Ilustrasi hiburan malam Foto: Pixabay.com

Urusan Wisata Seks 10 Negara Ini Jagonya, Nomor 4 Mengejutkan

Estimasi Baca:
Selasa, 26 Sep 2017 12:10:41 WIB

Kriminologi.id - Berlibur tentu saja kebutuhan bagi setiap orang. Tujuan berlibur biasanya mencari ketenangan atau sekedar melepas penat akibat rutinitas itu-itu saja yang cenderung membosankan. Berlibur bisa di dalam negeri, seperti menyelam di Teluk Bunaken, Menado; atau pun mengunjungi Tembok Raksasa di Cina.

Banyak destinasi pariwisata yang ditawarkan oleh setiap negara untuk menarik wisatawan asing. Kunjungan turis asing akan membantu pertumbuhan perekonomian negara dengan pemasukan dari hotel, restoran, penjualan pernak-pernik, atau tiket masuk daerah wisata. Setiap negara bahkan mengiklankan tujuan pariwisata negaranya.

Sebut saja Indonesia yang kadung terkenal dengan jargon “Wonderfull Indonesia”, Malaysia dengan Malaysia Trully Asia, Thailand mempromosikan “Amazing Thailand”, Singapura melalui “Uniquely Singapore”, Cina mengusung “Like Never Before”, atau pun Filipina yang kerap menggaungkan “It’s More Fun in Philipphines”.

Sektor pariwisata ternyata mendorong sektor-sektor industri lainnya untuk berkembang. Tidak hanya sektor perekonomian legal, tetapi juga yang tidak legal. Umpamanya saja perdagangan narkoba, penyelundupan hewan yang dilindungi, dan bahkan ikut mendorong pertumbuhan industri prostitusi.

Bahkan, laman havecscope.com, menyebutkan pendapatan dunia dari sektor berahi itu mencapai US$ 186 miliar atau sekira Rp 2.418 triliun per tahun. Dan pada 2014, situs therichest.com merilis sepuluh negara yang menjadi destinasi wisata seks paling termasyhur di seantero dunia. Berikut daftarnya:

 

#10. REPUBLIK DOMINIKA

Republik Dominika adalah negara kepulauan di Laut Karibia. Banyak negara di Kepulauan Karibia mengalami peningkatan, terutama wisata birahi. Menurut perkiraan, terdapat 60-100 ribu perempuan di Republik Dominika terlibat dalam bisnis prostitusi. Perempuan yang bekerja dalam prostitusi sebagaian besar adalah anak-anak.

 

#9. KAMBOJA

Kamboja sebenarnya memiliki aturan ketat terkait prostitusi namun faktanya pelacuran masih menjamur. Saat ini, Kamboja menghadapi masalah prostitusi anak yang meningkat signifikan.

Masalah kemiskinan menjadi faktor utama, orang tua yang miskin menjual anaknya untuk bekerja di bisnis prostitusi. Harga yang ditetapkan untuk anak-anak yang perawan terbilang tinggi sehingga orang tua merasa jalan pintas mendapatkan uang adalah dengan menjual anaknya.

 

#8. BELANDA

Amsterdam adalah kota yang paling diminati untuk wisata birahi di Belanda. Amsterdam sendiri dikenal memiliki kawasan lampu merah atau red light district yang memang diperuntukkan untuk peminat prostitusi, klub yang menyediakan penari telanjang, serta toko alat-alat seks (sex toys).

Prostitusi memang diizinakn di Belanda sehingga kondisi para pelacur atau pekerja seks komersial dan lingkungannya lebih aman dibandingkan prostitusi ilegal. Sebab itulah turis yang ingin mencoba wisata birahi lebih memilih Amsterdam karena urusan “sejengkal di bawah perut” itu tidak melanggar hukum seperti di negara mereka.

 

#7. KENYA

Tidak jauh berbeda dengan negara-negara dalam daftar ini, faktor yang menyebabkan bisnis prostitusi berkembang pesat adalah kemiskinan. Demikian juga di Kenya. Di negara ini, pelacur yang menggunakan kondom saat berhubungan intim hanya sekitar 60 persen dari total keseluruhan.

Mereka bisa melayani lima tamu sehari. Pelacur dari masyarakat miskin, usia sangat muda, dan tidak mengenyam pendidikan yang cukup menyebabkan persebaran HIV/AIDS sangat tinggi. Walau dampak prostitusi di Kenya sangat parah, polisi wisata Kenya menutup mata. Sebabnya, Kenya membutuhkan dorongan ekonomi dari sektor pariwisata.

