Foto Setya Novanto sakit beredar, Sumber Istimewa

Beredar Foto Setnov di RS Premier, Detektor Jantung Janggal

Estimasi Baca:
Rabu, 27 Sep 2017 19:00:13 WIB

Kriminologi.id - Di tengah jalannya sidang praperadilan terhadap penetapan tersangkanya, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto terlihat terbaring lemah di Rumah Sakit Premier, Jatinegara, Jakarta Timur.

Hal itu terungkap dalam foto yang beredar di media sosial. Tampak dalam foto itu, Setnov yang menjadi tersangka dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP tengah dijenguk oleh anggota Komisi Perdagangan DPR dari Fraksi Partai Golkar, Endang Srikarti Handayani.

Dalam foto yang beredar, tampak pula kondisi alat Elektrokardiagram (EKG) di sisi kanan Ketua DPR itu. EKG adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Dalam kondisi normal, EKG biasanya menampilkan grafik yang bergelombang. Namun, EKG pada foto Setnov terlihat datar.

Kriminologi coba mencari tahu kondisi terkini Setnov. Namun, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Idrus Marham belum memberikan jawaban meski foto Setnov itu dikonfirmasi melalui percakapan WhatsApp. Demikian pula politikus Golkar lainnya, Nurdin Halid dan Nurul Arifin. Saat dihubungi, keduanya tidak mengangkat telepon.

Baca: Korupsi E-KTP, Setnov Mendadak Sakit Ginjal dan Jantung

Kabar Setnov sakit mencuat saat dia tak hadir dalam pemeriksaan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, dalam pemeriksaan kali kedua, sang Ketua Umum Golkar itu kembali mangkir.

"Vertigonya masih terasa di sebelah kanan kepala. Pagi ini bapak akan masuk ruang Angiografi untuk dilakukan tindakan katerisasi yang direkomendasikan pasca pemeriksaan MSCT atau Calcium score," ujar Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP partai Golkar, Nurul Arifin melalui pesan singkatnya, Jakarta, Senin, 18 September 2017.

Baca: Dokter DPR: Setya Novanto Sakit Gara-gara Main Pingpong

Nurul Arifin mengatakan Setnov juga terkena pengapuran jantung yang mengharuskan menjalani operasi. "Akan menjalani tindakan medis (kemungkinan operasi) di RS Premier Jatinegara Jakarta Timur pagi ini," ucap Nurul.

KPK menetapkan Setnov sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (e-KTP) tahun 2011-2012 pada Kemendagri 17 Juli 2017.

Baca: Kuasa Hukum: Penetapan Tersangka Setya Novanto Cacat Hukum

Setnov diduga turut terlibat dan mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp 5,9 triliun dalam paket pengadaan e-KTP pada Kemendagri.

Setnov disangka melanggar pasal 2 ayat (1) atas pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. MG

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
KOMENTAR
500/500