Warga geruduk rumah sakit di Tangerang usai tolak pasien sekarat hingga tewas, Foto: Facebook/Kaleng

Kronologi Penggerudukan LSM KPK ke RS Ariya Medika Viral di Medsos

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Okt 2017 13:05:22 WIB

Kriminologi.id - Kasus dugaan penolakan pasien yang berujung kematian di Rumah Sakit Ariya Medika, Tangerang, Banten, viral di media sosial sejak Kamis, 12 Oktober 2017. Dari video yang diunggah akun YouTube Maryuni Style, terlihat sekelompok orang marah-marah di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Ariya Media.

RS Ariya Medika diduga menolak pasien hingga menyebabkan meninggal. Dari kolom komentar video tersebut di YouTube, sebuah akun bernama Hiroki Minami88 mengaku mengetahui kronologis asli kejadian.

Hiroki menyebutkan, pasien tersebut datang ke ruang Instalasi Gawat Darurat atau IGD RS Ariya Medika pukul 18.15 WIB setelah dirujuk dari RS Hermina Bitung, yang beralasan kamar sedang penuh. Sesampainya di RS Ariya Medika, pasien tersebut diperiksa oleh dokter IGD.

Sementara itu keluarga pasien mendaftar ke bagian administrasi sebagai pasien umum, bukan pemegang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS. Setelah diperiksa IGD, dokter merujuk pasien wanita tersebut ke rumah sakit lain yang memiliki peralatan lebih lengkap, karena saat itu kondisi pasien sudah tidak sadar.

Baca: Kata RS Ariya Medika Soal Tolak Pasien dan Digeruduk Warga

Kemudian keluarga diberitahu tentang keadaan pasien, namun keluarga menolak dirujuk ke rumah sakit lain dan memilih membawa pasien dengan kendaraan pribadi. Pada 19.10 WIB, pasien beserta keluarga datang kembali ke IGD RS Ariya Medika dengan diantar lembaga swadaya masyarakat yang menyebut dirinya Komunitas Pengawas Korupsi alias KPK.

Saat itu dokter kembali memeriksa pasien dan menyimpulkan bahwa pasien telah meninggal. Dokter kemudian memberitahu keluarga pasien dan pihak keluarga menerimanya serta berniat membawa pulang jenazah. Namun, LSM KPK menghalangi dan bertindak arogan.

Baca: Video: Tolak Pasien Sekarat Hingga Tewas, Rumah Sakit Digeruduk Warga

Hiroki Minami88 menambahkan, LSM itu juga mengintimidasi dokter dan merusak di ruang IGD. Kepolisian datang dan menenangkan situasi. Ketegangan mereda setelah LSM KPK dan dokter IGD bersalaman dan meminta maaf atas kejadian itu. Jenazah akhirnya dibawa pulang oleh ambulans RS Ariya Medika dengan membawa surat kematian. AN

KOMENTAR
500/500