Beredar di Facebook Pengakuan Dalang Penembak Brimob di Papua

Estimasi Baca :

Separatis Papua.  Foto:facebook.com/victor.yeimo - Kriminologi.id
Separatis Papua. Foto:facebook.com/victor.yeimo

Kriminologi.id - Jenderal The West Liberation Army, Makodam III Timika, TPN-OPM Papua Barat, Jack Millian Kemong mengklaim bertanggung jawab atas aksi penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah operasional PT Freeport di Tembagapura, Papua, Sabtu, 21 Oktober 2017.

Hal tersebut terungkap dalam video yang diunggah di Facebook oleh akun yang mengaku bernama Victor Yeimo, Senin, 23 Oktober 2017 pukul 16.14 waktu setempat. 

Dalam video berdurasi sekitar 15:25 menit itu terlihat ada sekitar 16 anggota KKB. Salah satunya terlihat tengah membacakan pernyataan sikapnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas penyerangan di sekitar area pertambangan Tembagapura dan menewaskan Brigadir Satu Berry Pratama serta melukai lima anggota Brimob lainnya. Selain mengakui dalang penembakan di Tembagapura, mereka juga menyerukan kemerdekan Papua.

Baca: Kelompok Sabinus Waker Gunakan Senjata Rampasan Brimob

Berikut cuplikan isi pernyataan mereka:

“Kami Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka TPN-OPM melakukan penyerangan di areal Freeport Mc.moran / PT. Freeport Indonesia berdasarkan surat perintah operasi PO yang dikeluarkan di Mabes oleh Jendral Jack Millian Kemong.

Bunyi surat perintah adalah Mukadimah Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945:

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa di dunia, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, sebab tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.”

Baca: Lagi, KKB Berondong Mobil Ambulans PT Freeport

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan kepolisian masih menyelidiki kebenaran isi video itu. "Sedang dicek kebenarannya," kata Rikwanto kepada Kriminologi.id melalui percakapan WhatsApp, Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2017. 

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar sebelumnya mengatakan pengejaran terhadap KKB terus dilakukan. Ia menegaskan, anggota Polri siap mengambil risiko atas aksi bersenjata yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Aparat keamanan akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut walaupun sudah jatuh korban, bahkan meninggal dunia," kata Boy di Jayapura, Senin, 23 Oktober 2017. 

Boy mengakui tidak mudah menangkap anggota KKB, apalagi dengan medan dan kondisi alam yang sangat tidak bersahabat, tapi amat dipahami oleh kelompok bersenjata itu. Meskipun demikian pihaknya akan berupaya menangkap kelompok tersebut. "Hanya ada dua pilihan, anggota Polri yang mati atau mereka."

Baca: Perketat Penjagaan, Polisi Cegah Kelompok Sabinus Waker Masuk Kota

Dia mengatakan, anggota KKB masih bersembunyi di sekitar perbukitan di Tembagapura. Saat beraksi, mereka menggunakan senjata api milik Brimob yang diperoleh dengan merampas pada  2015.  MG | BC

Baca Selengkapnya

Home Lapor & Waspada Rumor Beredar di Facebook Pengakuan Dalang Penembak Brimob di Papua

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu