Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Kriminologi.id

Viral di Facebook, 5 Gadis Flores Jadi Korban Perdagangan Orang

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Nov 2017 19:55:58 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak lima gadis asal Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur dikabarkan hampir menjadi korban perdagangan orang atau human trafficking.

Hal ini viral di media sosial Facebook. Bermula dari postingan akun Facebook bernama Sarnas, kelima gadis tersebut diceritakan berangkat ke Jakarta menggunakan sebuah maskapi penerbangan.

Ketika tiba di Jakarta, mereka dijemput oleh seseorang yang diduga menjadi agen penyalur. Namun, menurut Sarnas, agen tersebut kabur karena pergerakannya dicium polisi.

Informasi ini pun menyebar ke daerah asal mereka, Manggarai Timur. Seorang warga, Ryan Dagur mengatakan informasi tersebut membuat keluarga kelima gadis gelisah.

"Keluarga khwatir terjadi sesuatu dengan mereka setelah ada postingan itu di Facebook," kata Ryan kepada Kriminologi, Jakarta, Kamis, 2 November 2017.

Perdagangan Orang

Meluruskan informasi itu, Ryan mengatakan jika kelima korban datang ke Jakarta untuk menjadi pekerja rumah tangga. Kelimanya direkrut oleh sebuah perusahan jasa penyalur PRT yakni PT Mutiara Timur Perkasa.

Baca: Baca Ini Sebelum Terbuai Janji Mafia Perdagangan Orang

Dari Manggarai Timur, kata Ryan, kelima gadis itu diantar oleh seorang broker bernama Paul menuju Denpasar, Bali.

"Dari Bali mereka terbang sendiri," ujar Ryan.

Kebetulan, menurut pengakuan Ryan, Avin, salah satu dari kelima gadis itu sempat menceritakan kejadian itu kepada dirinya. Avin, kata Ryan menyebut jika keberangkatan mereka ke Jakarta atas sepengetahuan keluarga.  

"Keluarga juga mengenal baik brokernya (Paul Muja Pareira)," kata Ryan.

Avin juga bercerita jika saat direkrut jadi PRT, broker dan perusahan hanya menyebut ia dan keempat rekannya akan sampai di Jakarta. Namun, saat ini kelimanya sudah di tempat penampungan dan diperlakukan baik oleh perusahan penyalur tenaga kerja.

"Mereka berpesan agar keluarga tidak perlu khwatir," ucap Ryan.

Baca: Polisi Ungkap Perdagangan Orang Berkedok Agen TKI

Ryan juga mengatakan jika kelima gadis ini tak sendirian. Masih ada tiga gadis lagi yang di antar Paul, sang broker ke Jakarta.

Masalah human trafficking di NTT tergolong tinggi dan kerap menjadi sorotan. Tahun 2016 misalnya, terjadi setidaknya 61 kasus dengan korban sebanyak 92 orang.

Dari 61 kasus yang masuk ke Polda NTT, 21 kasus sudah dinyatakan lengkap alias P21 oleh Kejaksaan setempat. Sementara 49 kasus masih dalam tahap penyidikan dan 9 kasus masih diselidiki.

Pada 2014 lalu, National Project Coordinator International for Migration (IOM) menghitung setidaknya ada 7.193 orang menjadi korban perdagangan manusia. MG

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500