Dok. Kapitra Ampera. Foto: Kapitra Ampera/Facebook

Kapitra Ampera Mengaku Diteror Pakai Nomor Telepon Misterius

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 19:10:05 WIB

Kriminologi.id - Mantan pengacara Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mengatakan kerap diteror menggunakan nomor misterius setelah masuk menjadi kader PDI Perjuangan. Pihak kepolisian masih menyelidiki teror pelemparan bom molotov di rumah Kapitra.

Hal itu diceritakan Kapitra dalam pemeriksaan sebagai saksi di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa, 7 Agustus 2018.

"Sudah kami mintai keterangan. Iya (Kapitra mengaku kerap diteror)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar di Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Kendati demikian, Indra enggan menjelaskan secara detail bentuk teror yang dialami Kapitra sebelum rumahnya dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Keterangan Kapitra masih harus dianalisa lebih jauh oleh penyidik.

"Belum, kami belum tahu kalau sampai ke soal itu (bentuk ancamannya) ya, itu yang masih akan kami dalami, yang jelas penyelidikannya masih berproses," katanya.

Indra juga tidak mau berspekulasi apakah teror bom molotov di rumah Kapitra terkait dengan keputusannya terjun ke dunia politik. Diketahui, belum lama ini, Kapitra bergabung dengan PDI Perjuangan dan maju sebagai calon anggota DPR dari Sumatera Barat. 

"Belum ada bukti-buktinya (yang menunjukkan ke arah motif politik). Kami belum tahu, sebelum ada bukti-bukti yang membuktikan pelakunya siapa, kami belum bisa. Kami hanya bertugas menggali unsur pidananya saja," kata Indra.

Rumah Kapitra Ampera yang terletak di Jalan Tebet Timur Dalam VIII, Nomor 16, RT 02/09, Tebet, Jakarta Selatan menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Senin, 6 Agustus 2018 sekitar pukul 18:15 malam.

Aksi tersebut terjadi kala Kapitra tak berada di rumah. Saat kejadian, ia sedang melaksanakan salat isya di musala Al-Itihad. Namun, aksi pelemparan bom molotov itu diketahui asisten rumah tangga bernama Yanti (30). Ia kemudian melaporkan hal tersebut kepada istri Kapitra, Yosandra (51).

Mendengar kabar dari sang istri jika rumahnya jadi sasaran bom molotov, Kapitra langsung bergegas pulang. Setelah mengecek dua buah bom molotov yang tergeletak di halaman depan rumahnya, Kapitra lalu melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tebet. MG

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500