Warga geruduk rumah sakit di Tangerang usai tolak pasien sekarat hingga tewas, Foto: Facebook/Kaleng

Surat Keluarga Pasien yang Ditolak RS Ariya Medika Viral di Medsos

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Okt 2017 11:46:31 WIB

Kriminologi.id - Surat berisi pernyataan dari keluarga pasien yang meninggal diduga akibat penolakan dari Rumah Sakit Ariya Medika Tangerang, Banten, beredar di media sosial, Jumat, 13 Oktober 2017. Surat tersebut menyebutkan pihak keluarga mengklaim tidak mempunyai masalah dengan pihak rumah sakit.

Surat pernyataan ini ditulis dengan tulisan tangan dan menggunakan tinta biru. Surat itu diperkuat dengan bubuhan tanda tangan atas nama Raesin dan materai Rp 6.000.

Berikut isi surat tersebut: 

Yang bertanda tangan di bawah ini

Nama : Raesin (Kakak Alm Murni)
Umur : 45 th.
Alamat: Kp. Sempur RT 03/06 DS Kadu Kec. Curug

Dengan ini menyatakan bahwa keluarga tidak mempunyai permasalahan dengan pihak Rumah Sakit Ariya Medika. Keluarga tidak mengenal LSM KPK dan anggotanya. 

Tanggal 13 Oktober 2017

Raesin

Saat Kriminologi hendak meminta tanggapan Ikatan Dokter Indonesia terkait surat ini, Sekretaris Jenderal IDI, Moh. Adib Khumaidi, belum bisa memberikan komentar. Ia berjanji akan memberikan jawaban sebelum salat Jumat, 13 Oktober 2017. Khumaidi beralasan ia sedang praktek. 

Baca: Kata RS Ariya Medika Soal Tolak Pasien dan Digeruduk Warga

Sebelumnya, beredar video dari akun yang mengaku bernama Kaleng di Facebook tentang aksi penggerudukan sejumlah orang berpakaian hitam yang diketahui berasal dari lembaga swadaya masyarakat yang menyebut dirinya Komunitas Pengawas Korupsi atau KPK. 

Dalam video tersebut tampak seorang ibu sekarat dalam mobil. Ia sedang dipangku oleh wanita di jok belakang mobil Suzuki Baleno Silver bernomor polisi B 8612 CG. Belum diketahui penyakit yang diderita oleh wanita yang sekarat tersebut.

Video tersebut juga menampilkan aksi sejumlah anggota KPK. Video tersebut menampilkan adegan sejumlah orang yang mengenakan seragam hitam bersimbol KPK yang sedang membentak, memukul meja petugas rumah sakit, dan berteriak.

Juga terlihat bahwa anggota dari lembaga swadaya masyarakat tersebut sedang memarahi pihak rumah sakit karena telah menolak pasien yang sekarat, sehingga mengakibatkan pasien meninggal dunia.

Baca: Beredar Foto Setnov di RS Premier, Detektor Jantung Janggal

Petugas RS Ariya Medika, Kartika, kepada Kriminologi mengatakan bahwa pihaknya benar telah kedatangan warga yang mengenakan seragam hitam. Saat masyarat datang sekuriti mendapat penganiayaan berupa pukulan di daerah pelipis.

Kartika juga menjelaskankan, pihak managemen RS Ariya Medika akan memberikan penjelasan tentang duduk perkara soal insiden penggerudukan oleh masyarakat. YH

Reporter: Yenny Hardiyanti
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Bobby Chandra
KOMENTAR
500/500