Ilustrasi kebakaran. Foto: Pixabay.com

Satu Keluarga Tewas Terbakar Diduga Pembunuhan Berencana

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 20:30:59 WIB

Kriminologi.id - Keluarga korban kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 166 B, Tallo, Makassar, Sulawasi Selatan, menduga kebakaran itu bermotif pembunuhan berencana. Saat korban ditemukan terluka parah terdapat sayatan besar pada bagian perut.

Dugaan itu diungkapkan Irwan, perwakilan pihak keluarga di rumah duka yang berada di Jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kami minta polisi secara serius menyelidiki kasus kebakaran ini, sebab ada beberapa keganjilan yang kami rasa tidak wajar, korban saat ditemukan terluka parah, ada sayatan besar pada bagian perut," kata Irwan, Senin, 6 Agustus 2018.

Keluarga juga menduga kebakaran sengaja dilakukan orang tertentu yang menaruh dendam pada salah seorang korban yang bernama Fahril (25), yang biasa disebut Desta, terkait utang piutang.

"Jujur saja, Desta memang punya masalah dengan orang, dia juga sering pinjam uang untuk membeli narkoba. Waktu kejadian subuh itu banyak orang di rumah tante saya seperti mengepung, itu disampaikan Namira sebelum meninggal kepada pacarnya melalui pesan," ungkap dia.

Menurut Irwan, sempat terjadi percakapan Namira bersama pacarnya untuk segera meninggalkan rumah karena banyak orang mengepung rumahnya dengan membawa senjata tajam.

"Tidak sempat keluar menyelamatkan diri karena pintu dan pagar dikunci dari luar itu pesan kepada pacarnya. Api juga langsung membesar sehingga korban semuanya tidak bisa menyelamatkan diri," kata dia.

Sementara itu kecurigaan lain, korban Sanusi saat ditemukan, dirinya melihat langsung terdapat luka sayatan cukup besar pada bagian perut hingga sebagian organ tubuh keluar. Sedangkan Fahri ditemukan lehernya terlilit kawat di dekat dapur sehingga saat dievakuasi kawat harus dipotong.

Sementara kerabat korban, Abdul Azis (62), juga membenarkan keponakannya terlilit utang Rp 10 juta. Selain itu, menurutnya korban Fahril pernah dikeroyok geng motor karena tidak mau membayar utang pembelian narkoba jenis sabu-sabu. 

"Pernah dikeroyok anak itu (Fahril), orang tuanya tahu punya masalah hutang, tapi salahnya tidak dilaporkan ke polisi alasannya takut anaknya juga ditangkap," katanya.

Menurut Azis, sebelum kebakaran sejumlah orang mencari Fahril di rumahnya. Namun orang itu tidak memberitahukan apa-apa. Sekitar pukul 02.00 WITA mereka datang kembali dengan berjumlah puluhan orang serta membawa senjata tajam, anak panah, ketapel dan senjata rakitan jenis papporo ke rumah korban.

Fahril yang mengetahui sedang dicari memilih bersembunyi lebih awal di rumah kakeknya H Sanusi, rumah itu hanya berjarak 50 meter dari rumahnya.

"Bapaknya bilang segera membayar hutang anaknya, tapi para pelaku ini bilang tidak menginginkan uang, tetapi mana anakmu, kasih keluar sini. Ada informasi Desta (Fahril) di rumah kakeknya, mereka langsung bergerak ke sana, beberapa saat kemudian rumah itu pun terbakar," kata dia.

Selain itu, menurut warga sekitar, saat kebakaran terjadi terlihat sosok pria melompat dari jendela ketika api membakar rumah itu. Warga mengira Fahril selamat, namun saat api padam, korban ditemukan terakhir terikat kawat di bagian lehernya.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar mengaku akan mendalami semua informasi mengenai dugaan adanya pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga.

"Setiap informasi sekecil apapun akan kami dalami dan anggota sekarang sedang bekerja mengungkap fakta dalam kebakaran itu," ujarnya kepada awak media di Rumah Sakit Bayangkara tempat para korban di autopsi.

Irwan menyatakan informasi mengenai dugaan unsur kesengajaan dalam musibah kebakaran tersebut menjadi perhatian polisi untuk diungkap sesuai dengan faktanya. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500