 

#6. FILIPINA

Filipina menetapkan praktek prostitusi sebagai kegiatan ilegal dan mendapatkan hukuman yang keras, namun hingga kini bisnis prostitusi tetap beroperasi mulus. Ada sekitar 500 ribu perempuan Filipina yang bekerja dalam bisnis prostitusi. Kedok yang mereka gunakan adalah sebagai gadis pelayan di bar Filipina.

Para pelanggan mereka biasanya adalah wisatawan-wisatawan yang datang dari sekujur Asia Timur dan dari negara-negara Eropa. Fakta yang mungkin rada mengejutkan adalah sekira 40-50 persen wisatawan asing yang berkunjung ke Filipina tak alpa mencicipi wisata seks di negeri Rodrigo Duterte tersebut.

 

#5. KOLOMBIA

Kolombia salah satu negara di Amerika Selatan yang terkenal dengan bisnis narkobanya. Pekerja seks komersial di Kolombia dapat ditemukan di jalan-jalan dan dapat bertransaksi sekaligus bersepakat soal harga saat itu juga. Biasanya mereka akan menurunkan harga jika konsumennya tampak menarik dan piawai bernegosiasi.

 

#4. INDONESIA

Indonesia adalah negara yang melarang prostitusi, nyatanya prostitusi juga tidak teratasi. Seperti yang dilansir dalam havecscope.com keuntungan yang didapatkan dari prostitusi di Indonesia sekitar Rp 29,2 miliar setiap tahun.

Salah satu yang membedakan wisata birahi di Indonesia dengan negara-negara lainnya adalah aksesnya yang mudah dan dapat dilakukan secara online. Forum-forum, situs-situs, dan juga media sosial menjadi sarana dalam mempromosikan prostitusi dan mempertemukan pelanggan dengan pekerja seks komersial.

Wisatawan dapat memilih perempuan sesuai selera tanpa harus bertemu. Pelanggan cukup berselancar di media sosial dan berinteraksi dengan para pelacur. Jika harga dianggap cocok, obrolan di dunia maya akan berpundah ke ranjang. Prostitusi di Indonesia disebut-sebut cukup mumuni dengan memakai cara ini.

 

#3. SPANYOL

Prostitusi di Spanyol adalah legal yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan prostitusi begitu pesat. Kota Ibiza, Madrid, dan Barcelona sejak lama populer dengan klub malam yang mudah ditemukan. Madirid memiliki kawasan red light district yang tersambung dengan jalan-jalan utama sehingga aksesnya mudah bagi para wisatawan.

Sedangkan di Barcelona, wisata birahi justru menjadi jenis pariwisata yang paling diminati oleh turis. Pekerja seks komersial di Spanyol didominasi oleh perempuan-perempuan asal Amerika Selatan. Fakta ini diyakini berhubungan dengan isu tentang adanya perbudakan terhadap perempuan yang bekerja dalam dunia prostitusi di Spanyol.

 

#2. BRASIL

Brasil menjadi tujuan wisata yang popular karena kehidupan eksotisnya, perempuan-perempuan yang cantik, pantai yang indah, dan perayaan-perayaan menarik seperti Carnival of Brazil, acara tahunan yang digelar saban Jumat sore, persis 51 hari sebelum Perayaan Paskah.

Sejak Piala Dunia diselenggarakan di Brasil, gelombang kunjungan wisatawan tidak dapat dibendung. Walaupun pemerintah Brasil telah berusaha untuk mengawasi secara ketat masalah prostitusi dan prostitusi anak, tampaknya bisnis prostitusi tidak mengalami penurunan.

 

#1. THAILAND

Bukan hal yang mengejutkan jika Thailand berada di posisi pertama mengingat popularitas yang dimiliki oleh kawasan red light bernama Patpong di Bangkok. Prostitusi di Thailand tidak hanya sekedar berhubungan seksual saja, tetapi juga hiburan. Banyak sekali atraksi yang disajikan terkesan janggal tapi dapat membangkitkan birahi turis yang menontonnya.

Contohnya keahlian perempuan-perempuan bermain ping pong dengan alat kelamin, atau menulis, dan bahkan membuka tutup botol dengan kelaminnya. Keanehan-keanehan ini justru menjadi magnet bagi turis yang penasaran. Hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Thailand akan menyempatkan diri berkunjung ke Patpong, yang kondang itu. BC

KOMENTAR
500/500