Tipe konsumen pornografi anak online. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Tipe Konsumen Pornografi Anak Online

Estimasi Baca:
Sabtu, 20 Jan 2018 13:30:42 WIB

Kriminologi.id - Munculnya video porno yang melibatkan anak di Bandung adalah pesanan seseorang di media sosial yang diduga berasal dari Rusia. Transaksi video porno itu dibayar pemesan menggunakan Bitcoin. 

Perdagangan video porno melibatkan anak menjadi komoditas yang diperjualbelikan, artinya industri pornografi yang melibatkan anak sebagai pemeran itu memiliki pasar tersendiri. 

Baca: Polisi Telusuri Pihak Asing Pemesan Video Porno Anak di Bandung

Tony Krone dalam jurnal Trends & Issues in Crime and Criminal Justice No.279 menyebutkan bahwa pornografi anak yang digunakan dalam tulisannya mengacu pada anak-anak berumur 16 tahun ke bawah. Pada tulisan lain, yang berjudul Typology of Online Child Pornography Offending, Krone juga menyebutkan ada 9 tipe konsumen pornografi anak sebagai berikut:

* Browser

Kelompok orang yang merespon spam atau iklan pop up yang muncul di situs-situs. Kelompok orang ini tertarik dan kemudian meng-klik iklan-iklan tersebut dan akhirnya membawa mereka ke halaman situs yang memuat konten pornografi anak.

* Private Fantasy

Kelompok orang yang sadar dalam mengakses halaman situs dengan konten pornografi anak. Namun, kelompok ini hanya sebatas konsumsi pribadi dalam memenuhi fantasinya sendiri. Kelompok ini sama sekali tidak turut menyebarkan ataupun membuat konten-kenten bermuatan pornografi anak.

* Trawler

Kelompok yang secara aktif mencari situs-situs bermuatan pornografi anak. Kelompok ini merupakan kelompok yang penasaran dengan visualisasi seksual yang melibatkan anak-anak.

* Non-secure Collector

Kelompok ini adalah kelompok kolektor yang membeli, mengunduh, dan saling bertukar konten pornografi anak.. Proses jual beli dan pertukaran video porno anak ini biasanya dilakukan melalui foum-forum online dan situs penyedia konten pornografi anak. Dikatakan tidak aman,  karena dalam situs yang disebut tidak memiliki penghalang apapun seperti password, enkripsi, ataupun batasan umur minimal ataupun maksimal unduhan dalam satu waktu.

Baca: Misteri Kolektor Video Asusila Anak Buatan Faisal

* Secure Collector

Kelompok ini sedikit berbeda dengan kelompok sebelumnya. Walaupun sama-sama membeli, mengunduh, dan bertukar konten pornografi namun kelompok ini memperhatikan unsur keamanan diri mereka.

Forum online yang diikuti memiliki syarat tertentu untuk menjadi anggotanya. Situs tempat mengunduh foto maupun video dengan konten pornografi anak membutuhkan password ataupun syarat khusus.

* Groomer

Kelompok orang yang melakukan komunikasi secara daring (online) dengan anak-anak. Tidak jarang komunikasi tersebut berujung pada anak yang akan mengirim foto atau video yang bermuatan pornografi kepada pelaku. Kelompok ini biasanya akan berpura-pura sebagai teman sebaya si anak dan kemudian mengelabui anak agar menuruti permintaannya.  

* Physical Abuser

Kelompok ini menggunakan konten pornografi anak yang ditemukannya secara online untuk mengancam anak agar bersedia memuaskan kebutuhan seksual pelaku. Konten pornografi yang ditemukan dijadikan modal untuk mendapatkan kepuasan seksual di dunia nyata.

Baca: Video Porno Anak Diduga Dijual ke Komunitas Pedofil di Bali

* Producer

Kelompok ini adalah kelompok yang memproduksi konten pornografi anak. Tujuannya untuk memuaskan kebutuhan personal maupun untuk mendapatkan sejumlah keuntungan tertentu. Sehingga hasil produksinya bisa disimpan sendiri maupun dijual secara online ke situs-situs atau ke fórum-forum online yang memiliki ketertarikan dengan konten pornografi anak.

* Distributor

Kelompok ini adalah kelompok yang berperan sebagai pihak ketiga maupun berperan dalam menyebarkan pornografi anak. Terkadang kelompok ini menjadi jembatan bagi konsumen dengan pembuat konten pornografi. Kelompok ini tidak selalu memiliki ketertarikan terhadap pornografi anak, tetapi lebih kepada jumlah keuntungan yang menggiurkan atas bisnis pornografi anak tersebut.

Baca: Deretan Negara dengan Website Pornografi Anak Tertinggi di Dunia

Penggolongan konsumen pornografi anak ini digunakan oleh pemerintah Australia untuk menentukan seberapa berat hukuman yang diberikan kepada konsumen pornografi anak. Sebab berdasarkan penggolongan tersebut, keterlibatan pelaku dan sejauh mana mereka terlibat dalam kegiatan seksual, baik fisik maupun online dengan melibatkan anak juga berbeda.

Sehingga hukuman yang harus diberikan kepada para pelaku juga harus dibedakan sesuai dengan sejauh mana aktivitas dan keterlibatan pelaku terkait bisnis pornografi anak. SM

Infografik Tipe konsumen pornografi anak online. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

KOMENTAR
500/500