaian di Medsos

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 17:05:54 WIB

Kriminologi.id - Keberadaan media sosial saat ini memudahkan penggunanya dalam berinteraksi. Namun interaksi negatif di  media sosial kerap memicu tawuran antarwarga. Salah satunya adalah tawuran pelajar antara SMK Karya Bahana Mandiri (KBM) dan SMK Pijar Alam terjadi di Jalan Raya Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, yang mengakibatkan satu pelajar tewas.

Berdasarkan keterangan polisi, tawuran berdarah pelajar SMK KBM dan SMK Pijar Alam itu ternyata berawal dari aksi saling ledek di media sosial. Pertikaian di media sosial kedua kelompok itu berujung pada kesepakatan untuk menyelesaikannya dengan tawuran.

Meskipun keberadaan media sosial memudahkan penggunanya dalam berinteraksi. Namun jika interaksi negatif yang dibangun akan menjadi masalah.

Pertikaian di media sosial yang berujung pada tawuran ternyata sudah beberapa kali terjadi. Bahkan, berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, pada 2017 silam pertikaian yang terjadi di media sosial pernah memicu tawuran sadis yang melibatkan warga empat desa di Indramayu, Jawa Barat.

 

1. Tawuran Antarpelajar SMK di Serpong, Tangerang

tawuran pelajar SMK di Serpong Tangerang

Selasa, 31 Juli 2018, puluhan siswa SMK Sasmita Pamulang dan SMK Bhipuri Cilenggang Serpong terlibat tawuran di Jalan Boulevard Taman Tekno, Tangerang Selatan. Aksi tawuran tersebut terekam dalam sebuah video, yang memperlihatkan puluhan pelajar mengenakan seragam putih abu-abu terlibat tawuran.

Dalam rekaman itu, seorang pelajar terlihat terkapar dengan kondisi mengenaskan di belakang angkutan kota. Sebilah golok terlihat masih menancap di pipinya. Pelajar tersebut meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.

Penyelidikan polisi mengungkap bahwa sebelum tawuran terjadi, dua kelompok siswa SMK di Tangerang itu terlibat adu mulut di media sosial Facebook.

 

2. Tawuran Dua Kelompok Pelajar di Kendal, Jawa Tengah

tawuran sadis pelajar di kendal jawa tengah

Bermula dari aksi saling ejek di media sosial, pelajar dari SMA Semarang dan SMK Kendal terlibat tawuran, 19 April 2018 di Jalan Lingkar, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Seorang pelajar tewas dan satu lainnya terluka parah akibat terkena tusukan senjata tajam.

Sehari kemudian, pihak kepolisian menangkap 15 pelajar yang terlibat tawuran di rumah mereka masing-masing. Menurut pengakuan, tawuran itu dipicu aksi saling ejek di Facebook. Kedua kubu saling menantang dengan mengunggah foto mereka membawa beraneka senjata.  

 

3. Tawuran Dua Kelompok Remaja di Talang, Solok 

tawuran sadis dua kelompok remaja di talang solok

Aparat Reskrim Polres Arosuka Solok mengamankan 24 remaja tanggung karena terlibat tawuran pada Sabtu malam, 17 Maret 2018, sekitar pukul 23.00 WIB. Polisi mendapatkan laporan tawuran dari warga sekitar di Jalan Raya depan Pasar Talang, Jorong Aro Nagari Talang, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Utara.

Tawuran itu ternyata berawal dari status di Facebook. Salah seorang anggota kelompok remaja Koto Baru dan Salayo menantang remaja lain dari kelompok remaja Talang untuk berkelahi. Status itu berujung pada kesepakatan tawuran di depan Pasar Talang.

 

4. Tiga Sekolah di Jakbar Tawuran Dipicu dari Instagram

tawuran tiga sekolah di jakarta barat dipicu instagram

Seorang remaja berinisial ML (16) mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya akibat terlibat aksi tawuran pelajar di Jalan Arjuna Terusan, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu malam, 10 Januari 2018, sekitar pukul 20.30 WIB.

Laporan warga membuat polisi dapat bertindak cepat sehingga mencegah aksi tawuran semakin memburuk. Pihak kepolisian menyatakan bahwa sejumlah pelajar yang terlibat tawuran saat itu terdiri dari tiga sekolah di Jakarta Barat. Aksi tawuran itu terjadi karena pelajar satu sama lain saling ejek di media sosial Instagram.

 

5. Tawuran Antara Dua Kelompok Pemuda di Bekasi, Jawa barat

tawuran kelompok pemuda di bekasi

Dua kelompok pemuda dari Kampung Lokomotif dan Kampung Sindai di Bekasi, Jawa Barat, Senin dini hari, 27 November 2017, sekitar pukul 01.00 WIB, terlibat tawuran dengan membawa senjata tajam. Empat orang dari Kampung Lokomotif terluka, satu di antaranya tewas bernama Reza Apriyansyah.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pertikaian kedua kelompok pemuda itu berawal dari ejekan di media sosial Facebook, dengan saling mengklaim bahwa kelompok merekalah yang paling hebat.

Pertikaian di media sosial itu berlanjut pada kesepakatan untuk bertemu di lapangan Alfamidi, Jalan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Tujuannya adalah untuk menguji kelompok mana yang paling tangguh. 

 

6. Tawuran Berdarah Antarpelajar di Jagakarsa, Jakarta Selatan

tawuran pelajar di jagakarsa

Polsek Jagakarsa meringkus sejumlah pelajar dari STM Kesuma Bangsa Depok yang terlibat dalam aksi tawuran di Jalan Antariksa, tak jauh dari Matoa Golf Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dari keterangan para pelaku, diketahui bahwa tawuran ini dipicu oleh permasalah sepele, yakni saling ejek di media sosial.

Tawuran antarpelajar ini terjadi pada Kamis, 10 Agustus 2017. Akibat tawuran berdasar itu, dua pelajar dari SMK Teladan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, bernama Robi Kurniawan (18) dan Muhammad Irgi (17) mengalami luka serius di bagian paha kanan dan kiri karena terkena sabetan celurit dari sejumlah pelajar dari STM Kesuma Bangsa.

 

7. Tawuran Empat Desa di Indramayu Dipicu Perang Mulut di Medsos

tawuran empat desa di indramayu

Pertikaian di media sosial juga memicu warga dari empat desa di Indramayu, Jawa Barat, terlibat bentrok pada Selasa, 10 Januari 2017. Akibat tawuran antarwarga itu, sedikitnya 120 rumah warga Blok Bojong, Desa Curug, Kecamatan Kandanghaur, Kabupateng Indramayu rusak karena diamuk ribuan massa.

Aksi perusakan itu dilakukan warga desa tetangga yang merupakan gabungan Desa Bulak, Desa Parean Girang, dan Desa Peran Ilir. Dari hasil penyelidikan, bentrok antarwarga itu dipicu percekcokan di media sosial menyusul adanya kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang warga Parean. 

Tidak diketahui siapa yang memulai, tiba-tiba beredar informasi yang keliru terkait kecelakaan tersebut sehingga terjadi debat dan perang mulut antarwarga di media sosial. Provokasi di media sosial menyebabkan ketegangan hingga berujung pada aksi penyerangan.

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500